Posted by: Tohar | May 18, 2009

dzikir adalah laku


Dzikrullah adalah mengingat Allah. Dzikir tidak identik dengan duduk berjam-jam dalam kamar atau berdiam di dalam masjid lalu wirid ini dan itu. Itu adalah salah satu contoh dzikir dan dzikir seperti itu adalah mudah dan semua orang bisa melakukannya. Namun apakah dzikir seperti itu yang sesungguhnya diinginkan?

Pernahkah mendengar pepatah “ngambil air tapi airnya tidak berombak”, mandi tapi tubuh tidak basah? Itu adalah pepatah yang menjelaskan tentang “topo ngrame” yaitu bagaimana kita bisa menciptakan keheningan dalam keramaian, bagaimana mengisi hati ini dengan “INGAT” kepada Allah dalam kondisi apapun dan dimanapun. Mudahkan???

Puncak dari segala puncak dzikir adalah “LAKU” hidup yang kita jalani keseharian yaitu tutur kata dan perbuatan sudah mencerminkan AL QURAN. Tidak aniaya, tidak menyakiti orang lain, tidak berbohong, tidak marah, tidak mencuri, tidak ghibah, tidak sakit hati, tidak tersinggung. Ini adalah “DZIKRULLAH”. yang sesungguhnya.

Ditulis dari Bagian Perjalanan Jiwa
18 Mei 2009 – 16:30 WIB


Responses

  1. Ya Allah mudah2n hamba adalah hamba yg sll bs berdzikir dengan ikhlas..amin ya robbal ‘alamin

  2. Amin. Kita ini sama-sama belajar, berbuat kebaikan dan kebajikan. Dengan tujuan akhir adalah selamat di dunia dan akhirat.

  3. ahklaq Rosul saw adalah Al Qur’an maka jadilah Al Qur’an berjalan dimuka bumi ini.

  4. Setuju mas. Itu lah yang harus kita teladani.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: