Posted by: Tohar | May 7, 2009

Bahaya marah


Apapun bentuknya marah tidaklah baik, baik marah yang dilontarkan maupun marah yang disembunyikan atau ditahan. Apapun nasehatnya, kalau disampaikan dengan keadaan marah, hasilnya juga tidak baik. Marah adalah api dan api sifat dasarnya adalah membakar, jadi orang yang marah sama halnya dengan membakar dirinya sendiri dan juga membakar orang lain. Satu kali marah sama halnya menarik satu benang karet, marah lagi maka benang karet ini molor lagi dan kalau sudah tidak bisa molor, maka putuslah karet ini. Karet ini tidak ubahnya adalah seluruh syaraf dan jaringan dari organ tubuh ini. Apalah jadinya kalau syaraf-syaraf ini putus. Satu syaraf putus akan menyebabkan jaringan yang diikutinya menjadi terganggu funsinya. Lama-kelamaan, akibat dari sifat sering marah ini adalah rusaknya organ tubuh sehingga menjadi penyakit. Entah penyakit pusing, asam urat, flue, jantung, gagal ginjal dan segala macam penyakit lainnya adalah berasal dari sifat marah atau emosi. Ini baru efek dari marah secara fisik belum lagi marah atau emosi dari segi ruhani. Secara ruhani, maka orang yang marah, maka seluruh amal dan ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah karena sesungguhnya Allah hanya cinta orang-orang yang sabar.

Ditulis dari Bagian Perjalanan Jiwa
7 Mei 2009 – 13.00 WIB


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: