Posted by: Tohar | September 9, 2009

Patrap Puasa


Puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga. Kalau hanya sekedar tidak makan dan tidak minum, anak SD pun sudah bisa. Puasa ada pakem-pakemnya alias ada tatanan lahir dan batin. Orang jawa bilang poso adalah ngeposke roso alias menempatkan rasa-rasa pada tempat dan porsinya.

Yang sering menjadi fokus utama dalam berpuasa adalah makan dan minum sehingga dalam keseharian sering melupakan aspek yang lain dan setelah berbuka, orang lalu ramai menjalankan ibadah malam hari, padahal yang WAJIB adalah aktifitas siang hari alias PUASA itu sendiri.

Bukankah rosululloh sendiri sudah dawuh bahwa banyak orang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga? Ini adalah bukan sekedar pesan tetapi peringatan agar kita mau menelaah lebih jauh. Patrap puasa adalah puasanya orang puasa artinya lahir tidak makan dan tidak minum serta mengucapkan kata-kata atau melakukan perbuatan yang melanggar TATANAN. Sedangkan batin adalah tidak terlepas dari INGAT kepada ALLAH sehingga tidak ada secuilpun batiniah yang MELANGGAR TATATAN seperti emosi, jengkel, iri hati, tidak puas, menggerutu karena kondisi udara yang panas, menggerutu kok perutku lapar ya, kenapa waktunya sangat lama, jengkel karena anak nakal, jengkel karena bis kota kok ngetem terus dll.

Puasa juga bukan balas dendam, sekedar memindah jam waktu makan, dan lalu mempersiapkan makanan dan minuman macem-macem, lalu ketika adzan magrib tiba, nafsu makan ini dibiarkan menggelora dan akhirnya kekenyangan. Puasa juga bukan hura-hura dengan ramai-ramai ke mall, ke supermarket untuk membeli pakain, sepatu dll. Itu bukan patrap puasa, melainkan melampiaskan hawa nafsu duniawi.

Puasa adalah melatih KESADARAN terhadap ke Tuhanan, pribadi yang sabar, mengendalikan nafsu-nafsu hewaniyah agar diri ini kembali menjadi FITRAH, kembali menjadi bayi-bayi yang suci. Mari kita kembali menata hati dan perbuatan agar bisa menjalankan PUASA yang sebenar-benarnya PUASA.


Responses

  1. mohon ijin saya copy utk kultum teman2 di kantor, tetapi saya edit sedikit redaksinya khususnya istilah “Patrap” agar mudah dipahami secara umum.
    terimakasih sebelumnya.

  2. monggo. silahkan mas. diambil saja mana saja yang dirasa cocok.

  3. ((sedangkan batin adalah tidak terlepas dari INGAT kepada ALLAH sehingga tidak ada secuilpun batiniah yang MELANGGAR TATATAN seperti emosi, jengkel, iri hati, tidak puas, menggerutu karena kondisi udara yang panas, menggerutu kok perutku lapar ya, kenapa waktunya sangat lama, jengkel karena anak nakal, jengkel karena bis kota kok ngetem terus dll.))

    saya kuarang setuju dengan ungkapan anda tentangmelanggar tatanan.emosi adalah bagian dari manusia.menagis,tertawa,tersenyum…adalah bagian dari emosi.adakah hadits yang mengatakan menagis membatalkan puasa.geram….apakah membatalkan puasa???tidak selalunya emosi adalah negative dan merusak tatanan.ada juga emosi yang positive.
    contoh menangis ,padahal dia sedang puasa.namun ingat…menagisnya karena ingat dosa.apakah batal????tolong anda pelajari lagi tentang ini semua

  4. maksud emosi dalam tulisan saya diatas adalah emosi seperti marah, meskipun dipendam. kalau emosi yang mas contohkan dengan menangis, menangis karena ALLAH, ya tidak membatalkan mas.

  5. emosi yang negative tidak membatalkan puasa, tapi mengurangi makna yang diminta oleh Allah akan puasa kita mas bastomi, setuju atau tidak inilah memang yang Allah inginkan dari puasa itu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: