Posted by: Tohar | August 4, 2009

Belajar rukun pada diri sendiri (2)


Dalam tubuh ini terdapat bakteri yang sifatnya positif dan juga bersifat negatif. Bakteri negatif dan positif ini selalu ada dan tidak akan bisa dihilangkan, seperti halnya aliran listrik negatif dan positif, keduanya berada pada kutub yang berbeda dan selalu berhadap-hadapan, tidak saling serang karena ketika saling menyerang maka terjadilah perubahan dalam tubub, misalnya panas, atau peradangan dll.

Meskipun terdiri atas 2 kutub yang berbeda, tetapi porsinya berbeda, bukan 50%:50% melainkan bakteri positif ini berkembang dengan porsi 10 pangkat 11, sedangkan bakteri negatif berkembang 10 pangkat 9, artinya bakteri positif tetap lebih banyak sehingga bisa mengendalikan kesehatan tubuh. Kondisi ini harus tetap terjaga sepanjang waktu. Jika proposinya adalah 50%:50%, maka kondisi tubuh menjadi tidak seimbang yang ditunjukkan dengan mriang (kondisi contoh yang paling sederhana), tetapi ketika kondisinya 50:60, maka jadilah jatuh sakit dan tergantung di posisi mana bakteri negatif itu berada.

Untuk menjaga agar kondisi bakteri positif lebih tinggi dari pada bakteri negatif, maka tidak ada cara lain yaitu agar manusia selalu kembali kepada TATANAN BAKU, yaitu KETAATAN kepada ALLAH. Ketaan kepada ALLAH tidak lain adalah menjalankan “AMAR-AMAR” alias kehendak ALLAH dengan sepenuhnya bukan asal jalan, asal “MATUK” tetapi harus sesuai dengan KAIDAH-KAIDAH BAKU.

Kaidah baku adalah jalankan organ tubuh sesuai dengan porsinya masing-masing, jangan paksa melebihi kapasitas standard. Kalau kondisi mata sudah mengantuk, ya biarkan istirahat dulu beberapa menit (misal kalau sedang kerja). Kalau kaki sudah mulai kesemutan karena kelamaan duduk, ya buat jalan-jalan sebentar biar peredaran darah lancar kembali. Ketika sudah kepengin buang air kecil, ya segera lakukan karena itu bisa membersihkan kantong kemih dan sekaligus membersihkan darah dari toksik. Kalau haus, segera minum, biar kerongkongan lega dan biar ginjal terisi air bersih yang bisa dialirkan ke aliran darah dsb. Otak jangan dibiarkan dengan pikiran-pikiran negatif, telinga digunakan untuk mendengarkan hal-hal yang baik, hati jangan diisi dengan dendam, melainkan diisi dengan kasih sayang.

Rukun pada diri sendiri tidak ubahnya adalah kita menjalankan RAHMAN dan RAHIM sehingga kondisi tubuh, baik fisik dan non fisik menjadi seimbang. Dengan seimbang maka tubuhpun akan kuat. Rukun pada diri sendiri adalah perwujudan SYUKUR kita kepada ALLAH karena sudah dikaruniai TUBUH yang sempurna, yang sudah membuat iri makhluk-makhluk ALLAH yang lainnya. Dengan berusaha selalu “NGRUMATI” diri sendiri, maka kita tidak akan sempat untuk ngurusi orang lain, maksudnya tidak ada waktu untuk melihat kejelekan orang lain. Mending ngurusi diri sendiri dari pada ngurusi urusan orang lain. Dengan selalu RUKUN pada diri sendiri maka secara tidak langsung itu akan berkembang ke RUKUN kepada sesama. Simple kan…….


Responses

  1. Meskipun terdiri atas 2 kutub yang berbeda, tetapi porsinya berbeda, bukan 50%:50% melainkan bakteri positif ini berkembang dengan porsi 10 pangkat 11, sedangkan bakteri negatif berkembang 10 pangkat 9, ……………………

    saya ingin tahu , dasar analys anda dari mana????
    jangan buat analys yang bersifat mungkin.

    maka kita tidak akan sempat untuk ngurusi orang lain, maksudnya tidak ada waktu untuk melihat kejelekan orang lain. Mending ngurusi diri sendiri dari pada ngurusi urusan orang lain.

    silakan makan sendiri tulisan anda….
    silakan buka tulisan anda

    Salah kaprah dalam nyantri di PONPES

    Posted by: Much on August 9, 2009

  2. mas bastomi. santai aja gak usah emosi. kalau baik ya diambil dan itu datangnya dari Allah. kalau keliru ya itu kelemahan penulis. gak usah jelek-jelekin

  3. maaf bisa ngak tunjukan letak kutub positip dan kutub nigatif dalam diri kita trims jawabannya

  4. simple saja mas, kutub negatif adalah setiap hal yang berhubungan dengan “KIRI”, identik dengan perbuatan yang tidak baik, dan KANAN adalah kutub positif yang identik dengan perbuatan yang baik.

  5. Memang benar, semua harus belajar rukun pada diri sendiri. Tentang prosentase bakteri positif dan negatifnya, sepertinya cocok untuk menjadi bahan renungan. Salam kenal …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: