Posted by: Tohar | August 4, 2009

Belajar rukun pada diri sendiri (1)


Islam adalah rakhmat bagi seluruh alam, namun sebelum berbuat rukun kepada orang lain dan lingkungan, yang sering terlupakan adalah “BELUM” rukun terhadap diri sendiri alias belum berbuat KESELAMATAN buat tubuh sendiri. Tubuh ini adalah AMANAH dari ALLAH dan amanah ini harus dipegang, dirawat dengan baik bukan dibiarkan atau malah belum SADAR kalau tubuh ini adalah amanah yang sama kedudukannya dengan amanah dalam bentuk lain seperti anak, harta, jabatan dll.

Makan adalah untuk hidup bukan hidup untuk makan. Artinya ada tatacara atau paugeran “BAKU” yang jika merujuk pada Rosululloh adalah 1/3 makanan, 1/3 minuman, dan 1/3 untuk bernafas. Komposisi harus seimbang. Tatanan yang lain adalah berhentilah makan sebelum kenyang dan makanlah setelah merasa lapar. Jika tatanan ini dilanggar, maka jelas akan ada EFEK SAMPING, dan efek yang sederhana adalah perut terasa sesak karena kekenyangan dll. Ini adalah contoh tidak mau berbuat rukun kepada LAMBUNG dan USUS, yang juga karena makanan yg berlebihan, karbohidrat yang masuk ke aliran darah pun semakin besar sehingga memicu PANKREAS untuk menyuntikkan INSULIN ke dalam darah. Jika kondisi ini berlangsung terus menerus, maka kerja PANKREAS pun akan semakin terforsir dan karena terforsir bisa menjadi rusak dan karena rusak maka jadilah tumpukan gula darah yang tinggi dalam darah alias DIABET.

Contoh yang lain karena lambung kekurangan makanan, ditopang dengan kondisi psikologis yang stress, maka fungsi otak menjadi terganggu sehingga ASAM LAMBUNG menjadi tidak terkendali, dan karena asam lambung tersuntikkan ke LAMBUNG, maka akhirnya lambung mencerna dan karena lambung kekurangan makanan, maka lambung bisa menjadi lecet dan akhirnya jadilah MAAG.

Otakpun memiliki keterbatasan, maka ALLAH lalu memberikan AKAL kepada manusia. AKAL inilah yang mengendalikan kerja otak ini. Ketika otak ini digunakan untuk mikir yang serius terus kadang diikuti dengan sifat negatif thinking dan akal ini tidak bisa mengendalikan, akhirnya jebolah si otak ini, jadilah stroke karena pembuluh darah mengalami sumbatan atau bahkan pecah.

RUKUN adalah rakhmat yg merupakan bagian dari IMAN kepada ALLAH, karena IMAN adalah PERCAYA dan sekali percaya maka seharusnya tidak ada lagi kegalauan-kegalauan dalam hidup karena sesungguhnya semua sudah DIATUR oleh ALLAH. Organ-organ tubuh ini sudah di atur oleh ALLAH dan kita tinggal menjalankan, jangan coba untuk membelokkan. Sekali membelokkan kerja dari salah satu organ tubuh ini, maka secara otomatis itu akan membelokkan kerja organ tubuh yang lainnya. Jadi semuanya harus sinergi, selaras, maka jadilah RUKUN AGAWE SENTOSO, TOTO TENTREM KARTO RAHARJO.

(bersambung)
Di tulis dari Bagian Perjalanan Jiwa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: