Posted by: Tohar | July 28, 2009

Kesurupan atau kerasukan


Beberapa bulan lalu banyak sekali muncul kasus kesurupan bahkan secara masal dan berantai baik di pabrik bahkan di sekolah-sekolah bahkan di pondok pesantren. Kok aneh ya, pesantren kan gudangnya ilmu bahkan gudangnya para kyai, kok tetap bisa kesurupan. Lalu apa dan bagaimana kesurupan itu bisa terjadi?

Ditinjau secara psikologis, kesurupan bisa timbul sebagai akibat dari stress, kelelahan ataupun juga karena sering melamun sehingga pikiran kosong sehingga muncul ilusi-ilusi alam bawah sadar. Satu orang yang kesurupan bisa menyebar ke orang lain karena ada efek “domino” alias aura atau kondisi psikologisnya sama.

Kalau ditinjau dari segi metafisika (baca :psikoterapi), maka kesurupan ini timbul sebagai akibat dari akal pikiran yang kosong, sering melamun ataupun sebagai akibat dari wiridan atau bahkan akibat dari meditasi, dimana pada proses meditasi atau wiridan ini, si pelaku sengaja mengosongkan pikirannya alias “suwung” bukan diisi dengan ALLAH. Orang yang sering melamun, maka “aura” tubuh yang berasal dari partikel cahaya yang menyelubungi tubuh ini akan mulai renggang dan sehingga bahkan akan terbuka. Dengan terbukanya selubung ini, maka partikel-partikel lain di sekitar tubuh ini akan mendekat dan akhirnya bisa masuk, jadilah kesurupan. Tentunga partikel-partikel yang bisa masuk ini adalah partikel yang memiliki unsur sama dengan partikel yang ada di tubuh orang yang malamun ini.

Kalau yang kesurupan adalah pelaku meditasi atau pelaku wirid, maka ketika si pelaku ini menjalankan aktifitas tersebut, dia sengaja membuka selubung diri terutama titik (cakra) yang ada di otak (ubun-ubun) sehingga yang semula tertutup akhirnya terbuka lebar. Dengan terbuka lebar maka partikel lain akhirnya bisa masuk dengan mudahnya.

Maka, mau santri ataukah tidak, mau kyai atau tidak selama pikirannya ini kosong tidak diisi dengan ALLAH, partikel-partikel lain juga akan masuk, tidak ada yang terkecuali. Solusi untuk mengatasi kesurupan tidak lain adalah dengan membangkitkan “KESADARAN” nya untuk kembali kepada ALLAH. Tidak usah pake rukyah, apalagi rukyah yang pakai dibentak-bentak dll, tidak perlu, cukup dengan pendekatan “psikologis”, si korban di tempatkan di ruang yang lebih terbuka, yang fresh maka si korban pun akan segera sadar kembali. Pengembalian kesadaran ini harus dilakukan oleh seseorang yang memiliki TINGKAT kesadaran yang lebih tinggi dari orang yang kesurupan. Tidak usah pake nanam keris di sekolahan, nanam jimat, ritual nyembelih ayam cemani dll. Manusia tidak bisa mengusir syetan atau mengusir jin, yang bisa mengusir itu ALLAH. Jadi kalau mau mengusir syetan atau jin yang bersemayam dalam tubuh, maka kita harus menggunakan kekuatan ALLAH. Caranya.. ya datang saja ke ALLAH.


Responses

  1. menurut salah seorang ustad muda yang kemaren mengisi acara pengajian di komplek saya, orang yang kesurupan akan bisa sembuh sendirinya sebab maksimal jin bisa betah ditubuh manusia hanyalah dalam rentang waktu 3-4 jam saja, (nah kalau bebicara mengenai khodam jin yang menyertai manusia berpuluh-puluh tahun, itu gimana ceritanya ya?), sedangkan kesurupan masal menurut dia hampir serupa dengan yang kang Tohar uraikan, karena histeris dari korban yang pertama mempengaruhi jiwa yang lainnya.

  2. yg disampaikan ustad tsb juga benar, ttp banyak kasus ada yg kerasukan sampai bertahun-tahun. kalau kerasukan spt ini biasanya adalah karena kiriman seseorang ataupun juga karena faktor keturunan misal ilmu dari leluhur yang menurun lewat genetika. ada yg tidak sadar bahwa dirinya ditempati oleh khodam tertentu, baru sadar ketika dia bertemu dgn “seseorang” dan biasanya khodam ini akan berontak. ada pula khodam yg memang sengaja dipanggil spt ilmu perewangan.biasanya yg nempel adalah jin2 yg fasik. jin (khodam) ini kalau tidak dilepaskan, baru akan lepas bersama dengan lepasnya ruh dr jasad ini. demikian yg saya ketahui, Cak.

  3. lanjutan:
    untuk membersihkan diri dari khodam (jin) yg tidak bermanfaat, bahkan bisa merusak organ tubuh yg ketempatan, maka sering2 lah minta kepada ALLAH agar makhluk yg bersemayam dlm tubuh ini (yg bisa membuat mudhorot), utk dikeluarkan. caranya sederhana, niat mancer ke ALLAH, lalu sampaikan Ya ALLAH , saya mohon ijin-Mu agar semua makhluk (ilmu) yg ada dalam tubuh saya, yg bisa merusak tauhid hamba, yg tidak bermanfaat, agar Engkau keluarkan dari tubuh ini dst. asal niat ikhlas, serius, makhluk2 tsb bisa keluar . tanda2 keluar bisa diikuti dengan muntah, pusing, lemas dsb. demikian cak.

  4. wah terimakasih nih udah dibagi ilmunya, dahulu menurut beberapa murid kiai dan kiainya di sini ada jenis mahkluk halus (bebrbentuk binatang) yang suka ikut pada saya- ya saya juga gak ngerasa ngundang cuma saya tahu kalau itu mahkluk nempel ketika saya dulu naik ke gunung bunder (lintas alam), meski dia tidak mengganggu saya tapi saya tetep gak suka kehadirannya (karena menurut beberapa teman-teman saat saya merasa tidak suka/marah, meskipun saya tidak merasa marah seperti itu, tapi mereka melihat wajah saya jadi serem seperti harimau), akhirnya saya sering ajak dialog secara batin mahkluk Allah itu, alhamdulilah dia mau melepas tubuh saya, memang sekali-kali datang berkunjung tapi tidak lagi masuk dalam tubuh saya.

  5. secara otomatis ketika dalam tubuh ini ada makluk halus yg nempel, pada saat tertentu orang lain bisa melihat ada perubahan dari diri kita, misal cara bicara, tampang yg lebih seram, bau dsb.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: