Posted by: Tohar | July 15, 2009

STOP bergelut di BUNGKUS


Selama masih mengedepankan BUNGKUS alias SERAGAM, apapun bentuknya, kapanpun dan dimanapun maka yang keluar adalah PERTENTANGAN. Yang tidak sama dengan SERAGAM ku bukan anggotaku, yang bukan anggotaku tidak boleh masuk. Ini adalah kondisi yang saat ini berkembang, maka tidak heran sesama muslim saling bunuh membunuh, apalagi dengan yang tidak seakidah. BUNGKUS adalah syareat, jangan terbelenggu dengan SYAREAT. Islam bukan agama SYAREAT saja tetapi ISLAM adalah penyatuan dari SYAREAT, HAKEKAT, TOREQOH dan MAKRIFAT. Baju yang bagus harus diikuti dengan dalaman yang bagus pula, yang memakai dengan yang dipakai harus sinergi, harus sama baiknya. Kalau tidak baik, tidak ubahnya, bodynya mobil JAQUAR tetapi dalamnya mobil zebra yang ring dan pistonnya sudah aus. Apa artinya?

BUNGKUS inilah yang harus dilepaskan, tidak perlu lagi dikedepankan, dan tidak perlu ditunjukkan dengan atribut-atribut tertentu. Arep klambine opo wae, yo wis ben. Sesuka hati, karena tidak ada paksaan dalam berpakian. Dan, analoginya adalah tidak ada paksaan dalam beragama, karena ALLAH sendiri tidak pernah MEMAKSA makhkuknya untuk menentukan agamanya, termasuk agama ISLAM. Petunjuk sudah digelar di muka bumi, manusia tinggal berfikir dan lalu menentukan pilihannya sendiri atas dasar petunjuk yang ada ini.

Tunjukkan Islam dengan perilaku dan kebijaksanaan yang baik. Biar orang lain yang menilainya sendiri. Bungkus ini hanyalah ALAT bukan TUJUAN, jangan jadikan bungkus sebagai TUJUAN.

Bagi yang Islam, jalankan Islam dengan BAIK. Bagi yang non Islam, jalankan ibadahnya dengan baik. Tidak perlu saling tuding, saling KLAIM dll. Kita ini adalah KHALIFAH di muka BUMI. Amanah ini yang harus dipegang dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. TUJUAN kita cuma satu yaitu ALLAH.

Jadi kesimpulannya STOP ngurusi BUNGKUS…mulailah ngurusi dan memperbaiki ISI. Jujurlah pada diri sendiri bahwa ISI kita ini adalah BUSUK….dan kebusukan inilah yang harus diperbaiki, dibuang jauh-jauh.


Responses

  1. Syariat, Hakikat, dan Ma’rifat semua idealnya sejalan dan setujuan. Tapi ya repot manusia saat ini mungkin karena termakan ego hawa nafsunya sendiri jadinya mereka suka memandang orang-orang lain yang tidak sebungkus dengan dia sebagai mereka yang aneh, mereka yang ekstrim, dan lebih mengerikan lagi mereka tega mencap saudaranya dengan cap ahli bid’ah, ahli kafir bahkan sampai ahli neraka, naudzubillah.

  2. biar tidak terjebak dalam “EGO”, nanti kena pasal di surat ar-ruum (merasa golongannya yang paling benar). ngurusi awake dewe wae isih kangelan.. lha kok ngurusi wong liyo.. koyo paribahasa “gajah dipelupuk mata tidak kelihatan, semut diseberang lautan tampak..

  3. sedikit keluar jalur mas, contoh actual akhir2 ini, sama2 penegak hukum, hakekatnya sama2 memberantas korupsi hanya krn seragamnya (syariatnya) beda lha kok malah padu dewe, ya koruptornya tepuk tangan. Mudah2an Allah segera membukakan hati para penegak hukum kita.

  4. tidak keluar jalur mas. masih dalam kerangka yang sama. cenderung ngrumati bungkus terus, tidak ngrumati “tujuan”. pengin kelompokke sing terkenal dan dianggap berjasa dr pd yg lain. saling mengibarkan bendera.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: