Posted by: Tohar | June 10, 2009

Efek samping dari emosi


Pernahkah kita menyadari bahwa emosi orang tua akan merembet ke anak. Kalau yang suka emosi Bapaknya, maka yang kena efeknya adalah anak ceweknya, dan sebaliknya. Jadi istilahnya itu adalah gen silang alias X dan Y seperti pelajaran BIOLOGI di SMA dulu. Saya ada cerita dan kebetulan kondisi ini tidak cuma satu atau dua orang, jadi saya memang sengaja melakukan survey, tentunya secara diam-diam dan survey ini selain saya lakukan di keluarga saya sendiri, juga keluarga saudara dan juga teman-teman.

Kasus yang pertama adalah berhubungan dengan anak, khususnya anak yang kedua, mau cewek atau cowok, pokoknya anak yang nomor 2. Saya baru sempat mengamati 7 keluarga dan ke 7 keluarga itu mengalami hal yang sama yaitu anak nomor 2 itu nakalnya luar biasa, susah diatur, bandel, penginne main, ndak mau belajar dll. Analisa saya yang pertama adalah ketika anak ini masih dalam kandungan, entah Bapaknya, entah Ibunya biasanya kurang perhatian dengan kondisi sang janin, dan cenderung cuek, cuek karena sudah pernah hamil, jadi intinya adalah kurang perhatian (disekitar itulah). Ke 7 orang tua itu (bapak dan ibu) mengakui bahwa selama kehamilan memang ada kecenderungan “kurang” perhatian sehingga dalam perkembangannya anak ini menjadi cuek juga kepada orang tua. Kalau dipandang dari segi “metafisik” maka ALLAH memang sengaja memperlihatkan atau istilah jawa adalah “MELEHKE”. Ini lho anakmu, cermin kelakuanmu, mungkin kalau dikeluarkan dalam bentuk kalimat akan seperti itu.

Kasus kedua berhubungan dengan kondisi “kesehatan”, yaitu sang anak ini sering sakit-sakitan (bersifat universal). Saya mencoba merunut dan mencoba berdialog, tapi dialog saya ini sengaja saya samarkan dan ternyata 100% membuktikan bahwa ketika kondisi emosi orang tua ini labil, maka akan merembet ke anak. Efek yang sering muncul adalah sakit panas. Contoh yang lain adalah sakit pilek dan batuk yang berkepanjangan dan ternyata memang salah satu dari orang tua itu 1. sering memendam masalah dan 2. adalah kalau ngomong itu ndak mau disela (pokoknya meninggi terus).

Ada juga kasus aneh, seorang anak divonis DBD dan sudah di Rumah Sakit selama seminggu tetapi suhu badan masih tinggi. Dan, ternyata, ketika ditelusuri, kedua orang tua, khususnya sang Ibu sedang memendam emosi yang luar biasa, jengkel sama suami. Akhirnya setelah ketemu akar permasalahannya dan setelah itu kedua orang tua anak ini saling menyadari serta saling memaafkan dan aneh ben ajaib, semua karena ALLAH, malam saling memaafkan dan paginya jam 9 anak langsung dibawa pulang dari RS karena sudah sembuh total.

Masih banyak lagi kasus seperti itu termasuk menyangkut sakit ataupun problematika yang lain, tetapi kesimpulan yang bisa saya petik adalah Perilaku orang tua akan berpengaruh kepada anak baik itu menyangkut kejiwaan maupun hal yang lainnya.

Jadi, “EMOSI” dari orang tua termasuk didalamnya adalah marah, tersinggung, jengkel dll.. akan bisa berefek langsung ke anak dan kalau pengin anak ini jadi baik.. maka kedua orang tua harus baik dulu.Insyaallah, jika akhlak kedua orang tua ini baik, maka secara otomatis akhlak anak juga baik dan insyaallah.. sakit ini jarang datang atas IJIN ALLAH.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: