Posted by: Tohar | July 9, 2009

Dunia ini seperti rujak


Makan ketimun terasa segar, tapi hambar. Ketika makan garam pun tidak enak hanya terasa asin saja. Bahkan ketika makan cabe hijau pun terasa tidak enak karena sangat pedas. Namun ketika ketimun, dicampur cabe, gula merah, garam, terasi, nanas, kedondong, jadilah RUJAK yang terasa sangat enak untuk dinikmati. Ada rasa pedas, tetapi pedas itu menambah rasa semakin enak. Ada rasa asin, manis dan rasa itu semakin menambah selera makan. Rujak ini tidak ubahnya kehidupan ini, ada susah, ada senang, ada yang jahat, ada yang baik. Rujak juga tidak ubahnya hal senang maupun tidak senang dalam hidup ini. Semua itu akan menambah kehidupan semakin berarti. Tidak akan mungkin hidup senang terus, dan juga tidak mungkin hidup susah terus. Selalu ada senang dan sisi susah silih berganti dan semua ini adalah proses untuk pendewasaan diri untuk lebih mengenal kepada yang menciptakan hidup ini. Jadi enak atau tidak enak adalah biasa, memang sudah disetting, sudah ada blue printnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: