Posted by: Tohar | May 25, 2009

Jangan Emosi


Penyakit yang paling berbahaya adalah “EMOSI”, apapun bentuknya, kapanpun dan dimanapun. Makanya ketika sedang emosi, jangan berkata-kata, lebih baik diam atau berlalulah dari tempat itu biar emosi tidak berkembang. Atau, jangan pula EMOSI ini ditahan, karena kalau ditahan, suatu saat akan meledak dan efeknya akan semakin berbahaya. Jangan pula sengaja diledakkan, karena efeknya akan terasa spontan. Yang paling ideal adalah “JANGAN” menganggap ada, atau jangan rasakan apapun perbuatan maupun ucapan orang. DENGAR kan saja, cukup dengarkan, lalu cobalah untuk mengerti kenapa orang lain tersebut “marah”.

Jangan pula menyampaikan “NASEHAT” ketika sedang emosi karena sebaik apapun nasehat itu kalau disampaikan dalam keadaan emosi, hasilnya akan berbeda. Tunggu kondisi sudah “cooling down” baru kemudian ajak “bermusyawarah”. Kalau diajak bermusyawarah masih tidak mau, doakan saja agar orang tersebut mau berubah menjadi baik. Selanjutnya itu sudah menjadi urusan ALLAH.

Jangan pula “MENCEMOOH” orang yang berbuat kesalahan tersebut karena itu adalah pelajaran yang berharga buat kita. Pelajaran agar jangan sampai kita berbuat yang sama seperti dia. Jangan pula “MEMBENCI” karena kita tidak punya hak untuk membenci. Tugas dan kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah “RAHMATAN LIL ALAMIN” bagaimana kita bisa menebarkan dan berbuat rahmat (kebaikan) kepada seluruh umat.

Hal yang bisa dipetik adalah “DIBALIK” dari setiap kejadian itu. Kejadian itu bisa terjadi karena ijinnya ALLAH. Jadi kalau kita mencemooh, membenci itu sama saja kita mecemooh dan membenci ALLAH. Ini adalah hakehat yang tersembunyi. JADILAH PEMAAF, tapi berilah MAAF dalam kondisi SADAR.. bukan dalam kondisi EMOSI. Memberi maaf dalam kondisi emosi tidak ubahnya kita berada dalam ruangan panas dan mengipasi diri dengan kipas angin, tidak ada pengaruhnya, kalaupun ada sangat dikit. Lain halnya kipas angin dalam kondisi tidak panas, akan menyejukkan. Ini adalah analogi yang sama.


Responses

  1. ehm, EMOSI atau Marah nih yang harusnya ditulis? kalau emosi itu bukannya melibatkan unsur, marah, sedih, bahagia, dll mas? CMIIW

  2. lihat dada kita kalau lagi sempit, ya tentunya bakal diseret-seret sama file, presepsi, sudut pandang, dan yang datangnya dari luar sana.

    tapi kalau dada kita lagi luas, tentunya seperti lewat doang, apapun yang masuk melewati indera2 kita seperti angin semriwing yang lewat.

    mas filenya insyaallah besok dilanjutkan

  3. untuk mas abu, emosi yang di atas adalah emosi dalam artian marah. untuk mas abdul, tak tunggu file-filenya yang lain. matur nuwun.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: