Posted by: Tohar | April 2, 2008

Makna Doa dan Ibadah


Doa adalah obat dan ibadah. Doa adalah bukti pengakuan seorang hamba kepada pencipta-Nya. Bukti bahwa manusia tidak memiliki satu kekuatan apapun. Doa juga sebagai satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya serta menyembuhkan hati dari keraguan dan kesedihan serta penyakit, membuka pintu rezeki, dan memberikan keberkahan dalam hidup bahkan dalam setiap sesuatu.

Al-Quran sebagai penyembuh penyakit yang berada di dalam dada diterangkan dalam surat Yunus ayat 57 yang artinya: Hai manusia, sesunggguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk serta rakhmat bagi orang-orang yang beriman.

Kok obat bagi penyakit dalam dada? Yang di dalam dada ini ada apa saja? Dalam dada terdapat paru-paru, jantung, hati, dan pankreas. Di dalam dada ada hati dan jika hati ini sudah dihinggapi oleh penyakit maka penyakit ini akan sulit untuk disembuhkan kecuali dengan ayat-ayat Allah. Api akan padam ketika disiram oleh air, tapi hati ketika menjadi panas, maka panas hati ini bisa menghancurkan apa saja yang ditemuinya. Dan api hati ini sulit sekali untuk padam. Pembunuhan, perkelahian dan perceraian bahkan korupsi juga sebagai akibat dari sakit “hati” ini.

Seperti yang dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim “Sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging, bila ia baik, maka baik pula seluruh jasad, dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah bahwa gumpalan itu adalah hati”. Jadi sudah jelaskan bahwa betapa bahayanya penyakit hati ini.

Lalu bagaimana cara menyembuhkan penyakit hati, tidak ada cara lain kecuali dengan berdoa kepada Allah. Terdapat banyak ragam doa yang dipanjatkan kepada Allah, mulai dari istighfar, sholawat nabi maupun kalimat toyibah lainnya.

Tujuan utama dari doa adalah untuk pendakian spiritual menuju kepada “Sang Khalik”, proses penyatuan diri “hamba” dengan pencipta-Nya. Sholat dan dzikir juga bagian dari doa tersebut. Doa dalam bahasa sederhana sama saja dengan “proposal”. Pada saat mengajukan satu proposal, tentunya proposal ini sebelumnya harus disusun dan dikemas dengan baik, dengan bahasa yang halus dan jelas. Kemudian proposal tersebut dicetak di kertas yang putih dengan kop perusahaan sehingga jelas terbaca dan setelah itu baru dikirimkan. Sama halnya ketika mengikuti satu tender untuk proyek pembuatan jembatan, tentunya yang mengikuti tender lebih dari satu peserta dan pemenangnya kan hanya satu yang paling baik saja.

Bahasa yang baik, halus dan jelas sama saja ketika memanjatkan kepada Allah haruslah disampaikan dengan bahasa yang lemah lembut, santun dan bukan malah memerintah Allah. Dicetak di kertas putih adalah artinya tubuh kita sebagai kertas yang putih, pakainnya harus suci, yang kita makanpun juga harus suci alias halal. Selain itu putih disini juga berarti perilaku dan niat kita harus bersih dan penuh keikhlasan.

Dalam Alquran sudah dikatakan “Berdzikirlah kepada-Ku, niscaya Aku berdzikir kepadamu”. Lalu dalam ayat lain, “Aku mengabulkan permohonan orang yang meminta kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi permintaan-Ku, dan beriman kepada-Ku.

Dan, apa saja permintaan Allah itu? Permintaan itu tidak lain adalah supaya kita selalu mengingat Allah, tidak merusak alam, tidak menyakiti orang lain, tidak menggunjing, ringan bersedekah dll. Tidak merusak alam, tidak menyakiti orang lain, menghormati orang lain juga merupakan wujud dari permintaan Allah itu dan itu adalah sebagian dari iman. Lalu bagaimana agar bisa melakukan semua itu? Jawabannya tidak lain adalah dengan kembali kepada Qur’an dan Hadist. Jika Quran dan Hadist terlalu luas, dipersingkat saja menjadi Sholat dan Dzikir. Bukankah dengan sholat itu akan jauh dari perbuatan keji dan mungkar?

Nah, jika sudah sholat dan sudah dzikir, tetapi masih berbuat keji dan mungkar, berarti ada yang salah dari sholat dan dzikir kita itu sendiri. Kok bisa?Ketika sudah niat sholat, lalu mengucap takbir, sebenarnya adalah “pengakuan kepada Allah” sudah jelas terucap. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, artinya manusia ini tidak ada apa-apanya. Ketika sampai di Al-Fatihah, itu juga pengakuan seorang hamba pada Tuhannya. Seperti dalam surah An-Naas “Malaki annas” (Raja Manusia), berarti Allah adalah raja diraja dan manusia ini adalah hambanya.

Rukuk maupun sujud juga membuktikan bahwa manusia itu kecil. Sujud adalah mencium bumi, makna lain mencium bumi juga sebagai penghormatan manusia kepada bumi yang selama ini kita pijak. Bumi, siapa yang menciptakannya? Jelas, Allah lah penciptanya. Sholat bukan sekedar rutinitas belaka, tetapi sholat adalah proses penyatuan diri kepada Allah. Disinilah sebenarnya falsafah “Manunggaling Kawulo Gusti” berada. Artinya pada saat “bermunajat” , yang ada adalah hanya Allah, bukan yang lain.

Rosululloh pun pernah menerangkan soal sholat “Didepan rumah kita ini ada sungai yang airnya bening dan jernih, lalu kita mandi 5 kali sehari. Dengan mandi 5 kali sehari, tubuh kita akan menjadi bersih. Ini adalah analogi soal sholat. Tubuh saja perlu makan 3 kali sehari. Nah, makanan batin kita tiada lain adalah ibadah. Batin perlu hidup. Tanpa makanan yang cukup, jiwa-jiwa ini akan menjadi lapar dan kurus, akhirnya menjadi jiwa-jiwa yang gersang seperti halnya tumbuh-tumbuhan yang tidak pernah disiram oleh air. Sholat, dzikir dan aplikasi dalam keseharian adalah adalah hal yang dicintai oleh Allah.

Ada banyak ragam dalam berdoa. Salah satunya dengan dzikir menyebut Asma Allah atau sering disebut Asmaul al Husna (nama terbaik Allah). Dalam surah Al-A’raf ayat 180 dijelaskan bahwa “ Hanya milik Allah asmaul husna maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu “. Asmaul al husna terdiri dari 99 nama, seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim “Sesunguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu dan apabila dihafal oleh seseorang, dia akan masuk surga. Karena Allah itu ganjil dan suka yang ganjil”.

Hal yang perlu dipahami bahwa “hapal”dalam kontek ini bukanlah hapal di luar kepala tetapi lebih dititik beratkan pada pemahaman dan aplikasi dari asmaul husna itu sendiri. Contoh asmaul husna adalah Allah itu Ya Latif, artinya Allah itu Maha Halus. Maha halus disini agar manusia bisa bisa memiliki sifat dan perilaku yang halus, halus kepada siapa saja, tidak sombong, tinggi hati, angkuh dll. Asmaul husna yang lain adalah Ya Fatahuu, Yang Maha Membuka. Membuka dalam arti membuka semua organ tubuh kepada ayat-ayat Allah yang tersurat dan tersirat. Membuka berarti asalnya tertutup. Lalu apakah selama ini kita sering tertutup? Coba kita instropeksi diri sendiri saja.

Membuka dalam aplikasi keseharian adalah mau menerima masukan orang lain, mau menerima kritikan, nasehat, mau mengerti kesulitan orang lain juga bagian dari membuka itu sendiri. Ketika melihat seorang pengemis, atau orang yang tidak mampu dipinggir jalan ataupun ada tetangga kita yang sudah renta, lalu, hati kita bagaimana? Tergerakkah kita untuk mengulurkan bantuan? Ataukah ketika pengemis itu mendekati kita, apakah lalu kita diam saja atau bahkan pura-pura tidak mendengar permintaan mereka? Ataukah malah kita menuduh mereka, Ah, dasar, pemalas, tidak mau kerja dan maunya mengemis”. Kok malah yang keluar ucapan yang belum tentu benar. Padahal ketika dalam hati terbersit perkataan seperti itu, Allah sudah mendengarnya. Bukankah Allah itu Maha Mendengar atau Ya Samiu? Ya Rahman, Yang Maha Pengasih, agar kita bisa mengasihi sesama, bahkan termasuk mahluk Allah yang lain, air, udara, hewan dan tumbuh-tumbuhan dll.

Ya Muhaiminu, Allah Yang Maha Memelihara. Bumi, bulan berputar pada porosnya, mengelilingi matahari. Gunung-gunung, air, dan sebagainya di pelihara oleh Allah. Apa jadinya jika Allah tidak memlihara semua ini, apa yang akan terjadi jika putaran bumi ini dihentikan? Apa jadinya jika air sungai tidak dipelihara? Sedikit saja Allah “menyentil” ciptaan-Nya ini, gempa bumi, tsunami, banjir banding akan menghancurkan semuanya.

Nah, makna memelihara ini dengan maksud agar manusia juga bisa memelihara apa yang kita miliki. Anak, istri, saudara juga dipelihara dalam konteks, dipelihara disini bukanlah seperti halnya kita memelihara hewan, tetapi memperlakukan mereka dengan baik. Alam, juga dipelihara, hutan dipelihara dengan baik, jangan ditebang semaunya. Jika dilakukan, imbasnya juga kepada manusia, tanah longsor, banjir banding, kekeringan dsb.

Doa adalah satu mata rantai ibadah yang berkesinambungan. Doa bukan hanya sekedar “lafal atau ucapan”lalu selesai setelah diucapkan, tetapi merupakan “laku hidup”. Laku berarti “berjalan”, berjalan berarti bergerak, berkesinambungan dan tidak akan berhenti. Ini adalah siklus atau mata rantai dan inilah sebenarnya makna yang tersembunyi dari ibadah.

Tujuan dari ibadah; sholat dan dzikir adalah amar makruf nahi mungkar. Makna tersembunyi padahal yang utama adalah “menabung” di akhirat. Kita perlu rumah di akhirat, dan rumah itu adalah “surga”. Bagaimana kita mau memilki sebuah rumah, jika kita tidak pernah membuatnya? Pondasi, tembok, kamar tidur, dan atap, bahkan taman, perlu dibuat sedikit demi sedikit. Nah, sholat dan dzikir serta aplikasi dalam kehidupan sehari-hari itu adalah “proses” pembuatan sebuah rumah yang indah itu.

Membuat sebuah rumah didunia saja membutuhkan banyak biaya, waktu dan pengorbanan. Demikian juga membangun sebuah rumah impian di surga, betapa besar dan berat godaan itu menerpa. Mengendalikan hawa nafsu duniawi, emosi dsb. Dalam konsep “Jawa” adalah “nutupi babahan howo songo”. Menutup 9 lubang yang ada dalam tubuh, yaitu mata, telinga, mulut, hidung, kelamin dan dubur. Artinya, menjaga semua lubang itu dari maksiat, dosa, dan barang haram dsb.

Dan, aku ingin memiliki rumah yang indah di surga itu bersama dengan kedua orang tuaku, istri dan anak-anaku dan guru-guruku serta dengan seluruh-saudara yang lain. Amin

Ditulis dari Bagian Perjalanan Jiwa


Responses

  1. bagus sekali tulisan…..
    serta tajuk makna ibadah…
    makasih
    gpp aku Copy??
    makasih

  2. Subhanalloh sekali…
    Sangat pas buat sumber tugas makalah
    jazakalloh

  3. Assalamualaikum,
    subhanallah,,tulisannya bener2 menyentuh hati sekaligus sebagai instropeksi diri,,
    boleh aq share k temen2 yang lain ga?terimakasih sebelumnya

  4. waalaikum salam mbak dessy. silahkan saja disharing. semoga bermanfaat.

  5. subhanallah,alhamdulillah…semoga bermanfaat untuk semua orang yg membaca artikel ini sebagai bahan renungan kajian diri.

  6. sama-sama mas. semoga kita senantiasa dibukakan pintu kebaikan oleh Allah.

  7. pengingat yg bisa selalu kita ingat, kita bagi untuk saudara2 kita🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: