Posted by: Tohar | May 3, 2009

Bagaimana ruh berbicara?


Ruh adalah angin dan sangat halus dan karena halusnya ruh tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi ruh itu ada. Apakah ruh bisa berbicara? Ketika tidur dan mimpi, bukankah kita juga bercakap-cakap padahal dalam keadaan tidur? Itu adalah bahasa ruh, yang berbicara bukanlah mulut melainkan dari “mulut” hati. Ketika kita berdiam diri dan berdoa dalam hati dan telinga kita mendengar, itu juga adalah bahasa ruh. Ketika sedang bermeditasi dan mendapatkan ilham, itu juga adalah bahasa ruh karena yang mendengar ilham itu adalah diri sendiri bukan orang lain meskipun ada orang lain disekitar. Ketika sedang patrap dan melihat sesuatu gambaran tertentu, maka itu juga adalah bahasa ruh yang diperlihatkan dalam bentuk gambar atau layar dan orang lain juga tidak mengetahuinya. Bahasa ruh adalah “rasa” yang sulit untuk diucapkan dengan kata-kata atau dilukiskan dengan gambaran, tetapi rasa ini bisa ditangkap dengan jelas oleh telinga dan kemudian mengalir ke dalam akal dan akhirnya melahirkan pemahaman akan sesuatu.

Ditulis dari Bagian Perjalanan Jiwa
6 April 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: