Posted by: Tohar | July 27, 2009

Mata rantai yang tidak terputus (2)


Hanya satu orang yang berdoa kepada ALLAH, tetapi doa itu ternyata bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. Satu orang saja berdoa, “Ya ALLAH saya mohon rezeki kepada-MU” maka ketika ALLAH mengabulkan doa hambanya itu, maka kaitannya sangat panjang sekali. Begitu orang ini selesai berdoa, maka ALLAH lalu mencabut nikmat hambanya yang lain dengan sakit, lalu orang sakit ini berobat ke dokter, lalu orang ini menebus obat ke Apotik, lalu Apotik bisa membayar obat tersebut kepada detailer, lalu detailer itu menyetorkan uang tersebut ke perusahaan farmasi, lalu perusaahaan farmasi ini bisa membayar gaji karyawannya, lalu karyawan bisa membeli kebutuhan rumah tangga, beras, sabun, shampo, sepatu, pakaian dll. Lalu, Pemilik Toko bisa membayar barang dagangannya kepada Distributor Barang Kelontong dll, lalu distributor bisa menyetorkan uang tersebut ke Pabrik Mie lalu pabrik mie bisa membayar petani gandum, petani gandum bisa membeli minyak goreng, dan pabrik Minyak Goreng bisa membayar petani kelapa sawit dsb.

Ini adalah siklus dan siklus ini tidak akan berhenti. Mulai dari petani, lalu tengkulak, pedagang di pasar, pabrik sabun, sepatu, kain, obat-obatan, pestisida, tukang parkir, sopir truk, sopir bus, polisi, tentara, dokter, menteri, presiden bahkan sampai ke pendeta, kyai. Kita tidak akan mampu menjangkau sampai mana saja satu doa itu berjalan. Ini baru doa minta rezeki, belum lagi doa-doa yang lain. Semisal, berdoa mohon negeri ini aman, maka keamanan ini akan berefek berantai ke seluruh lapisan masyarakt. Satu doa akan mencakup orang seluruh negara karena akan saling kait-mengkait.

Ini adalah kekuatan sebuah doa. Jangan sepelekan doa karena doa itu bisa menyebar kemana-mana dan pada akhirnya juga akan berpulang pada diri kita sendiri. Jangan pula menyepelekan orang lain, meskipun dia itu pengemis miskin, kudisan, korengan, karena sesungguhnya dia adalah bagian dari sistem hidup ini.

Contoh yang lain adalah anda mengajarkan ilmu agama atau ilmu apa saja, maka secara otomatis orang tersebut pun akan berbuat yang sama, menularkan kepada orang lain, orang lain itu lalu menyampaikan kepada orang lainnya dsb. Andaikata orang itu berdoa, Ya ALLAH, hamba mohon Engkau berikan berkah-MU kepada orang yang mengajariku”..maka sudah berapa orang yang berdoa untuk anda, puluhan, ratusan bahkan ribuan. Andai saja, kita berbuat kejahatan, maka pada saat yang berurutan, sudah berapa ratusan bahkan ribuan orang melaknat kita sebagai akibat dari perbuatan jahat ini. Bayangkan saja sendiri akibat dari perbuatan jahat dan baik.

Doa adalah ibaratnya kita menanam benih padi yang akhirnya akan menuai panen padi yang bisa memberikan kehidupan kepada orang lain. Perbuatan jahat adalah ibaratnya kita membakar sekam dan lama kelamaan akan menjadi api yang membara dan membakar apa saja.


Responses

  1. Assalamualaikum saudaraku,
    he..he..he.., dah tiga hari gak buka internet gara-gara ada acara kantor diluar kota.

    bener mas, jangan remehkan kekuatan doa dari orang lain meski dia hanya seorang pengemis, bukankah Allah berfirman;

    kami jadikan sebagian darimu sebagai ujian bagi sebagian yang lain.

    kehadiran mereka adalah ujian untuk kita, apa yang akan kita lakukan sedang kita memegang amanah harta dari Allah swt.

    Begitu juga dengan ilmu, kalau kita tahu dikit ya insyaallah kita bagi-bagi biar ilmu kita tambah barokah.

    ya Allah berikanlah rahmad dan ridho mu buat saudara ku yang telah ihklas membagi ilmunya di blog ini.

    Amin.

  2. setuju sekali dengan kang Tohar dan cak Mamad. kita saling ketergantungan. ” orang kaya tidak bisa disebut kaya kalau tidak ada yang miskin.

  3. bener mas asrori. ini semua adalah sistem, ya emang harus seperti itu, tidak bisa dihindari. satu rantai terputus, maka seluruh rantai akan menjadi tidak berguna alias rusak.

  4. oh ya kang Tohar, sebelumnya mohon maaf, saya pernah mengambil beberapa kalimat dari blog kang Tohar untuk saya tampilkan di FB. mohon maaf ya kang saya belum kulonuwun dulu sama kang tohar.

  5. santai saja mas asrori.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: