Posted by: Tohar | March 27, 2008

Mustajab Doa di Pintu Multazam


Ketika berangkat haji tahun 2007 kemarin, salah satu keinginan yang tersembunyi dalam hati ini adalah niat untuk mencium hajar aswad, sebagai satu kesunahan saja dan bukan “wajib”, seperti yang pernah dilakukan oleh Sayidina Umar dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abis bin Rabi’ah, berkata “ Aku melihat Umar bin Khatab ra. Mencium Hajar Aswad dan berkata “ “Sungguh aku tahu engkau adalah batu yang tidak bisa memberi mudharat dan tidak bisa memberi manfaat. Kalau bukan karena aku melihat Rasulullah mencium engkau, maka aku tidak akan menciummu”.

Sayapun ingin berbuat demikian, ingin mencium hajar aswad meskipun satu kali saja. Minimal ada kenangan yang tidak terlupakan sudah bisa mencium hajar aswad.

Kondisi Masjidil Haram waktu itu masih penuh sesak, setiap kali selesai tawaf dan ingin mendekat ke Hajar Aswad, selalu terpental karena ribuan jamaah haji lainpun ingin berbuat yang sama. Setiap kali jamaah di Masjid, saya selalu berdoa, Ya Allah, ijinkan hamba-Mu ini untuk bisa mencium Hajar Aswad, meskipun satu kali saja.

Beberapa teman menyarankan nanti saja kalau sudah di bulan Januari, kan banyak jamaah haji yang sudah pada pulang, nanti juga kondisinya tidak begitu sesak. Tetapi nyatanya saya nunggu sampai tahun baru 2008, kondisi Ka’bah masih saja sesak. Saya mencoba datang jam 12 malam sampai pagi pun Ka’bah tetap ramai dan tetap belum bisa masuk ke Hajar Aswad.

Alhamdulillah, akhirnya saya ingat salah satu nasehat yang diberikan oleh salah satu guru saya, mengatakan, “Kalau punya suatu hajat dan agar dimudahkan oleh Allah, coba berdoalah dengan wasilah kepada orang tuamu dan guru-gurumu, dan jangan lupa pada para nabi dan rosul. Insya Allah, hajatmu akan dikabulkan oleh Allah”.

Saya masih ingat, 3 Januari dan 10 Januari 2008, saya dan istri pergi ke Masjidil Haram jam 12 malam. Setelah sholat Tahajud 2 rekaat, kami tawaf. Setelah tawaf selesai, saya berdoa, wasilah kepada kedua orang tua saya, guru-guru saya, para waliyullah dan khusus kepada Rosululloh Muhammad Saw dan kepada Nabi Ibrahim terus berdoa di Pintu Multazam (pintu Ka’bah)

“Ya Allah saya mohon kepada-Mu, Engkaulah pemilik langit dan bumi, Engkaulah Tuhanku, Engkaulah yang berkuasa dan hamba-Mu ini tidak kuasa. Hamba pasrahkan jiwa dan raga hamba, hidup dan mati hamba. Hamba mohon ijin-Mu dan saya telah wasilah kepada ayah dan ibu hamba, guru-guru hamba, waliyulla-Mu, para syuhada dan aulia serta kepada Rosul-Mu, mohon Engkau ijinkan hamba-Mu ini untuk bisa mencium Hajar Aswad. Jika Engkau ridho Ya Allah, mudahkan lah hajat hamba ini”.

Tidak terasa bahwa tubuh ini ikut bergeser ke kiri dan ke kiri mendekati Hajar Aswad dan Alhamdulillah saya sudah berdiri tepat di Hajar Aswad dan dengan segera saya menundukkan wajah dan mencium Hajar Aswad. Bau harum tercium dan tidak terasa air mata ini meleleh. Allahu Akbar.. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permohonan hamba-Mu ini. Terima kasih Ya Allah atas nikmat-Mu ini. Tanpa kuasa-Mu, hamba tidak bisa berbuat apa-apa. . Puji syukur ke hadhirat Allah, karena saya sudah dimudahkan untuk mencium Hajar Aswad 2 x, tanggal 3 dan 10 Januari 2008.

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari hikmah ini adalah tidak ada doa yang tidak diijabahi oleh Allah, selama doa itu dipanjatkan dengan penuh keikhalasan dan penuh keyakinan ini sudah dijelaskan dalam Al-Quran, Surat Al-Mukmin ayat 60 :

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”

Ayat lain adalah dalam Surah Al-Baqarah ayat 186

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Ayat di atas Ini adalah janji Allah dan Allah tidak pernah berbohong. Namun kita tidak boleh mendahului kehendak Allah, jangan sesekali punya kehendak “kun” biarlah yang berkehendak “kun” (jadi) ini adalah Allah. Janganlah putus asa dalam berdoa. Ketika doa yang kita panjatkan belum terkabul, kita harus mau instropeksi diri.Ada tata cara dalam berdoa kepada Allah, diantaranya adalah keyakinan dan keikhlasan, disampaikan dengan kata-kata yang lembut dan bukan “perintah” kepada Allah, tempat dan pakaian kita suci ataukah tidak (pakaian lahir dan batin). Batin berhubungan dengan apa yang kita makan halal ataukah tidak, niat kita ikhlas ataukah tidak dll.Jika belum terkabul bukan berarti Allah tidak mengabulkan doa yang kita panjatkan, bisa jadi, Allah sengaja menguji hamba-Nya seberapa jauh tekadnya, atau bisa jadi Allah sudah mengabulkan doa tersebut tapi dengan cara yang lain.

Semoga Allah menerima semua amal ibadah kami dan semoga Allah memasukkan kami ke dalam Firdous-Nya atas ridho dan rakhmat-Nya. Amin.


Responses

  1. Sesungguhnya, sesiapa yang sampai ke sana dan dapat mengerjakan Haji dan Umrah sememangnya telah dijemput oleh Allah s.w.t.
    Namun sekiranya bisa sampai ke multazam atau Hazar Haswad atau semua yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya maka itu adalah ketentuan Allah. Cuma kita merasa ia sepertinya usaha kita tapi kalau tanpa izinNya, itu tidak mungkin terjadi.
    Allah telah menetapkan garis panduan kepada manusia melalui RasulNya bagaimana harus mendekatkan diri kepadaNya.

  2. Mencium Hajar Haswad memang bukan suatu kewajiban dalam berhaji atau umrah, namun alangkah indahnya bila kita bisa melakukannya dan menjadikan suatu kenangan yg tak akan terlupakan selama akhir hayat,..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: