Posted by: Tohar | August 3, 2009

Hukum Qishosh


Mendengar kata qishosh, maka indentik dengan hal yang seram yaitu hukum pancung baik leher ataupun tangan atau bahkan rajam sampai mati. Hukum ini adalah hukum Islam dan berlaku bagi negara-negara Islam seperti Saudi Arabia. Apakah hukum Qishosh hanya berlaku di Saudi Arabia? Jelas tidak, karena hukum qishosh ini berlaku dimana saja bahkan di seluruh dunia, tetapi bentuknya yang berbeda dengan esensi yang sama.

Membunuh orang maka hukumannya adalah dipancung, itu kalau di Saudi Arabia. Kalau di Indonesia adalah pagi pelaku pembunuhan, maka lalu dipenjara sekian tahun, setelah itu bebas, dan setelah bebas, maka masyarakat sudah memberikan stempel “PEMBUNUH” dan secara otomatis, kehidupannya akan bermasalah. Cari kerja susah, hidup dengan tetangga juga susah. Ini juga disebut qishosh. Orang yang mencuri, tangannya dipotong. Di Indonesia juga ada, orang korupsi, setelah itu kena stroke. Sama kan?? Sama-sama salah satu tangannya tidak bisa digunakan.

Orang zinah harus di rajam. Karena ndak ada rajam, maka penggantinya adalah terkena penyakit sipilis, GO atau bahkan HIV. Kalau HIV kan sama juga mati, bahkan mati secara perlahan dan menderita, sudah di isolasi, merasakah sakit dsb. Orang yang suka menjegal kerjaan orang lain, karena tidak ada hukum qishos yang jelas… jadilah dijegal oleh ALLAH dengan musibah kecelakaan, dan masih banyak lain macamnya.

Jadi hukum qishosh tidak hanya berlaku di Saudi Arabia, tetapi ALLAH sudah memberikan hukum qishosh dengan caranya sendiri. Makanya berhati-hatilah karena hukum ini berlaku bagi semua orang orang dimanapun, beragama apapun karena kejahatan tidaklah melulu menyakiti fisik, tetapi menyakiti non fisik seperti marah, emosi ataupun bahkan jengkel pun adalah termasuk kejahatan itu sendiri.


Responses

  1. betul sekali kang tohar…

  2. Iya kang betul, siapa yang main-main dengan hukum Allah maka Allah akan membinaskaannya.
    Kalau mau dipilih, milih mana qishos secara syariat atau qishos oleh Allah langsung? Kalau milih qishosnya Allah langsung maka artinya menantang adzab Allah supaya segera datang. Ingat gusti Allah mboten sareh.

  3. kita mencoba meniru dan menjalankan akhlakul karimah yang dicontohkan oleh rosululloh. jadi berbuat baik itu tidak saja kepada orang lain juga kepada diri sendiri sehingga setiap sel ini akan bersaksi tentang “kebaikan” dan bukan keburukan. dengan saksi-saksi hidup inilah, insyaallah, ALLAH akan menurunkan rakhmatnya dan sehingga azab itu tidak diturunkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: