Posted by: Tohar | August 11, 2009

lakum dinukum waliyadin


Tidak usah mikir orang lain, pikirlah dirimu sendiri. Lakukan saja atau cuek. Itu kalao arti dalam bahasa gaulnya. Keyakinan emang seperti itu, SAKLEK, KAKU, TEGAS, tidak bisa dirubah oleh siapapun, bukan esuk kedelai sore tempe. Tidak. Sekali ikrar, aku percaya ALLAH, sekali ikran syahadat maka sampai matipun tetap syahadat. Orang lain mau bilang atau menganggap kita gila, ya silahkan saya. Rosululloh dulu juga dianggap gila. Itulah Islam, gila karena ALLAH bukan gila karena stress. Orang lain menganggap Islam adalah agama teroris, silahkan, tidak perlu marah. Cukup kita tunjukkan dengan cara-cara yang santun bahwa Islam bukan agama Teroris. Caranya, tunjukkan akhlakul karimah, tidak marah, tidak gampang tersinggung, tidak jengkel, tidak iri, tidak menyakiti orang lain, suka menolong orang lain. Itu jauh lebih mengena dari pada kita tunjukkan dengan memakai baju gamis, jenggotan, peci putih, dahi sampai hitam. Soal ibadah, tidak perlu ditunjuk-tunjukkan, cukuplah itu menjadi rahasia kita sendiri dengan ALLAH.

Orang lain gila karena tauhidnya kepada Tuhannya, sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, ya silahkan saja. Gak usah protes, gak usah mencibir. Biarkan mereka berjalan sesuai dengan keyakinannya sendiri. Inilah hidup di alam nyata, selalu berbeda, tidak akan pernah ada hal yang sama, justru dengan perbedaan inilah maka hidup akan terasa lebih bermakna.

Ada yang suka toreqoh ini, silahkan, ada yg suka toreqoh itu, silahkan. Ada yang suka dengan kebatinan, silahkan saja. Masing-masing berjalan pada jalurnya sendiri-sendiri, tidak usah saling mencibir, saling menjelekkan. Itulah konsep lakum dinukum waliyadin.. jadi akhirnya tidak ada pertentangan apapun. Sing penting aku nyaman dengan apa yg saya anut, sing penting aku ndak ganggu orang lain. Sing penting ning atiku MAN NYESSS…. adem tentrem..


Responses

  1. sebagian besar tulisan yang satu ini saya setuju.namun ada juga yang saya kurang sepaham.bagi yang menganut agama islam….( saya tidak membicarakan penganut agama lain )harus satu ketauhidan.apa yang diajarkan Allah dan rasul Nya.hal hal yang baru adalah bidah….itu ketauhidan….jangan diubah.ibadah…itu tuntunan ….ikut kepada yang membawa.yaitu Rosul.jangan ikut yang lain….tarikat…siapa yang menyebarkan???abdullah bin saba’ siapakah abdullah bin saba’????
    apakah anda tahu??
    kalau memang sufi yang terkenal dengan tarikat…adalah ada dalam islam…maka nabi telah menyebut dalam hadits haditsnya…Namun sampai saat ini saya belum pernah menemukan satu haditspun yang membicarakan tarikat atau sufi.Abu hurairah berkata:Nabi telah mengajarkan kami segalanya hingga ke masalah berak.coba kita pikir.Berak masalah besar atau kecil??kita letak berak adalah masalah kecil.nabi mengajarkan jangan berak menghadap kiblat.sampai sebegitu dalamnya nabi mengajarkan…sampai hal kecil pun tidak terlewat.kalau tarikat ,sufi adalah masalah besar,mengapa tidak pernah keluar dari mulut nabi mengenai sufi atau tarikat????apakah nabi lupa???kalau nabi lupa berarti nabi bersalah dan menyalahi kodratnya sebagai nabi.apakah tidak sempat??? kalau tidak sempat maka nabi berbohong tentang ayat yang terakhir turun.hari ini telah ku sempurnakan bagimu agamamu…….
    barang siapa yang mengatakan nabi lalai atau merahasiakan ajaran…maka orang yang mengatakannya adalah kafir.nabi tidak lupa dan nabi tidak lalai.memang itu semua tidak ada dalam islam.nabi bersabda:barang siapa menambahkan dalam agama walaupun satu huruf,maka bersiaplah baginya satu bangku dari api neraka.nabi bersabda lagi : barang siapa mengajarkan sebuah kesesatan , maka baginya dosa.Dan dosa orang yang mengerjakan kesesatan itu hingga ke hari kiamat.Apakah anda memberitahukan ( memberitakan ) hal yang tidak berdasar????apakah itu dosa???kalau ada orang yang membaca kemudian mengerjakan apa yang anda tulis,apakha anda tahu yang dosa itu akan terus mengalir???

  2. terima kasih mas bustomi, tulisan diatas bukanlah ajaran. Islam adalah rahmatan lil alamin yaitu bagaimana berbuat keselamatan kpd orang lain. itu jg yang dicontohkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad dan itu yg harus kita tiru. Beliau tdk pernah mengejek siapapun termasuk kaum kafir dan dg cara itulah akhirnya Islam bisa berkembang. namun dewasa ini yg sering muncul adalah pertentangan krn merasa dirinya paling benar, kelompoknya yg paling benar dsb. melihat umatnya yang spt ini, apa beliau tidak sedih??? maaf lho mas.

  3. wah saya yg orang awam ini makin bingung…. saya kok ga pernah dengar nabi membagi-bagi agama menjadi fikih – tasawuf. setau saya lagi yg orang awam ini nabi mengajarkan kepada umatnya segala aspek kehidupan dr ekonomi, politik, sosial, hukum dll terlebih-lebih masalah tauhid. yah daripada bingung2.. yg penting perpegang teguh dengan menyembah Allah dan tidak syirik dan berusaha mengikuti sunah nabi. kalau orang maling,rampok, judi, mabuk dsb itu yg harus kita nasehati. buat apa berdebat kalau kita merasa diri paling benar, klo saya yang bodoh ini sih ga bisa berdebat, semakin diperdebatkan semakin bingung.

  4. setuju mas misbach. akur deh..

  5. buat mas bastomi, menurut panjenengan yang sesat dari kaum sufi itu apa?

  6. Mas Much, dari yang disampaikan itu, apakah saya boleh menarik kesimpulan kita pasrah saja dan walaupun ada kesempatan tidak perlu memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya di ajarkan dalam agama yang kita anut ? Apakah syiar berhenti di sini saja ? Bukankan “lakum dinukum waliyadin” diterapkan pada saat ada yang memaksakan apa yang mereka anut kepada kita?

  7. Lakum dinukum waliyadin tidak berhenti di pasrah, tetapi menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan yang kita anut. Tauhid tidak boleh dipaksakan tetapi bisa dijelaskan dengan cara yang baik dan pada saat yang tepat. Kondisi yang ada saat ini adalah pemaksaan dengan cara yang halus maupun dengan cara terang-terangan dan hasilnya adalah bukan rasa aman melainkan pertentangan.

  8. “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS At Taubah, 9: 29)

    Jadi jika orang tidak mau tunduk dengan agama Alloh dan ajaran Rosululloh Saw maka kudu dihabisi.

  9. Allah tidak sekejam itu Mbah Surya.Allah Maha Rahman dan Maha Rahim. Satu ayat akan dijelaskan di ayat berikutnya dalam surat yang sama maupun di surat yang lainnya.

  10. @bastmi….”apa yang diajarkan Allah dan rasul Nya.hal hal yang baru adalah bidah….itu ketauhidan….jangan diubah.ibadah…itu tuntunan ….ikut kepada yang membawa.yaitu Rosul.jangan ikut yang lain….tarikat…siapa yang menyebarkan???abdullah bin saba’ siapakah abdullah bin saba’????
    apakah anda tahu??”Apa anda yakin pernyataan anda ini tidak menyinggung perasaan orang lain?anda seperti bertanya,tapi makna dari pertanyaan anda menyiratkan bahwa andalah yang paling tahu tentang riwayat abdullah bin saba!! kalau tau silakan di share disini,biar kita yang tidak tau menjadi tau!!….apa anda yakin keyakinan anda ini persis sperti yang nabi muhamad SAW ajarkan? tanpa penyesuaian sedikitpun? bukan kah yang anda terangkan itu,tatacara dan etika!! sedikit pertanyaan buat anda,pernahkah nabi tinggal di indonesia??pernahkah anda bertatap muka dengan rosululloh… setau saya yang awam ini, nabi makan kurma kenapa anda makan nasi??

  11. @Much… “Saya sangat sependapat dengan Tauhid tidak boleh dipaksakan tetapi bisa dijelaskan dengan cara yang baik, tapi saya kurang sependapat jika saat ini merupakan saat yang kurang tepat, menurut saya kekurangan kita saat ini adalah kekurangan contoh dari prilaku Islam yang sebenarnya. Lidah bisa berkata banyak tapi tingkah laku dan perbuatanlah yang menenutkan siapa diri kita sebenarnya.”

  12. Setuju Mas Gun. Disitulah inti Islam sebenarnya, yaitu di perilaku alias akhlakul karimah.

  13. Assalammualaikum Wr Wb,
    ikutan nimbrung dikit mengenai inti permasalahan yang di ungkapkan di atas, mengenai akhlakul karimah. Tolong beri penjelasan lebih dalam mengenai akhlakul Karimah, karena selalu mereka yang tidak sepaham menganggap merekalah yang paling Akhlakul Karimah. Apabila paham yang dianut itu untuk diri sendiri, tidak disebarluaskan, ya monggo, silahkan.. lakum dinukum waliyadin. Apabila paham itu menyimpang atau sesat, tinggal Hablumminallah, urusan dia dengan Sang Khalik. Permasalahan akan timbul apabila mulai disebarluaskan, diajarkan, di si’arkan kepada masyarakat. baik secara sistematis atau hanya sekedar obrolan ringan. Coba kita lihat berita-berita aktual saat ini, masya Allah…, saya termasuk yang awam mengenai ilmu agama, dan sedang berusaha belajar ilmu agama, tidak dapat dibayangkan oleh saya sendiri, apabila kemudian saya berguru kepada guru yang salah. mengajarkan ilmu yang salah, yang nantinya akan saya genggam sampai masuk liang lahat, belum lagi kemungkinan akan saya ajarkan pula ilmu tsb kepada keturunan saya. Ya Allah, jauhkan saya dari ilmu-ilmu yang Engkau tidak ridhoi. tunjukkan saya jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang yang sesat dan yang Engkau murkai. Saya berharap, para ahli ilmu memikirkan, mencari solusi atas permasalahan di atas, demi kemaslahatan umat. Wabilahi Taufik wal hidayah, Wassalammualaikum Wr Wb.

  14. Tauhid tidak untuk dipaksakan dan itu sudah dicontohkan oleh Rosululloh. Beliau menyebarkan Islam dengan tidak menggunakan pedang, tetapi Beliau mempertahankan Islam dengan Pedang (jelas sekali termaktub dalam Shirah Nabawiyah). Nah sekarang ini banyak yang ingin menjadi pahlawan kesiangan atau bahkan berteriak Allahu Akbar lalu saling pukul, bacok (lihat kasus Mbah Priok). Bukankan mereka sama2 muslim (meskipun ada yg non muslim juga). Contoh lain, teriak Allahu Akbar lalu menghancurkan warung-warung yg dituding menjual Miras. Kenapa warung kecil, kenapa ndak sekalian pabrik yg membuat dihancurkan. Kenapa, karena tidak berani. Lalu kompleks lokalisasi dibakar, tetapi ada ndak tindak lanjutnya dengan membina mereka? Banyak contoh persuasif yang dilakukan para tokoh agama dengan melakukan pedekatan yang santun, bukan dengan kemarahan melainkan dengan sopan santun, dengan hati dan akhirnya banyak dr mereka yg kembali ke jalan benar. Kalau dgn cara kasar, mereka akan semakin antipati.

    Contoh lain dari akhlakul karimah adalah ketika anak kita sudah menginjak akil balik dan belum sholat yg terjadi adalah bentakan adn paksaan dan Islam tdk pernah mencontohkan kekerasan spt itu. Contoh akhlak karimah adalah berilah contoh terlebih dahulu, kt sebagai orang tua harusnya berbuat lebih baik dulu dan anak akan melihat lalu meniru. Jika masih tidak tahu, bimbing dgn kelembutan dsb. Kasus yg sering muncul adalah umpatan dsb…silahkan diperhatikan saja Mas Sadewa. Contoh lain, ketika ada pancingan sedikit, yg mengaku Islam marah lalu demo besar-besaran. Padahal itu hanya sebuah pancingan dan akhirnya pihak lain akan tertawa. Biarkan saja hal spt itu. Kita jalan terus toh Islam tidak akan hancur karena pihak luar, melainkan yg paling bahaya itu adalah orang dalam sendiri.

  15. Assalammualaikum Wr wb,
    terima kasih atas penjelasannya mengenai contoh akhlakul karimah. Kalimat terakhir Mas Tohar yang saya maksud, yaitu mengenai “orang dalam”. karena jelas-jelas saya tidak akan belajar ilmu agama dari non muslim. Sementara di sekitar saya banyak sekali pemahaman Islam yang, sampai-sampai saya bingung.. yang mana yang harus saya ikuti. Apalagi kalau lebih jauh saya melangkah, misalnya dengan browsing internet. Tolong rekomendasikan kepada saya satu atau beberapa web, blog atau sejenisnya yang dengan itu saya dapat memperoleh manfaat tambahan ilmu, terima kasih.
    Wassalammualaikum Wr Wb

  16. Orang dalam artinya orang islam sendiri Mas. Soal Blog atau referensi, Mas bisa buka http://www.shalatcenter.com. Kalau bingung mau kemana.. sudah shalat 5 waktu dengan baik, itu sudah lebih dari cukup.

  17. Buat Pak Sadewa. kalau saya boleh saran, mungkin lebih menyenangkan dan mudah jika belajar perilaku Islam dari yang ringan-ringan dahulu seperti kisah-kisah perilaku Nabi SAW semasa hidupnya.

    Banyak yang sudah melupakan kisah-kisah sederhana tentang perilaku beliau padahal dari kisah-kisah sederhana itu banyak hal yang bisa kita dapatkan.

    Saya pribadi menyadari keterbatasan pengetahuan saya tentang Islam dan saya juga menyadari tidak mungkin setitikpun dapat menyamai Nabi Muhammad SAW. karena bapak bisa bayangkan, Universitas seperi IAIN saja harus membagi ilmu yang dikuasai oleh Nabi Muhammad SAW dalam beberapa jurusan. jadi hal yang mustahil bagi saya untuk bermimpi dapat setitikpun menguasai ilmu Nabi Muhammad SAW.

    Oleh karenanya saya belajar dari yang paling sederhana yang dapat saya lakukan adalah berusaha mengikuti sifat-sifat beliau dari cerita-cerita sederhana tentang perilaku beliau. InsyaALLAH sifat-sifat beliau seperti jujur, amanah, rendah hati, pengasih dll bisa kita lakukan.

  18. assalamualaykum

    hehe.. afwan yee ikud nimbrung

    wktu zaman bani israil terbagi menjadi 72 golongan, lalu umat nabi akhir zaman nanti akan terbagi menjadi 73 golongan. dari 73 golongan, 72 golongan akan merasakan panas’a api neraka kecuali 1 golongan yaitu umat yg mengikuti jejak nabi muhammad allahuma shallu allaih.

    teruss :

    bid’ah terbagi menjadi 2: bid’ah hasanah dan bid’ah dholalah.

    penulisan al qur’annul karim jg termasuk bid’ah.. d zaman nabi alqur’an tidak d tulis!! karena sepeninggal’a rasulullah, org kafir mulai membantai para penghafal alqur’an!!
    nah dstu khalifah umar bin khatab ra menyuruh said bin tsabit menulis al qur’an d atas pelepah kurma,kulit binatang, dll.
    tapi said bin tsabit ra menolak’a karena rasul tidak mengajarkan untuk menulis alqur’an.. lalu
    umra bin khatab ra berkata ini adalah untuk masa depan islam dan termasuk bid’ah khasanah.
    coba apa jadi’a kita tanpa alqur’an…. hadeeeh

  19. Asal tidak merasa gologan kita adalah yang paling baik dan benar saja.

  20. maksud dari 1 golongan tersebut adalah ahlusunah waljama’ah…🙂

  21. he he he Mas Adi. Semua juga mengaku ahlusunah waljamaah. Santai saja mas.

  22. saya setuju dengan mas tohar

  23. makasih buat bang Tohar utk tulisan diatas.
    setidaknya saya menangkap tujuan positif sebagai faktor esensial dari tulisan abang,
    adapun memicu pro kontra itu sdh biasa.
    semangat bang!!!

  24. ijin share ya….terimakasih

  25. Silahkan saja. Terima kasih.

  26. ijin share yah akang

  27. kita kan umat nabi muhammad dan beliau adalah nabi yang paling sempurna dan alqur’an adalah kitab paling sempurna dan paling komplit dari kitab2 ALLAH sebelumnya, jd kita sebagai umat muhammad harus berkiblat pada kanjeng rosul dan alqur’an……

  28. silahkan mas.

  29. leres Mas indra…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: