Posted by: Tohar | June 8, 2009

Mau merubah, mulailah dari diri sendiri


Merasa di dholimi lalu berdoa kepada Allah mohon dan lalu berharap agar orang yang mendholimi itu dirubah oleh Allah menjadi baik, tetapi kenyataanya orang itu masih tetap seperti semula, tidak ada perubahan. Adakah yang salah dengan doa ini?

Tidak ada yang salah dengan doa itu, yang salah adalah diri kita sendiri. Sudahkah kita berubah menjadi baik dulu. Caranya adalah hati ini jangan sampai hasut, jangan sampai jengkel kepada orang lain (orang yg mendholimi itu). Mulailah menilai diri sendiri, apakah diri ini sudah benar, sudah baik. Lalu, jangan-jangan kita sendiri malah yang salah karena kita sudah bersuudzon kepada dia (orang lain). Kalau sudah suudzon, artinya kita sendiri yang salah karena niat baik orang lain itu malah kita anggap hal yang buruk. Dess.. artinya doa kita salah sasaran.. harusnya doa itu kita tujukan kepada diri kita sendiri.

Jadi kesimpulannya adalah “jangan lah bersuudzon kepada siapapun”. Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan, tetapi semut diseberang lautan tampak. Artinya….sebenarnya diri ini penuh dengan dosa yang bertumpuk tetapi hobby mencari kesalahan orang lain selalu kita pupuk terus. Kalau memang mau merubah orang lain menjadi baik.. maka langkah pertama adalah diri ini harus baik dulu, harus lurus dulu.. Kalau sudah baik.. sudah benar.. dan sudah lurus.. maka otomatis orang lainpun akan ngikut dengan sendirinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: