Posted by: Tohar | September 13, 2009

Makna Tadarus Al Quran


Sudah menjadi kebiasaan atau tradisi bahwa di bulan ramadhan ini, setiap malam, pagi atau sore, di masjid-masjid ramai dengan tadarus al quran, bahkan diprogramkan satu bulan harus khatam 2 kali, tanggal 1-15 khatam 30 juzz dan kemudian diulangi lagi dari tanggal 15-30 khatam 30 juzz. Bagi yang fasih, maka terdengar merdu di telinga, namun tak jarang banyak yang masih dalam taraf pembelajaran awal sudah berani membaca dengan menggunakan speaker yang keras dan keluarnya adalah blekak-blekuk tidak karuan. Namun sayang bahwa dewasa ini, tadarus hanya sekedar membaca dan menyemak (mendengarkan saja). Selesai tadarus, selesailah sudah, tidak ada kelanjutannya lagi. Akankah ini berlangsung sampai nanti hanya membaca dan menyemak? Tentu saja tidak. Makna tadarus adalah menuju ke kemulyaan ALLAH. Kembali kepada tatanan ALLAH, dalam arti bahwa tadarus bukan sekedar membaca atau menyemak atau mendengarkan, tetapi tadarus adalah sebuah laku dan laku tersebut tidak lain adalah untuk memuja kebesaran ALLAH. Dengan memuja dan menuju kemulyaan ALLAH, maka setiap ayat yang dibaca akan dihayati, dipahami dan kemudian di praktekkan dalam perilaku sehari-hari. 6666 ayat adalah kalam ALLAH, bukan sekedar bacaan saja. Tidak perlu terburu-buru dalam membacanya, tidak usah berlomba-lomba alias menarget khatam 30 juzz dalam sebulan. Baca satu ayat, pahami, dalami lalu praktekkan, itu sangat jauh bermakna dari sekedar baca dan khatam. Khatam bukan di bacaan, tetapi khatam adalah di LAKU.

Bagi yang suka tadarus, ini bukanlah kecaman atau sindiran tapi ini adalah himbauan, sekedar refleksi. Itulah kenapa Al Quran dulu diturunkan secara bertahap bukan langsung mak brek….


Responses

  1. Tidak semua orang pandai dan terpelajar…..bagi yang blekak blekuk (menurut anda) adakah larangan membaca alquran????menurut saya bagi yang belum pandai harus banyak belajar membaca…jadi mengapa harus dibatasi???wajib hukumnya belajar…termasuk belajar membaca alquran.masalah memakai speaker…adakah larangan memakai speaker????saya tanya kepada anda.apakah hukum membaca alquran?sedangkan hukum belajar membaca alquran ????
    tentu anda tahu jawapbannya…namun saya yakin jawaban anda menentang tulisan anda diatas.

  2. Salam jumpa lagi mas bastomi. jadi kangen dengan mas deh. tidak ada larangan membaca al quran mas, meski blekak-blekuk, cuma kalau memang belum fasih, ndak usah keras-keras pake speaker lah. Allah itu tidak budek mas, jadi selirih apapun tetap dengar. alangkah merdunya jika yang membaca itu sudah fasih. tentu anda sependapat. kalau membaca al quran itu dihubungkan dengan wahyu pertama yang diturunkan kepada Rosululloh. anda sudah bisa menyimpulkan sendiri?? silahkan saja mas bastomi berkomentar apapun tentang tulisan saya…karena saya tahu background anda jelas berbeda dengan saya.cuma akhirnya saya paham bahwa sebenarnya mas bastomi tidak paham dengan tulisan saya di atas. apa maksud tersembunyi dari tulisan itu, karena apa, karena mas selalu memandang sesuatu dari bungkus terus..biar mas paham, saya jelaskan bahwa makna yang ingin saya sampaikan adalah :
    1. membaca al quran jangan terburu-buru.
    2. setelah membaca, resapi, pahami maknanya.
    3. setelah paham, terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    apakah masih salah mas bastomi?? he he he sabar mas.. sabar.. ntar malah mas jantungan nanti..

  3. 🙂

  4. Memang bener kata mas Tohar saya sangat setuju dengan pendapatnya yang menyatakan tadarus itu bukan hanya membaca, mendengar saja tetapi memang harus dipahami artinya dihayati dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari biar umat Islam lebih dapat dijadikan umat yang terbaik dan amanah dengan ilmu alquran sebagia waahyu yang tidak ada tandingannya di dunia ini. Ayo mas tadarus terus tapi dengan suara yang rendah lalu pahami dan hayati, amalkan dalah kehidupan sehari-hari. Rasiyam Bogor

  5. Setuju Mas.

  6. Assalamu’alaikum….

    Salam kenal buat para pengunjung blog ini umumnya, buat mas Tohar khususnya yg punya blog, mohon izin kasih coment buat mas bastomi yg keliru memahami tulisan mas tohar, memang tdk ada larangan membaca alquran dengan keras / menggunakan speker asalkan yg membaca sudah paham betul dgn hukum2 bacaan alquran, bukan saja enak di dengar bahkan bisa smp menusuk ke Qolbu.

    salam,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: