Posted by: Tohar | June 1, 2009

Ilmu Khasyaf


Khasyaf bermakna “terbuka” nya tabir atau hijab. Dengan terbukanya tabir ini banyak yang berasumsi “tembus pandang” akan sesuatu terutama dihubungkan dengan soal terawang-menerawang atau meneropong atau melihat sesuatu yang tersembunyi. Namun apakah khasyaf hanya terbatas soal teropong-meneropong atau terbukanya alam ghaib? Itu adalah istilah khasyaf yang disampaikan oleh tokoh-tokoh kebatinan. Alangkah sempitnya istilah ini bermakna. Terbuka tidak harus tembus pandang. Terbuka berarti mengerti, memahami akan sesuatu. Jadi makna khasyaf ini sangat luas. Kalaupun anda dikaruniai karunia tertentu seperti bisa melihat alam ghaib, syukurilah, itu adalah anugerah ALLAH. Gunakan untuk kebaikan dan janganlah terpaku pada alam ghaib itu sendiri, istilahnya jangan berlari ditempat. Itu hanyalah “PANJATAN”saja.

Banyak sekali tingkatan atau macam “khasyaf” ini dan setiap orang tidak akan sama. Khasyaf ini tidak bisa dipelajari namun khasyaf hanyalah salah satu bagian dari proses seseorang itu mendekat kepada ALLAH. Anda membaca Al Quran dan kemudian diberi kemampuan hafal 30 JUZ, itu adalah artinya anda sudah khasyaf. Kemampuan memahami matematika dan kemudian mampu untuk mengajar matematika kepada para murid, itu juga khasyaf dalam ilmu matematika. Bisa berbahasa asing lebih dari 3 misalnya, juga bisa disebut khasyaf. Para dai atau ustad yang mendidik para santri, juga bisa disebut khasyaf. Para ahli telekominasi yang bisa membuat handphone, juga disebut kasyaf. Bahkan para pemimpin negara pun bisa disebut khasyaf karena bisa memimpin negara dengan baik.

Khasyaf, dalam arti yang lebih luas adalah kemampuan seseorang akan sesuatu dan kemampuan itu bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Khasyaf dalam arti yang lebih khusus adalah kemampuan diri untuk mengenali sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran diri menuju kepada kesadaran ABSOLUT yaitu ALLAH. Ini adalah ilmu khasyaf yang sesungguhnya. Karena dengan ilmu khasyaf ini, seseorang sudah bisa membedakan hal yang baik maupun hal yang buruk. Dengan kesadaran ini, maka tidak ada niat selain hanya kepada ALLAH, berbuat baik kepada siapapun yang ditemuinya, mampu menempatkan diri dimanapun berada, terlebih dihadapan ALLAH.

Jadi janganlah tergiur ilmu khasyaf seperti yang diyakini tokoh-tokoh kebatinan itu. Karena sesungguhnya ketika khasyaf ini ditelurusi lebih lanjut.. semuanya menjadi tidak ada. Bahkan ketika alam ghaib itu ditelusuri lagi, juga akan hilang, alias kosong alias tidak ada apa-apa. Kalau tidak percaya.. silahkan untuk membuktikannya sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: