Posted by: Tohar | May 4, 2009

Kisah nyata matinya seorang preman


Minggu kemarin aku baca Surat An-Naml terutama ayat 14, dengan terjemah sebagai berikut “maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan”. Ayat tersebut sama persis dengan satu kisah nyata yang saya dengar tadi pagi tentang meninggalnya seorang preman, pembunuh dll. Seorang preman di Kudus dengan inial E malam jumat kemarin sudah menemui ajalnya. Bukan kemuliayaan yang didapatkan melainkan kehinaan di akhir hidupnya.

Ceritanya adalah seperti ini, sebelum kejadian sang preman ini dilapori oleh anaknya, yang karena nakalnya akhirnya dikeluarkan dari sekolahnya. Bukan memarahi anaknya, malahan preman ini menjadi emosi dan marah dan lalu akan membuat perhitungan dengan kepala sekolah tempat anaknya sekolah itu. Malam itu sebelum berangkat, sang preman ini minum minum keras sehingga timbul rasa beraninya dan lalu menuju ke rumah kepala sekolah. Seperti adegan film, akhirnya bak buk bak buk, sang kepala sekolah yang emang sudah umur, tersungkur tak berdaya dan apesnya, kepala sekolah ini seorang kyai.

Setelah selesai melampiaskan emosinya, sang preman ini pulang, tapi Allah menentukan lain, bukannya sampai di rumah, malah akhirnya sampai di rumah sakit karena over dosis minuman keras dan akhirnya “datanglah ajal menjemput”. Naudzu billahi mindzalik. Mati dalam keadaan mabuk.

Jadi jelaslah bahwa Al Quran itu tidak berbohong, dan cerita diatas adalah salah satu bukti yang nyata. Janganlah berbuat aniaya meskipun itu hanya fikiran apalagi perbuatan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: