Posted by: Tohar | May 17, 2009

Sadar diatas sadar


Saya tergelitik dan tertarik dengan cerita Nabi Yunus yang hidup dalam ikan Nun selama 40 hari setelah dilempar dari kapal. Ikan Nun, kalau sekarang adalah ikan Paus. Kenapa Nabi Yunus bisa bertahan selama 40 hari 40 malam dalam perut ikan nun, tanpa makan dan minum. Secara “tauhid” itu tidak bisa dibahas karena itu semua adalah kekuatan ALLAH, jadi mau didalam batupun kalau Allah menghendaki, ya bisa hidup. Yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimana nabi Yunus bisa bertahan selama itu? Apakah beliau keadaan terjaga biasa ataukah dalam keadaan “tidak” sadar. Tidak sadar secara fisik tetapi “ruh” yang jalan. Kalau secara fisik, maka adalah tidak masuk akal karena didalam lambung atau usus, gas yang paling besar adalah “amoniak” dan gas amoniak ini bersifat racun.

Kisah Nabi Yunus ini serupa dengan kisah ashabul Kahfi yang tertidur dalam Goa selama 309 tahun, tanpa makan dan minum bahkan ketika terjada, mereka berpikir hanya tidur semalam. Artinya, “tubuh” tidak berfungsi dan yang jalan adalah “ruh”.

Dari 2 kisah di atas ini adalah pembuktian atas “kondisi” yang sudah bisa melampaui “kesadaran”. Tubuh sudah tidak dianggap lagi dan yang ada adalah ALLAH. Disinilah pembuktian tentang “tidak ada dualitas lagi”. Ketika Nabi Yunus mengadalkan tubuh wadagnya, siapa yang bisa bertahan tanpa makan dan minum, tanpa udara, gelap gulitas. Ini adalah contoh “kepasrahan” dari puncak “tauhid” kepada Allah.

Kisah Nabi Yunus dan Asabul adalah contoh pemisahan unsur bahwa unsur “wadag atau materi” sudah ditinggalkan dan sudah berubah menjadi unsur “non materi” dimana unsur non materi sudah tidak membutuhkan makanan maupun minuman. Unsur materi ini sudah menjadi unsur “cahaya” Illahi.

Dari 2 kisah di atas tersebut, saya semakin tergelitik untuk menelaah lebih jauh tentang sistem “pemisahan unsur” tersebut dan andai kata sistem pemisahan unsur ini bisa dipelajari secara lebih mendalam, maka akan sangat bermanfaat sekali bagi dunia medis atau pengobatan. Ini baru pemikiran saya. Mohon pencerahannya bagi teman-teman. Silahkan saja berbagi ilmu.

Ditulis dari Bagian Perjalanan Jiwa
18 Mei 2009 – 07:50 WIB


Responses

  1. sekedar sharing (mohon maaf dan mohon jangan disalah artikan pamer) – (semoga Allah menjaga hati ini) satu ketika pernah ada saat ketika nafsa saya meninggalkan jasmani ini, bukan mimpi tetapi tiba-tiba saja ketika ada utusan dari Allah datang, saat itu juga tiba-tiba nafsa saya seperti ditarik keluar dari jasmani (tubuh wadag ini) dan saya lihat dengan yakin (seperti melihat dengan mata jasad) saya lihat disana terbaring jasad saya.
    peristiwa ini memang tidak lama – itulah saat awal saya tahu bahwa nafsa dan jasad saya adalah terpisah.

  2. thank mas, atas sharingnya. itulah yang saya maksud dengan “sadar diatas sadar” atau keadaan sudah melampui kesadaran. jangan kuatir mas, saya senang dengan sharing ini. sayapun tidak bermaksud pamer. ini adalah ilmu Allah dan ilmu Allah tidak perlu disimpan. itu adalah pengalaman ruhani yang sangat menarik. mungkin bisa disharing kok bisa seperti itu bagaimana urut-urutan ceritanya. salam.

  3. waduh kalau urut-urutannya bisa gitu ya saya juga gak dapat menerka, lha wong yang menyadarkan itu ya karunia dari gusti Allah mas.

    tapi yang pernah saya alami dalam sholat, waktu pas ngetrap (tune ini) ke gusti Allah, saat itu saya dan jama’ah tengah shalat jum’at

    berangkat takbir pertama saya tahu bahwa kami masih ada di masjid itu, tapi gak tahu gimana tiba-tiba ada rasa kosong (blank) yang teringat hanya menyembah Allah saja

    tapi saat takbir kedua tiba-tiba sayamelihat jama’ah ini masih dalam kondisi shalat tapi letaknya bukan di masjid itu lagi, letak jama’ah tengah shalat disuatu taman yang sangat indah sekali (pokoknya gak tergambarkan), dan harum bunga dan anggur disana begitu nyata tercium.

    sampai posisi salam tiba-tiba saya dan jama’ah sudah ada kembali didalam masjid yang sama tempat kami mulai shalat tadi.

    subhanallah sungguh saya tak dapat ungkapkan.

  4. subhanaallah. jenengan termasuk orang yang beruntung karena sudah dijalankan Allah sedemikian rupa. semoga bisa semakin menambah keimanan. amin.

  5. Insyaallah mas, tapi tetep bukan itu inti perjalanan kita istilahnya yang tadi cuma bonus saja. inti segalanya ya mas tohar juga dah paham, semuanya adalah kosong yang ada hanya Allah, bila smuanya bisa kita lampaui dan kosong ini kita dapat maka terserah Allah akan membawa kita kemana dalam penghambaan ini. Semoga Allah menjaga istiqomah kita. Anda pun istimewa, Allah berikan ilmu hikmah pemahaman pengobatan pada anda, sungguh saya suka belajar ilmu ini pada anda.

  6. bener mas abu, itu bukan tujuan,bukan final. finalnya adalah ke Allah dan Allah saja. bahkan “kasyaf” pun bukan tujuan akhir karena kasyaf sendiri adalah salah satu jalan untuk bisa menjadi “kekasih Allah”, membuka mata hati dan pikiran, membedakan yg benar dan tidak benar. jadi selama perjalanan ini kita dijalankan oleh Allah bahkan mungkin dibukakan sesuatu oleh Allah, itu adalah hak DIA justru kita harus semakin berhati-hati. kalau saya ini jujur ndak bisa apa2. itu semua dari guru2 dan saya hanya menyampaikan kok mas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: