Posted by: Tohar | August 13, 2009

Catatan kecil tentang Hanoi


Hanoi adalah kota kedua setelah Hochiminh, dengan letak di sebelah utara. Jarak dari Hochiminh keHanoi sekitar 1300 km atau sekitar hampir 2 jam jika ditempuh dengan pesawat terbang. Hanoi sendiri memiliki 4 musimdengan suhu terendah sekitar 8 – 12 derajat celcius dan suhu tertinggi sekitar 37 celcius.

Menginjakkan kaki di Hanoi sekilas teringat konflik perang saudara di tahun 70 an antara Vietnam Utara yang di dukung oleh Rusia dan China dengan Vietnam Selatan yang didukung oleh Amerika. Vietnam Utara inilah yang sekarang di sebut dengan Hanoi dan Vietnam Selatan disebut dengan Hochiminh.

Mata pencaharian utama adalah Pertanian. Total penduduk Vietnam adalah sekitar 80 juta jiwa,yang menduduki peringkat ke 11 dengan penduduk terbesar di dunia. Sejauh mata memandang, pemandangan hampir sama dengan Kota Semarang terutama di jalan arteri barat. Begitu sampai di kota, maka kondisi lalu lintas yang semrawut,, mengingatkan saya akan kota Semarang dan sekitarnya. Yang membedakan adalah pegendara di sini jarang yang memakai Helm. Soal motor, maka motor yang ada di Indonesia, juga sama dengan yang di Hanoi,ada Suzuki Shogun, Honda Supra, bahkan Skywave Suzuki.

80% penduduk Vietnam adalah beragama Budha tetapi bukan budha seperti yang di anut oleh masyarakat Indonesia ataupun Thailand, tetapi lebih cenderung akan campuran antara Budha dan agama tradisional VIetnam, istilahnya kejawennya orang vietnam. Dipinggiran jalan utama, nampak pedagang kaki lima menjajakan barang dagangan, bahkan sampai tukang potong rambut tradional pun ada di sana, hanya ada satu kursi dan satu cermin.

Kehidupan malam mulai kelihatan setelah jam 7 malam, dengan cewek-cewek cantik yang berpakaian agak terbuka pada naik motor. Ya inilah Hanoi, dikanan kiri jalan banyak tempat yang menawarkan hiburan malam mulai dari Karaoke, Massage dsb. Bicara soal Karaoke dan Massage, menurut dari sumber, ternyata 100% sama persis dengan yang ada di Indonesia, selalu identik dengan bisnis lendir alias esek-esek.

Kendala utama di Hanoi adalah soal bahasa, karena Toko-toko selalu menggunakan bahasa Vietnam dan sedikit sekali orang yang bisa bahasa Inggris. Menurut survei tidak lebih dari 15% penduduk yang bisa bisa berbahasa Inggris. Sedangkan soal makanan, tastenya mirip dengan Thai Food.

Yang bikin penasaran adalah hampir sebagian besar orang di Hanoi ini langsing-langsing dengan tinggi sekitar 160, kulit kuning bersih khas Indo China. Untuk mengetahui Hanoi lebih lanjut, paling tidak harus tinggal dulu selama 1 minggu, jadi bisa keliling kota naik ojek ataupun naik bis.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: