Posted by: Tohar | July 29, 2009

kesadaran yang berke Tuhanan


Sadar adalah posisi tertinggi. Sadar berarti terjaga, tidak tidur, bisa mengetahui kondisi alam sekitar, bisa membedakan hal baik dan hal buruk. Itulah kenapa dasarnya orang sholat harus SADAR. Makan juga harus sadar, patrap pun harus sadar, bahkan kerjapun harus sadar.

Lalu sadar itu yang seperti apa dan bagaiamana meraihnya? Sadar sendiri banyak pengertiannya, tetapi dalam ulasan ini sadar adalah “eling lan waspada” atau “INGAT dan WASPADA”. Ingat dalam pengertian, tahu siapa diri ini, kita sebagai apa, posisinya apa dan lalu diluar kita masih ada siapa lagi? Ingat bahwa sesungguhnya kita ini makhluk dan karena mahkluk, pasti ada yang menciptakan mahkluk. Waspada bahwasanya hidup ini adalah penuh dengan tipu daya, penuh dengan pesona dan pesona itu sangat mengasyikan dan jika tidak waspada maka kita akan tergelincir didalamnya, padahal tugas manusia itu adalah sebagai pemimpin bukan pengikut.

Mulailah membangkitkan kesadaran dari hal yang terkecil, ketika minum air, siapakah sebenarnya yang minum, air itu yang seperti apa, apakah benar itu adalah air. Apakah benar aku yang meminumnya, lalu siapakah sebenarnya aku. Aku ini yang mana dsb. Perlahan-lahan kesadaran ini akan bangkit dan inilah adalah yang sebenarnya kesadaran mutlak alias kesadaran yang berke Tuhanan. Pertahankan posisi ini dan kemudian lanjutkan lagi ke tahap selanjutnya.

Kalau sudah mulai menyadari siapa diri ini, maka kesadaran ini harus dijalankan atau diwujudkan dan dipertahankan serta bahkan ditingkatkan, karena sesungguhnya kita ini diciptakan adalah untuk menjalankan kesadaran-kesadaran itu sendiri.


Responses

  1. Patrab = Sadar = Ingat = Dzikir , apa begitu Kang Tohar?

    Kang Tahu gak ternyata ada suatu tingkat patrab / dzikir tidak lagi bin lisan, ataupun bil qolbi, patrab/dzikir itu sudah menjadi tanpa suara dan tanpa bentuk tertentu tapi dia berujud kesemua ujud kita melalui semua gerak aktivitas kita.

    subhanalloh.

  2. begitulah adanya Cak. yang jenengan sampaikan itu adalah benar. patrap adalah kesadaran juga ingat artinya apa yang kita lakukan setiap saat ini adalah mengingat juga memuji dan memuja keagungan ALLAH. sholat juga patrap, dzikir juga patrap dan semua itu adalah LAKU yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. itulah patrap yang sesungguhnya. semua sudah menjadi MANUNGGAL alias nyawiji. apapun ibadahnya, tujuannya tidak lain adalah mewujudkan rasa yang suci. kita sabar dalam menerima semua kondisi apapun itu adalah wujud dari ya shoburu….bahkan dengus nafas ini tidak lain adalah desah kalimah la illaha illalloh…….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: