Posted by: Tohar | May 31, 2009

Menentukan Jalan Kematian


Setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian. Jadi takut atau tidak takut, mau atau tidak mau, kita ini pasti mati. Juga tidak ada yang perlu ditakutkan dengan kematian ini karena sesungguhnya mati adalah awal dari kehidupan baru yang “SEBENARNYA”, kehidupan abadi yang “SESUNGGUHNYA”.

Allah memberikan “HAK” mutlak kepada manusia untuk memilih jalan kehidupan dan kematian sendiri-sendiri. Jadi bukan malaikat yang menentukan mati ini, tetapi kitalah sendiri yang menentukan MATI ini. Malaikat hanyalah “MENYEMPURNAKAN” nya. Kok aneh ya? Bukanlah nanti malaikat IZROIL yang mencabut nyawa. Iya, memang beliaulah yang mencabutnya, tetapi dia adalah “petugas ALLAH” bukan asal main cabut seperti Satpol PP, ada unggah-ungguhnya ada tata cara, ada sopan-santunnya.

Menentukan jalan kematian bukan berarti saya akan mati umur 100 tahun atau 200 tahun tetapi menentukan jalan kematian yang baik adalah yang “khusnul khotimah”. Emang bisa? Kenapa tidak bisa, kan hak ini sudah diberikan kepada manusia berupa “IMAN” dan iman adalah AKAL juga ROSO. IMAN adalah penentu jalan kematian itu. Mau mati dalam keaadan KAFIR atau ISLAM, silahkan pilih salah satu. Milih kafir berarti Opsi sudah jelas… NERAKA sudah kelihatan. Milih ISLAM berarti surga pun sudah kelihatan. Jadi mau surga atau neraka, bukan tergantung pada orang lain, tetapi DIRI ini sendiri kan?

Memilih jalan mati adalah sama ketika mau nonton bioskop, kita sudah membeli tiket nya. Jadi ketika sudah sampai didepan pintu, tinggal menunjukkan tiket itu dan petugasnya tinggal mempersilahkan masuk dengan baik bahkan dicarikan tempat yang kosong. Tiket itu tidak lain adalah “IMAN” dan iman terbagi menjadi 2, RUKUN IMAN dan RUKUN ISLAM. Kedua rukun itu adalah tiket tersebut.


Responses

  1. mati kita dekat dengan kebiasaan2 kita
    klau selalu dzikir, matinya dekat dengan dzikir
    klau selalu lalai, matinya dekat dengan lalai
    klau selalu maksiat, matinya dekat dengan maksiat
    klau selalu taqwa, matinya dekat dengan taqwa
    dst.

    mati itu rahasia Ilahi
    namun perjuangan pendekatakan kita kepada-Nya telah sampai dimana? itulah posisi kita sesungguhnya.
    dan perjuangan2 kita itu insyallah tidak akan sia2
    semoga..

  2. niat baik dijalankan dengan baik, diikuti dengan doa yang baik, insyaallah mendapatkan hasil yang baik. itulah sunatullah. semoga kita termasuk orang-orang yang sholeh dan mati dalam keadaan islam. amin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: