Posted by: Tohar | March 17, 2009

rasa (2)


Setelah bisa merasakan maka langkah selanjutnya adalah mewujudkan rasa itu sendiri. Iman adalah ghaib tetapi kita bisa merasakan. Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghaib yaitu, mengi’tikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera. Iman tidak sekedar rasa dan percaya tetapi wujud. Wujud dari rasa iman adalah mendirikan sholat “alladzii na yukminuu na billghoiibi wa yuqimuu na asholaata (al baqarah ayat 3).

Sholat adalah laku dan laku jelas ada rasanya. Sudah sholat tetapi tidak bisa merasakan “rasanya”, yang terjadi dengan sholat hanyalah sekedar absen alias sholat rubuh-rubuh gedang.

Rasa itu hidup dan hidup bukan sekedar hidup tetapi harus bisa menghidupi maka baik menghidupi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Menghidupi diri sendiri maupun orang lain adalah wujud dari syukur dan syukur adalah iman. Menghidupi diri sendiri dan orang lain adalah mengeluarkan sebagian harta untuk orang lain “wa mimma rozaqnahum yunfikuun”, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka (Al Baqarah Ayat 3).

“Memberi” memiliki arti 2 arah, menunjuk ke diri sendiri dan juga kepada orang lain. Pertama adalah memberi sebagai makanan “ruhani” si pemberi sebagai refleksi dari bisa merasakan terhadap rasa yang dialami oleh orang lain. Memberi adalah wujud dari keikhlasan berbagi “rasa” senang, rasa “punya” kepada orang lain. Yang menerima akan bisa merasakan “keikhlasan”atau tidak ikhlas dari sang pemberi. Ikhlas juga rasa.

Jadi rasa ini adalah hidup dan hidup bukan sekedar hidup tetapi harus bisa menghidupi.

Aku roso sejati sejatining roso kang sumare ing tengahe dodo
Aku roso sejati sejatining roso kang urip ora mung urip-uripan
Aku roso dzate roso soko Dzat Kang Sejati
Aku roso ning ora duweni roso
Roso kui yo AKU

Ditulis dari Bagian Perjalanan Jiwa
18 Februari 2009 – 07:30 WIB


Responses

  1. Kedalaman makna yang tersirat menunjukkan bahwa penulis telah mendapatkan pencerahan, bimbinglah aku untuk menemukan AKU roso yang bersemayam di dadaku

  2. Aku belum bisa apa-apa Kang Lim. Sing biso yang sing ngobahno aku.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: