Posted by: Tohar | June 15, 2009

Jangan jadi ular


Ular identik dengan racun alias identik dengan “mara bahaya” maka janganlah jadi ular. Ular tidak pernah tinggal di tempat terbuka, dia senang di tempat yang tersembunyi, dibalik batuan, dibalik rimbunan rumput dan sebagainya. Itulah ular yang dengan diam-diam menebarkan “hawa menakutkan” di sekitarnya.

Lidah ular selalu berada didepan kepala. Jadi kalau ditanya struktur tubuh ular, maka bagian paling depan adalah lidah ular. Kalau tidak percaya, amati ular, pasti lidahnya menjulur-julur terus dan amati pasti lidah ular itu bercabang. Makanya jangan jadi ular karena ular itu lidahnya bercabang 2, alias suka berbohong kalau berkata-kata alias antara mulut dengan hati tidak sama. Kalau lebih ekstrim adalah bernama “muna” alias MUNAFIK.

Ular juga menggak-menggok kalau berjalan, beranalogi suka mengumbar hawa nafsu, ya kadang baik, kadang juga berbuat tidak baik. Lebih ekstrim lagi “kurang tauhid”. Padahal yang diperlukan itu adalah lurus ke depan, sudah tidak menoleh ke kanan dan ke kiri karena ALLAH itu SATU. Menujulah ALLAH bukan yang lain. Luruslah seperti huruf ALIF dan jadilah ALIF.


Responses

  1. astagfirullohhal’adziim…… itu aku …… aku ………..itu aku…………… aku sih plenat plinut……………. ora nana pendirianne ………….. aku…. itu aku…………… ya allah ampuni aku……. aku…. aku….. ya allah…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: