Posted by: Tohar | May 25, 2009

Sakit mata


Alangkah indahnya dunia ini ketika kita bisa menatapnya, tetapi keindahan ini tidak akan berarti ketika mata ini sedang sakit. Sakit mata yang paling sederhana adalah “beleken”, maka berair dan keluar kotoran terus. Untuk yang parah jadilah katarak bahkan kebutaan.

Mata adalah wujud dari kesifatan YA BASHIR, yang Maha Melihat, artinya, gunakanlah mata ini untuk kebaikan, jangan digunakan bukan yang selain untuk ALLAH. Karena ketika “limafisudur” ini diwujudkan oleh ALLAH dan yang diperlihatkan ini adalah yang jelek-jelek, maka kita tidak akan sanggup menolaknya. Ditinjau dari segi psikoterapi, sakit mata timbul karena sifat atau perilaku yang kurang “baik” alias tidak “patrap” yaitu diantaranya

– suka meremehkan orang lain atau suka memandang rendah orang lain
– suka melihat kesalahan orang lain ibaratnya kunang-kurang diseberang lautan tampak, tetapi
gajah dipelupuk mata ini tidak kelihatan.
– senang mencari-cari kesalahan orang lain

Kalau sifat-sifat seperti itu dilakukan hari demi hari, maka jangan salahkan kalau suatu ketika Allah menyentil kita tepat di organ mata ini. Karena, mata bukanlah digunakan untuk melihat kesalahan atau kejelekan orang lain, melainkan, gunakanlah untuk kebaikan. Ketika tahu tentang kejelekan orang lain, biarkan saja, jangan terus dikomentari macam-macam atau malah diceritakan kepada orang lain lain. Kalau mampu, ingatkan dengan cara yang santun. Juga ketika diberi nasehat oleh teman, saudara dll, diterima saja, jangan remehkan, jangan milih-milih.

Jadi ketika sedang terkena sakit mata, entah mata merah dan berair atau bahkan katarak, bersegeralah untuk minta ampun kepada Allah, introspeksi diri sedini mungkin. Lihat diri ini, punya salah yang seperti apa. Insyaallah kalau sudah ketemu, itu berarti adalah awal kesembuhan. Setelah itu berdoa saja minta kesembuhan kepada Allah. Kalau untuk obat luar, bisa gunakan air rebusan daun sirih untuk cuci mata atau bisa menggunakan obat sakit mata yang lain. Kalau kasusnya berat seperti katarak, doa satu kali tidak cukup, perlu keseriusan dalam berdoa dan memperbaiki perilaku yang tidak baik. Tanpa operasipun lapisan katarak yang menutupi kornea, bisa luntur dengan sendirinya atas ijin ALLAH.

Amin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: