Posted by: Tohar | August 9, 2009

Apakah hakekat itu?


Wah, aku belum sampai ke situ, aku masih muda. Soal itu masih sangat sulit. Itu adalah ungkapan yang keluar ketika muncul pembahasan tentang HAKEKAT. Hakekat identik dengan makrifat dan makrifat identik dengan kelompok toreqoh2 tertentu. Salahkah? Tentu saja tidak. Yang salah adalah orang yang dipenjara he he he he.

Hakekat terdiri atas 2 hal, yaitu ROSO dan LAKU. ROSO alias RASA adalah IMAN sedangkan LAKU adalah SHOLAT seperti yang dijelaskan dalam surat Al Baqaraah ayat 3..aladzina yukminuna bil qhoib wa yuqimuna asholata…..(iman kepada yang Ghaib dan lalu mendirikan sholat). Apapun yang ghaib selalu berhubungan dengan RASA karena tidak kelihatan. Baik, senang, susah, percaya adalah barang ghaib tetapi bisa diwujudkan. Perwujudan ini adalah LAKU itu sendiri. Artinya bagaimana caranya menjalankan HAKEKAT itu caranya adalah IMAN kepada yang Ghaib dan lalu mendirikan sholat, karena sholat adalah mencegah perbuatan mungkar alias kejahatan. Jadi, sudah menjalankan sholat, sudah berbuat baik kepada siapapun, itu sama halnya dengan HAKEKAT.


Responses

  1. yang anda tafsirkan adalah alquran.mohon hati hati.satu koreksi dari tafsir anda.”iman kepada yang Ghaib dan *lalu* mendirikan sholat”

    wa disitu bukan bermakna tsumma.tapi bermakna dan.jadi kalau anda menafsirkan dengan tsumma berarti percaya ghaib satu bagian dan mendirikan sholat bagian yang lain.dalam kitab sufututtafasir disitu bermakna dan.yang berarti kedua hal itu harus ada.percaya ghaib saja tidak cukup.atau mendirikan sholat sedang tidak ada keimanan juga tidak cukup.keduanya harus ada.

    kemudian….
    mengenai percaya hal ghoib.hal yang ghoib disini bukan susah senang sdih bahagia…melainkan keghaiban Allah ….keghaiban arasy…bukan perasaan.jangan tafsirkan keimanan dengan rasa anda.

  2. mas, sebelum sholat.. syaratnya apa dulu??? percaya kan?? ALLAH itu ghoib apa tidak??? kalau tidak iman atau percaya gimana mau sholat??? sholat sendiri adalah laku alias perbuatan yang harus diteruskan dalam kehidupan sehari-hari. laku baik itu sendiri adalah hakekat kan???

  3. tsumma adalah “kemudian”, berarti memang harus melalui satu fase – KEMUDIAN – masuk ke fase berikutnya.

  4. Terimakasih. Tambah satu pengetahuan lagi. Kepercayaan pada Ghaib (RASA) lalu diujudkan dalam amalan (LAKU).
    Ada hal yg buat saya sedih, sekarang banyak yang mengamalkan ibadah (laku) tapi kosong dalam pemahaman ‘rasa’. Hanya sekedar menjalankan sunnah tapi hambar, karena tidak faham ‘isi’. Sbg contoh, org2 tsb merasa yg paling benar, dan yg lain salah. Orangnya kaku krn merasa tahu suatu dalil, biasanya keras kepala, bicaranya emosional, dan ujud dr jiwanya yg keras adl orangnya sulit tersenyum, krn jiwanya blm mencapai keteduhan. Org2 tsb berpakaian berpakaian spt org arab konon krn sunnah, merasa sdh paling mengikuti sunah, yg lain dianggap tidak nyunah. Lalu apa makna ‘diciptakan berbangsa2 dan bersuku2’.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: