Posted by: Tohar | July 12, 2009

Bangkitkan rasa perduli dan memiliki


Ada seorang pengemis tua sedang masuk ke restoran mewah namun tidak ada seorangpun yang perduli dan tetap makan dengan cueknya. Lalu sang pemilik restoran datang dan memberikan recehan 500 perak. Kejadian ini adalah hal yang sangat ironis dan menyedihkan tetapi terjadi setiap hari dan hanya sedikit diantara kita yang mau perduli dengan keadaan itu. Adakah yang salah dengan pengemis itu? Patutkah kita membiarkan pengemis itu tetap berdiri? Bolehkah kita memberikan “label” bahwa pengemis itu adalah orang yang malas bekerja?

Sekali lagi, ini adalah contoh kecil dan contoh kecil ini merupakan satu contoh ataupun pelajaran yang sangat berharga bagi yang mau memikirkannya. Coba bayangkan, seandainya pengemis itu adalah orang tua kita, saudara kita atau bahkan anak kita? Atau bayangkan seandainya kita sendiri yang menjadi pengemis itu? Bisakah kita membayangkan betapa dia sudah menahan malu harus mengemis, menadahkan tangan meminta-minta disepanjang jalan atau dari rumah ke rumah?

Tidak perduli karena tidak ada rasa memiliki, tidak punya rasa memiliki karena dasarnya tidak punya hati nurani sehingga semua kejadian adalah sudah biasa alias hambar. Bagi yang mengaku dirinya beragama Islam, bagi yang mengaku dirinya adalah seorang muslim, wujudkan rasa suci anda. Rasa suci itu adalah wujud dari sholat, menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar, wujud dari haji; berpakaian ihram, wuquf, melempar jumrah. Tidak perduli pada orang lain adalah perbuatan keji dan perbuatan keji ini harus dilempar jauh-jauh dari diri ini.

Bagi yang mengaku dirinya Islam, bangkitkan rasa kepedulian anda dengan bersedekah, zakat mal dll. Tidak usah curiga pengemis itu malas bekerja dsb, biarkan saja, kalau memang dia malas bekerja, biarkan itu menjadi urusan dia dengan ALLAH. Urusan kita juga dengan ALLAH, jadi wujudkan saja urusan ini. Berikan dan berikan…..tidak usah terpaku 2.5% dsb. Berikan sepanjang mampu….


Responses

  1. Berikanlah haknya pada yang meminta dan yang tidak meminta, disebagian hartamu ada hak orang lain yang Allah titipkan pada dirimu. dan Allah jadikan orang-orang miskin (yang meminta-minta itu) sebagai ujian bagi mereka yang Allah anugerahi limpahan rezeki yang lebih.

  2. 2.5% adalah syariatnya… tidak dihitung adalah hakekatnya. kapan saja ada yang membutuhkan, ya keluarkan saja. jangan sampai kita ini dianggap perhitungan padahal nikmat yg kita terima juga tidak bisa dihitung.

  3. Betul…Betul Kang, kalau gak ada 2.5% niscaya kebanyakan manusia menjadi bakhil dan semua raga manusia menjadi tercemari karena dalam yang kita konsumsi masih terdapat hak orang lain yang seharusnya kita sampaikan.

    Sedangkan setiap saat kita shadaqoh adalah zakat yang tak terputus oleh ruang dan waktu. Jika tidak mampu dengan harta, maka shodaqolah dengan ilmu, jika tidak mampu dengan ilmu maka dengan aklaqmu, jika tidak mampu dengan aklaqmu maka dengan perbuatanmu mau menolong orang lain, jika tidak mampu lakukan dengan senyuman dan jagalah lidahmu.

  4. cocok.. setuju. matur nuwun tambahannya.

  5. setuju mas Much dan juga tambahannya pakde Abu, maaf ini telat meresponnya. Dan ini sedikit berbagi, segera laksanakan niat baik itu selagi mampu, jangan ditunda2, jangan menunggu pikiran turut campur yg pd akhirnya ketinggalan kesempatan. Karena kadang datang suatu saat dimana kita punya niat tapi tidak punya kemampuan (simbah says: “ati karep banda cupet”). Smg qta dimampukan terus untuk itu seblm dipanggil Nya.
    Mohon maaf jika ada sale sale kate.

  6. inggih mas wi. leres niku. langsungan wae, gak usah nunggu sesuk…soalnya nikmat itu kan juga bermaka kesempatan.. alias pumpung, pumpung isih sehat, pumpung isih duwe duit…pumpung kenikmatan durung dicabut oleh Gusti ALLAH.

  7. setuju mas wi…mumpung Allah masih mengijinkan kita untuk beramal mari segera kita beramal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: