Posted by: Tohar | May 28, 2009

Syirik modern


Jaman dulu para jawara selalu mempunyai pegangan entah itu keris pusaka, tombak atau sifat piandel lainnya termasuk aji-ajian seperti ajian lembu sekilan, ajian brojomusti, tameng wojo dll. Itu dulu, tetapi dengan seiring perkembangan jaman, sifat piandel itu mulai berkurang lalu mulailah berganti dengan “pegangan” yang lain seperti jimat, rajah, wifik, sabuk. Dengan pegangan itu maka seseorang menjadi semakin PD. Nah, bagaimanakah dengan “PEGANGAN” modern ini, apakah masih tetap ataukah sudah bergeser? Jawabnya adalah tergantung pada siapa dan kasusnya seperti apa. Sebagian masih memiliki pegangan spt itu, tetapi yang lain pegangan sudah tidak memakai lagi tetapi sudah dibungkus dengan label-label tertentu misalnya “Gelang” kesehatan, kalung kesehatan dll.

Kalau jimat dan sejenisnya, sudah nampak jelas unsur kesyirikannya, namun bagaimana dengan gelang atau kalung kesehatan tersebut. Berhati-hatilah… karena bedanya syirik sama yang “haq” itu setipis rambut. Dalam setiap iklan, jelas nampaklah “kesombongan” yang tersembunyi “penyakit jantung, kolesterol, diabetes… atasilah dengan………. Wuih…nampak yakin sekali dengan gelang atau kalung tersebut sudah bisa mengatasi penyakit kronis. Hebat ya…Ketika meyakini bahwa benda ini memiliki khasiat “PENYEMBUH” maka itu sama saja sudah menyamakan benda tersebut dengan ALLAH. Padahal ALLAH tidak bisa disamaakan dengan apapun. Dan… kalau sudah seperti ini sudah jelaslah apa hukumnya. Jadi kalung atau gelang itu tidak ubahnya seperti jimat atau pusaka jaman dulu..bedanya kalau sekarang tanpa menggunakan rajah atau minyak, kalau jimat yg dulu kental unsur magisnya.

Sekali lagi.. berhati-hatilah…yakinlah bahwa kalung dan gelang itu adalah benda mati, tidak ada manfaatnya. Jangan kita tukar “tauhid” kita dengan benda seperti itu. Yakinlah bahwa yang menyembuhkan adalah ALLAH.


Responses

  1. setuju mas, itu kalung dan gelang ksehatan yang diiklankan bisa mengikis akidah pemakainya bila tidak hati-hati, meskipun kadang kalau diingatkan jawaban mereka ini khan sebagian dari usaha kita untuk berikhtiar mendapatkan kesehatan dari Allah.

  2. Saat Awal mungkin tujuan mereka memakai gelang dan kalung tersebut adalah sebagai bagian ikhtiar, namun lama-kelamaan mereka menyakini “kalau sehari mereka gak pakai rasanya badan gak enak, yang masuk anginlah, yang kesemutan lah’ intinya itu macam-macam benda tersebut telah mensugesti pikiran mereka dan membuat ketergantungan pada mereka, inilah haram nya benda-benda tersebut disini

  3. artinya “bisa bergeser” mas. jadi kita memang harus hati-hati. ketika muncul rasa tidak PD atau perasaan tidak nyaman karena tidak mengenakan kalung tsb.. ini bisa berbahaya.

  4. jangan underestimate dulu. syirik adalah maind set. orang yg ngak percaya Allah itu syirik. kalo masalah gelang kalung dll yg punya khasiat tertentu itu bisa di buktikan secara ilmiah apakah itu syirik?, karena ada bahan yg ada di alam semesta ini mempunyai khasiat/kegunaan tertentu. contoh magnet alam, anak kalau panas di kasih daun dadap serep sembuh apakah syirik? kita pergi ke dokter sembuh juga syirik? JADI SYIRIK ITU ADA DI HATI BUNG!
    KITA PERGI KEDOKTER SEMBUH TERUS MENGUNGGULKAN KEMAMPUAN DOKTER ITU TANPA ADANYA CAMPUR TANGAN DARI ALLAH KESEMBUHAN KITA ITU BARU SYIRIK!
    BANYAK ORANG BERKATA SYIRIK KETIKA KITA BERDOA TERHADAP AIR LALU DIMINUM UNTUK KESEMBUHAN PENYAKIT KITA. TAPI ITU SEMUA BISA DIJELASKAN OLEH SEORANG PROFESOR JEPANG BAHWA AIR YG DI DOAKAN AKAN BERSIFAT POSITIF BAGI TUBUH, NAMUN BILA AIR ITU DIKATA-KATAI JOROK MAKA AKAN BER DAMPAK NEGATIF PADA TUBUH.

  5. tulisan diatas bisa dibaca dengan lebih jernih dengan tenang dan mas wolo wolo kuwato bisa mengambil inti dari tulisan di atas. apa yang saya ulas adalah jika MEYAKINI ketika menggunakan ini dan itu, sama saja ketika minum obat tertentu dan MEYAKIKI obat itulah yang MENYEMBUHKAN itu adalah syirik. kira-kira makna tulisan diatas sama dengan komentar mas ndak??? he he he he salam kenal mas. terima kasih sudah mampir. terima kasih masukannya.

  6. tambahan :
    bahkan meyakini misalnya karena DOA saya, maka rezeki saya lancar. bahkan meyakini karena SHOLAT saya, saya masuk surga, itu juga disebut RIYA. manusia ini hanya digerakkan, dan ada yang menggerakkan. manusia adalah makhluk, tumbuhan adalah makhluk, semua tidak punya kuasa apa2. yang punya kuasa adalah ALLAH, jadi yakinlah bahwa ALLAH yang bisa menyembuhkan atau mengabulkan.

  7. SETUJU….silahkan pakai kalung dan gelang dan sebagainya namun jangan samapai diri anda merasa bergantung dan merasa yang anda pakai tersebut istimewa….jika ini terjadi maka hati-hati bahwa qulub anda telahtermasuki bibit-bibit syirik.

    Syirik khofi itu sangat samar mas wolo-wolo kuwato, dalam suatu hadits yang pernah saya dengar; bahwa Rosulluloh saw itu lebih khawatir umatnya kan terjebak akan syirik ini, sabda beliau syirik itu seperti semut hitam yang berjalan dibatu hitam ditengah gelapnya malam.

    Hati-Hati

  8. tambahan :
    syirik kofi dijelaskan di surat as-syuura ayat 20.

  9. mas penulis….di masyarakat ada yang memagari rumah nya dengan batu yang di isi dengan do’a2 dari ayat2 al- qur’an tanpa persyaratan yang aneh2 kemudian batu trsb di tanam di setiap pojok pekarangan rumah. harapan dari pelakunya sih supaya dengan do’a yang sudah dibacakan di batu trsb yang punya rumah tidak di ganggu oleh mahluk2 yang tidak bisa kita lihat. apakah itu termasuk syirik? ada juga yang mengatakan kalau menaburi garam disekeliling rumah jin nggak berani masuk karena jin takut sama garam , apa itu syirik ? mohon jawabannya

  10. menurut saya (untuk jawaban buat mbak eny) itu termasuk syrik. bahkan cara-cara itu tidak sesuai dengan tuntunan rosul saw, membaca ayat-ayat tertentu dalam Al Qur’an (apapun itu-hendaknya) niat nya adalah ihklas karena Allah bukan karena lain-lain.

  11. Menjawab pertanyaan Mbak Eny, setiap apa yang diciptakan Allah sudah memiliki kodratnya masing-masing dan seperti halnya manusia, batu maupun garam juga memiliki kekuatan alam yang alami karena asli dari Allah, atau batu dan garam juga mengikuti sunatullah.

    Dipandang dari unsurnya, batu memiliki karakteristik yang dingin, garam juga demikian, maka ion-ion yang tersebar juga beraura dingin, adem. Itulah kenapa candi dibuat dari Batu, sehingga kesan yang muncul adalah adem, tenang, juga ada aura kekuatan yaitu KOKOH. Inti dari garam adalah air dan air sifatnya juga dingin. Maka dalam dunia metafisik, batu dan garam sering digunakan sebagai MEDIA atau alat bukan SUBYEK.

    Nah, sehubungan dengan syirik, maka ada 3 tingkatan. Tingkatan yang pertama adalah kesadaran awal. Ketika batu atau garam itu setelah dibacain doa-doa, lalu ditanam atau disebar di sekitar rumah, dan lalu tersugesti batu dan garam ini bisa mengusir jin-jin, bisa menjaga rumah dari pencuri dll, maka batu dan garam ini secara otomatis dianggap memiliki kekuatan, maka orang ini berada dalam wilayah kesadaran yang paling rendah.

    Kesadaran kedua adalah menyadari bahwa batu ataupun garam ini hanya sebagai ALAT alias media, atas ijin Allah batu dan garam ini bisa mengusir jin atau syetan tetapi fokus masih berada di batu dan garam. Satu hal sudah menyebut Allah, tetapi hal yg lain masih yakin sama batu atau garam. Tanpa batu dan garam, kurang afdol katanya.

    Kesadaran ketiga adalah menyadari bahwa batu dan garam ini hanya sebagai ALAT dan atas perkenan ALLAH, ini bisa mengusir jin atau syetan, tetapi fokus kita sudah bukan di batu atau garam, tetapi sudah di ALLAH. Artinya ALLAH menjadi prioritas. Kesadarannya sudah melampaui batu dan garam dan yang ada hanyalah ALLAH. Kita sudah tidak terpaku lagi dengan batu atau garam, karenaitu hanya sebuah alat. Seperti halnya kita mau ke kantor, kita menggunakan motor, tetapi tujuan saya bukan ke motor ini, melainkan tujuannya adalah KANTOR. Batu dan garam adalah milik Allah, nah kita nembung kepada yang memiliki-NYA, meminta ijin-Nya untuk digunakan sebagai ALAT saja.

    Nah penjelasan di atas sudah bisa menjawab pertanyaan Mbak Eny dan tinggal kita ini seringnya berada di wilayah kesadaran yang mana? Apakah kesadaran pertama, kedua ataukah ketiga. Silahkan dipahami.

  12. Iya cak.. jawaban dengan bahasa yg berbeda. Biar lebih paham dan tidak frontal.

  13. Matur nuwon Kang Tohar telah dilengkapi jawaban saya.

    Memang setuju, dari unsur awal memang ada sifat bawaan yang dimiliki oleh setiap unsur yang Allah ciptakan dimuka bumi ini dengan karekteristik tertentu.

    Dan, akan menjadi syrik saat makan (pemahman) dalam diri kita bahwa dengan faedah batu atau benda2 tersebut kita bisa berhasil atau lain-lain, dan atau sampai kita menjadi ketergantungan dengan unsur-unsur tersebut dan sampai menyakini kalau tidak pakai ini maka pasti akan begini dan begitu maka itu sudah menjadi syrik.

  14. Seperti halnya kenapa dulu air putih digunakan sebagai media untuk pengobatan adalah sifat air adalah suci, dingin dan bisa melunturkan unsur-unsur negatif. Air yang diberi doa, maka partikel-partikelnya akan semakin mengumpul dan kalau diperhatikan akan berpijar seperti halnya percikan-percikan kembang api dan partikel-partike ini semakin rapat dan berputar. Ini adalah sebuah daya Ilahi yang turun melalui sebuah doa. Namun sekali lagi, bukan air atau doa yang membuat sembuh tetapi kuasa Allah lah yang menyembuhkan.

    Kembali kepada syirik, diperlukan satu pemahaman yang mendalam tentang pilah-pilahan syirik dan dengan memahami maka akan semakin jelas mana yang Haq dan mana yang syirik. Pengertian syirik alias dosa besar yang tidak terampuni adalah ketika pemahaman kita sudah berada di wilayah ketiga tetapi malah kembali kepada pemahaman yang pertama. Kalau memang belum memahami, maka itu sudah berada di luar konteks dan harus diluruskan. Sudah diluruskan namun masih tetap berkecimpung di pemahaman nomor satu tadi, maka biarlah itu menjadi urusan dia sendiri dengan Allah.

  15. punteng kang ikutan ….tingkatan iman manusia berubah-ubah.. he he…apalgi tingkatan pendidikan dan pergaulan…yg menngah k atas imannay mungkin ke hati-hatiannya tinggi dan punya prinsip dasar2 ilmu akidahnya kuat. nah yng menengah k bawah…ini yang sangat perlu d perhatikan …sementara yang meminta k orang2 yng d percayainya mempunyai ilmu kebatinan lalu mereka biasanya kasih jimat2 seperti batu atau yng lainya…itu pasti syirik kang apalgi ada sesaji menggundang keruhun…itukan sama aja berteman dengan setan ya….jadi klu ada keraguan dan belum tau betul kita tanya pada guru ngaji dari pada kita sesat , dan klu kita yakin tau ini datangnya dari Allah issya Allah TIDAK

  16. setuju mas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: