Posted by: Tohar | July 14, 2009

Definisi mampu


Tidak ada standar baku dengan arti mampu. Dalam arti harfiah, mampu adalah kuat dalam segala hal. Mampu dalam hal ibadah berhubungan dengan hal fisik maupun non fisik, materi maupun non materi, sehat lebih tepatnya sehat jasmani dan rohani. Lainnya adalah mampu dalam hal materi. Namun karena tidak ada standar baku ukuran mampu itu seperti apa, karena mampu ini bukan ditentukan oleh ketua RT atau RW, atau kepala desa atau camat, maka ukuran mampu ini sebenarnya terletak pada setiap diri pribadi.

Kuat makan 3 kali sehari, kuat bayar listrik, kuat menyekolahkan anak, kuat bayar hutang berarti orang yang mampu. Dan, meskipun dompet dalam kedaan kosong, tetapi dirumah masih ada beras, masih bisa masak, berarti MAMPU. Tidak kuat belanja, tetapi masih sehat, masih bisa berjalan, masih bisa bernafas, masih bisa tidur nyenyak tanpa bantuan apapun, itu artinya MAMPU. Masih bisa melihat, mendengar, berbicara juga berarti MAMPU.

Dalam perjalanannya, kata MAMPU sering diselewengkan, mampu sering diartikan dengan memiliki rumah besar, punya mobil, punya tabungan banyak, sehingga ketika definisi mampu belum seperti yang digambarkan semula, diartikan sebagai orang belum MAMPU.

MAMPU terletak pada diri pribadi seseorang, dan yang tahu adalah dirinya sendiri dan ALLAH. Jangan suka bermain-main dengan definisi mampu.. aku belum mampu, aku belum kuat, karena kalau masih suka bermain-main soal “tidak mampu”, jangan-jangan ALLAH sendiri yang akan mencabut “MAMPU” yang sebenarnya sudah diberikan kepada kita ini.

MAMPU atau tidak, kaya atau tidak, ada dalam diri kita sendiri, dan bukan pada orang lain dan sesungguhnya ALLAH sudah memberikan MAMPU dan KAYA kepada kita, cuma kita sendiri yang membatasinya.

MAU menjadi orang MAMPU atau KAYA, wujudkan saja sekarang. Bagi yang punya uang, bersedekahlah kepada yang membutuhkan. Bagi yang mau berhaji, segera daftar haji jika cukup uang, jika belum cukup, tabungkan saja sebagian dari penghasilan itu, mau 100 rb per bulan, itu tidak masalah, yang dilihat oleh ALLAH adalah PROSES nya, Endingnya itu dalam kehendak ALLAH.

MAU mampu beribadah… dirikanlah ibadah itu, tidak usah nunggu nanti dan nanti. Tidak ada kata nanti, yang ada adalah SEKARANG. Kalau berbicara nanti, kenapa kalau sudah tiba waktu makan segera pergi makan, kalau sudah pengin BAB, langsung ke WC, kalau bensin habis, kenapa segera ke POM Bensin.. jadi tidak ada kata nanti atau TUNDA…hidup tidak mengenal TUNDA. Jadi kesimpulannya wujudkan KEMAMPUAN itu sekarang juga. AYO..jadi orang yang MAMPU.


Responses

  1. saya tidak pernah mampu Kang, kalau Allah tidak memampukan saya. saya orang yang fakir kang, karena setiap hhari saya slelalu minta pada Allah segala macam yang saya butuhkan untuk hari ini, tapi kadang say juga sungkan minta pada Allah tapi gimana lagi ya, lha wong saya kalau tidak minta malah disuruh minta.

    he..he..he..

    oh, ya kang jangan lupa ya aku tunggu sedikit ulasan ilmumu yang kau janjikan, buat pelengkap ilmuku.

    maturnuwon.

  2. tulisan itu adalah gambaran yang terjadi saat ini mas. sering mendengar keluh kesah, aku belum mampu ini dan itu, padahal rumah punya, mobil punya dll. artinya ALLAH sudah memberikan MAMPU itu kepadanya, ALLAH juga sudah memberikan MAMPU itu kepada seluruh makhkuknya.ini adalah amanah dan amanah ini harus diwujudkan mas, sebagai tanda syukur kepada-Nya.

    cak mamad, ilmu apalagi nih, ndak punya ilmu apa2 cak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: