Posted by: Tohar | May 21, 2009

Bersyukur untuk mengenal Allah (1)


Dalam dunia toreqoh atau makrifat siapa yang tidak kenal istilah “Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu, artinya barang siapa mengenal dirinya, maka akan mengenal Tuhannya. Dalam pengertian “khusus” maka “nafs” disini adalah jiwa, sehingga bagi yang menjalani toreqoh atau makrifat, si pelaku harus bisa bisa bertemu dengan “nafs” ini. Dan, setelah bertemu, barulah merasa…. aku sudah mengenal diriku sendiri. Tidak salah pengertian seperti itu, tetapi apakah untuk mengenal Allah harus bisa bertemu dengan si “Nafs” ini, yang dunia kejawen kadang disebut dengan kembaran atau Guru Sejati seperti yang diceritakan dalam kisah “DEWA RUCI”. Nafs tidak untuk ditemui, karena nafs adalah urusan Allah dan kalau memang Allah berkehendak, tanpa kita mintapun kita akan bertemu dengan nafs ini bahkan juga bisa bertemu dengan roh idhofi.

Pepatah mengatakan ada beribu jalan ke Roma, artinya ada banyak sekali cara untuk bertemu atau mengenal Allah. Cara yang paling sederhana adalah “BERSYUKUR”. Bersyukur tidak perlu jauh-jauh, cukup mengamati “diri sendiri” yaitu TUBUH ini. Membahas TUBUH ini lengkap dengan segala organ tubuh, kelenjar, sampai nafas ini lepas dari tubuh tidak akan selesai, karena tubuh ini sudah mengandung badan wadag dan badan metafisika, metafisika adalah unsur-unsur yang tidak kelihatan secara mata telanjang, seperti kelenjar getah bening, zat amilase, protein, gula darah, adrenalin, insulin, bakteri dan sebagainya.

Seringkali tidak pernah terbayangkan bagaimana sistem tubuh ini berfungsi, bagaimana bakteri yang dalam mulut ini mulai bekerja sampai bakteri yang ada di lambung dan usus halus. Apakah kita kira, bakteri-bakteri atau mikroba ini bekerja sendiri tanpa ada yang mengaturnya? Andai saja Allah memerintakan kepada seluruh bakteri dan mikroba untuk “BERHENTI” beraktifitas selama 1 jam saja, apa yang akan terjadi?

Ketika makanan masuk ke mulut dan dikunyah, maka bakteri yang ada dalam mulut ini mulai mengurai tahap awal dan kemudian makanan masuk ke lambung. Dalam lambung ini bakteri pengurai semakin giat bekerja dan kemudian makanan masuk ke dalam usus halus. Didalam usus fungsi bakteri pengurai semakin merajalela sehingga makanan bisa diproses dengan sempurna. Zat-zat seperti karbohidrat, protein bisa diserap oleh organ-organ tubuh yang lain dan sisa yang tidak bisa diurai akhirnya lari ke usus 12 jari dan akhirnya dikeluarkan menjadi feses.

Karena Allah sudah memerintahkan semua bakteri berhenti bekerja selama 1 jam, maka akhirnya makanan yang masuk ini tetap utuh, tidak bisa diuraikan dan efek yang timbul pertama kali adalah mual, kembung dan sebagainya. Secara otomatis karena makanan tidak diproses, maka organ-organ tubuh yang lain tidak bereaksi, pangkreas tidak mengeluarkan zat amilase, lambung tidak mengeluarkan asam lambung dan karena asam lambung tidak keluar maka seluruh organ tubuh juga tidak bekerja dan secara otomatis akhirnya “MATI”. Ini baru contoh kecil dari bakteri dalam tubuh. Belum lagi bakteri di alam raya ini berhenti bekerja, maka semua kotoran, sampah dsb tidak bisa diurai dan akhirnya sampah akan menggunung dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Contoh yang kedua adalah, andai kata Allah memerintahkan jantung ini berhenti memompa darah 2 detik saja, maka apa akibatnya. Akibatnya tidak lain adalah “KEMATIAN”. Andai saja Allah memerintahkan MATA ini berhenti berkedip selama 5 menit saja, maka apa akibatnya? Debu dan kotoran akan nempel di mata. Andai saja Allah memerintahkan kelenjar air ke mata untuk berhenti mengeluarkan air selama 1 hari saja, maka akan menjadi kering dan iritasi sehingga bisa mengakibatkan “KEBUTAAN”. Kalau sudah kering, akhirnya kita ke DOKTER. Dokter sendiri tidak bisa mengobati, dia kan juga mengalami sakit yang sama, air matanya juga tidak keluar. Kalau sudah seperti ini siapa yang bisa menolong?

Apakah kita kira kita bisa hidup sendiri, mengandalkan ke “AKU” an. Karena sifat ke AKU an inilah maka Allah yang akan mencabut AKU dalam diri ini dengan cara sentilan-sentilan kecil dan ternyata AKU tidak berdaya. Contoh lain, ketika ke AKU an ini tinggi, maka Allah lalu menyentil AKU yang ada di dada, maka jadilah stroke. Kalau sudah stroke, apa bisa “petentang-pententeng”, menantangi orang untuk diajak berantem?

Ternyata diri ini sangat lemah dan lemah. Tidak ada yang bisa kita banggakan dihadapan NYA?

(Bersambung)


Responses

  1. he..he..he, setuju mas tohar, saya baru mau ngelanjutin nulis anatomi yang kedua tapi intinya nantinya hampir sama, tapi mungkin nuntasin hutang nulis tombo ati dulu

  2. silahkan mas, dituntasin biar bermanfaat bagi sesama. soal isi hampir sama tidak ada masalah kok mas. malah akan semakin menanbah wacana. maka benar adanya bahwa meskipun air laut dijadikan tinta dan bumi ini dijadikan kertas, tidak akan cukup untuk menulis ayat-ayat Allah.

  3. Ass wr wb, salam kenal mas Much. Alhamdulillah Allah SWT menggiring saya sampai disini untuk “ngangsu kawruh” Terima kasih atas ilmu2 nya. Trm ksh juga pd Pakde Abu yang telah mengantar saya kemari. Smg rahmat dan hidayah Allah SWT selalu dilimpahkan pd qta semua.

  4. waalaikum salam mas. matur nuwun sudah sudah mampir ke blog ini. masih belepotan sana-sini mas, maklum saya baru belajar. nyuwun dikasih masukan saja kalau ada yg kurang dan semoga ini bisa menambah keimanan kita kepada Allah. Saya juga belajar pada mas abu kok.

  5. saat nabi Musa bertemu dengan nabi Khidir, dalam akhir pertemuan mereka nabi Khidir berpesan “mungkin ada bagian ilmu dari Allah yang diberikan oleh Allah kepadaku dan ada sebagian ilmu dari Allah yang Allah berikan padamu sedangkan aku belum tahu”, jangan tempatkan saya didepan saya juga sama-sama belajar dengan anda-anda semua, kita semua sejalan seiringan sama-sama belajar pada Allah, kebenaran hanya milik Allah saudara-saudara ku, jangan berada dibelakangku tapi mari berada disamping ku.

  6. setuju mas.. saling belajar. saling melengkapi karena memang tidak ada yang sempurna. saya sebut saudara seperjalanan.

  7. setuju


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: