Posted by: Tohar | April 2, 2009

ritual dan bisnis caleg


Cukup fantastis jumlah belanja untuk keperluan promosi menarik perhatian rakyat oleh para caleg. Dari salah satu surat kabar tertulis bahwa biaya tersebut diperkirakan sekitar 7 trilyun; 2 trilyun untuk iklan di media elektronik dan 5 trilliun untuk pembuatan spanduk, pamflet dll. Saya jadi mikir, dengan modal 7 trilyun, apakah nantinya tidak ada upaya untuk mengembalikan modal? Wah kalau modal harus balik, artinya nanti akan terjadi korupsi besar-besaran. Semoga saja pendapat saya ini salah, tetapi kalau saya membaca koran bahkan melihat TV, banyak sekali tayangan bapak-bapak wakil rakyat yang kesangkut kasus korupsi. Sangat ironis memang, tetapi ini adalah fakta.

Timbul lagi pemikiran berikutnya, apa jadinya negara Indonesia 5 tahun ke depan dengan dipimpin orang-orang yang belum jelas track and recordnya, bukan berarti “under estimate” tetapi fakta sudah membuktikan bahwa banyak preman-preman yang ikut nyaleg dan juga dari kalangan lainnya. Sekali lagi semoga asumsi saya ini salah.

Hari Minggu sore, salah satu TV swasta malah meliput dan mewancarai 2 orang caleg dari Yogyakarta tentang bagaimana strateginya dalam merangkul simpati massa dan juga bagaimana tricknya untuk mendapatkan suara yang banyak. Naudzu billahi min dzalik.. ada juga geli menyimaknya. Caleg yang satu menggelar mujahadah selama 40 hari berturut-turut. bolehlah, saya masih bisa menerima, tetapi caleg yang satunya ini sudah mengarah ke hal yang bisa merusak akidah karena mendatangi punden, berupa pohon beringin tua yang bagian bawahnya dikerudungi kain mori putih, kemudian berdoa disitu, menebar bunga, beras, membakar kemenyan lalu menuju ke mata air yang tidak pernah kering dan terakhir berziarah ke makam tetua desa.

Saya jadi berfikir kenapa harus ke beringin dan mata air? Beringin dan mata air hanyalah benda mati, diapun tidak bisa mengubah dirinya menjadi manusia. Ironisnya lagi, ketika diwawancarai oleh reporter, sang caleg ini berujar, ini adalah keyakinan saya dll dengan alasan untuk mengirit biaya kampanye.. maklum sudah 250 juta yang dikeluarkan. Satu pertanyaan saya, apakah Allah ridho dengan cara seperti ini? Apakah tidak takut cara ini menyekutukan Allah? Memang urusan syirik adalah urusan sang pelaku dengan Allah, tetapi ketika alasan bahwa niat saya adalah tawasul alias perantara… namun apakah dalam “nik” terdalam tidakkah terlintas kalau tidak seperti ini tidak kesampaian..nah… disinilah kuncinya.. Kenapa mesti bertawasul pada pohon beringin atau tuk mata air? Kenapa tidak sholat hajat atau istikharah saja yang sudah jelas tuntunannya?? Dan anehnya, ketika sang spiritualis alias paranormal yang memberi saran kepada sang caleg untuk melakukan ritual ini ditanya, sang spiritualis ini menjawab, saya tidak menjamin si caleh ini bisa terpilih. Lha. kalau dia sendiri saja tidak tahu, kenapa mesti ngasih saran yang aneh-aneh… artinya ujung-ujungnya adalah duit.

Liburan Kamis minggu kemarin, saya sempat berbincang-bincang dengan salah satu juru kunci makam seorang wali, dan beliau cerita bahwa kemarin ada rombongan 20 orang dan salah satunya adalah caleg berziarah ke makam yang dulunya adalah bupati Kudus. Saya jadi tertarik untuk menyimak lebih jauh dan ujung-ujungnya adalah agar si caleg ini mendapatkan restu agar bisa menjadi legislatif. Ternyata, rombongan ini selama musim kampanye ini, setiap malam Jumat selalu berziarah ke makam tersebut. Artinya kalau dulu-dulu mereka tidak pernah ziarah ke makam tersebut, kenapa baru sekarang kok rajin berziarah??

Fenomena yang lain adalah larisnya bisnis paranormal, entah yang berlabel kyai entah dukun tak ubahnya jualan voucer hand phone. Dengan berbagai macam ritual termasuk memberi bermacam-macam gembolan alias jimat dll, jadilah para paranormal ini bak dewa penolong, memberikan angin segar kepada para caleg tersebut. Bahkan.. rokok dan pamflet yang dibagikan kan sebelumnya sudah dimantrai.. he he he he dikasih ilmu pengasih lah.

Ya biarkan sajalah namanya saja usaha.. jadi ya syukur ndak jadi ya siap-siap stres saja he he he. Saya sendiri sudah sudah diajak untuk bergabung dengan berbagai macam partai tetapi saya menolak halus. Tetapi..saya sudah menentukan pilihan saya bahwa yang akan saya pilih nanti adalah orang yang sudah terbukti baik, baik dalam kesehariannya, hidup di masyarakat dan juga beragama.. partainya apa dan siapa calegnya? ada deh.. pasti ada.

Ya Allah kalau cara-cara seperti di atas itu salah, ampuni mereka ya Allah.. jangan Engkau turunkan azab-Mu kepada kami…

2 April 2009 – 12.40 WIB

About these ads

Responses

  1. apa sih hukumnya ziarah kubur? pada saat ziarah kubur selain mendoakan/mohon ampunan utk yg meninggak, apa boleh mohon doa restu?

  2. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dahulu aku larang kalian untuk berziarah kubur, sekarang silahkan berziarah.” (HR Musim). Ada 2 manfaat dari ziarah kubur yaitu:

    Pertama, kita mendoakan orang yang ada di kubur itu dan pada akhirnya adalah doa kita itu akan diganjar dengan pahala yang banyak.

    Kedua adalah kita bisa mengambil hikmah bahwa suatu ketika kita pun akan mati juga, dan akan dikubur juga. Dengan bisa mengambil hikmah ini, kita bisa instropeksi diri dan lalu bisa memperbaiki kualitas ibadah agar semakin baik.

    Ketiga adalah kita bisa tahu sejarah dari beliau yang sudah wafat ini, tahu perilakunya dan juga jasa-saja dari beliau. Intinya adalah mensuri tauladan yang baik.

    Tawasul, boleh, dijelaskan dalam QS 12:98, QS 17:57, QS 2: 37 dan QS 7:134. Tetapi sekali lagi bahwa bertawasul tidak boleh yakin bahwa perantaranya kepada Allah ini yang bisa memberikan manfaat ataupun mudhorot. Kalau yakin spt ini maka jadinya bisa ke syirik. Yang bisa mengabulkan adalah ALLAH.

  3. Tawasul, boleh, dijelaskan dalam QS 12:98, QS 17:57, QS 2: 37 dan QS 7:134. Tetapi sekali lagi bahwa bertawasul tidak boleh yakin bahwa perantaranya kepada Allah ini yang bisa memberikan manfaat ataupun mudhorot. Kalau yakin spt ini maka jadinya bisa ke syirik. Yang bisa mengabulkan adalah ALLAH.

    MAS MUCH APAKAH ZIARAH KUBUR DENGAN MINTA DO’A RESTU JUGA TERMASUK TAWASUL?

  4. he he he mas wolo-wolo kuwato nanya apa ngetest ya? dulu saya pernah spt itu mas. alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi. saya tidak berani menjawab pertanyaan mas, krn ada dua pendapat yang berbeda. kalau saya, lebih baik saya mengambil hikmah dr ziarah kubur itu serta berusaha mencari tahu bagaimana sejarahnya beliau itu. ambil yang positif nya saja.

  5. Saya sih ngak ngetes mas?
    ini pertanyaan saya dari lubuk hati yg paling dalam. Saya setuju dengan manfaat ziarah kubur yg di tulis mas Much tohar. Saya seumur-umur belum pernah ziarah kubur baru akhir2x ini saja saya ziarah kubur.
    Adapun yg saya dapat manfaat dari ziarah kubur kepada simbah/leluhur saya adalah 3 hal:
    Manfaat ziarah kubur:
    1. Mengingatkan kita pada kematian
    berziyarah kubur menyebabkan zuhud akan dunia dan mengingatkan akan akhirat.Hal ini menyebabkan kita lebih menghargai hidup dan menjadikan hidup kita lebih baik dan selalu berbuat baik. Dan menigkatkan amal ibadah kita.
    2. Mengingat Jasa orang tua (leluhur Kita)
    Berziarah kubur bisa mengingatkan kita akan jasa-jasa baik leluhur kita yang telah meninggal. Hal ini juga menjadi cermin bagi kita apakah kita sudah berbuat baik secara maksimal dalam kehidupan ini? Sak kere-kerene leluhur kita (simbah,Orangtua) tetep sugih. Karena mereka telah mewarisi kita mungkin dengan rumah, tanah, ilmu dll. Yang dimasa sekarang sangat tak ternilai harganya bila dihitung dengan uang. Tapi apa yang kita lakukan tidak berterimakasih dan menjaga peninggalan mereka tetapi kita malah menjualnya. Sekarang kita liat fenomena banyak orang yang yang menjual tanah, sawah hanya untuk kehidupan sehari-hari, motor, mobil dll. Tanpa ada kemampuan untuk menambahnya tetapi malah menghaburkannya. Ziarah kemakam wali songo, untuk mengingat jasa mereka kita bisa memperoleh nikmat iman dan islam. Ziarah atau pahlawan2x kememerdekaan, untuk mengingat jasa mereka ita memperoleh nikmat kemerdekaan.
    3. Merupakan wujud bakti Kita kepada Orang Tua (leluhur Kita)
    Sebagaimana Rasulullah bersabda:
    Apabilah telah mati anak Adam, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim). Mendoakan orangtua/leluhur yang telah meninggal merupakan amal yang mulia.

  6. “saya tidak berani menjawab pertanyaan mas, krn ada dua pendapat yang berbeda”
    mohon mas much tohar memberi penjelasan dari perbedaan dua pendapat tersebut.
    ini bener tanya bukan ngetes, biar saya dapat pemahaman.
    matur nuwun…………

  7. doa restu yang pertama bermakna “minta doa restu kepada si ahli kubur dengan niat bahwa dengan restu itu doanya terkabul (meyakini bahwa si ahli kubur inilah yg mengabulkan.

    doa restu yang kedua bermakna perantara (wasilah) dan sepenuhnya ALLAH lah yang mengabulkan.

    Pendapat yg lain, si ahli kubur itu kan seorang wali, dia masih hidup, jadi minta doa restu juga boleh (versi beberapa kyai), tentunya ini tidak dimaknai dengan mentah, namun karena tidak dijelaskan lebih detail oleh pak yai dan juga mungkin karena ketidak tahuan umat, akhirnya ini menjadi doa restu yg pertama di atas.

    ziarah adalah silaturahmi, ajar kenal, ajar sambung. itulah inti dr ziarah. karena sy tidak pernah minta restu ke kuburan, maka hanya setuju dengan pendapat nomor 2 tersebut. demikian mas. mohon maaf, kalau jawaban kurang detil.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: