Posted by: Tohar | September 13, 2009

Pahala itu kontan


Dimanakah pahala itu dan kapan pahala diberikan? Apakah harus menunggu mati, menunggu hari kiamat lalu dimasukkan ke dalam surga? Pahala adalah kontan, diterima sekarang, saat ini, kapan saja kita berbuat baik disitulah pahala langsung diberikan oleh ALLAH. Orang mau melakukan sholat, maka ALLAH akan langsung memberikan pahala, kontan yaitu mak dess… nyes.. NYAMAN. Begitu takbir dikumandangkan.. ALLAHU AKBAR. maka langsung derr.. pahala itu disusupkan kedalam hati. Ketenangan akan langsung menyelimuti diri ini, karena kita sudah berikrar aku hadapkan wajahku…kepada Dzat yang memiliki bumi dan seisinya ini. Begitu mengucap.. inni wajahtu wajah hiya..lilladzi fatarossamawati wal alrdh.. ALLAH akan langsung menjawab.. iya… engkau hadapkan wajahmu kepada KU, maka akupun hadapkan wajah-KU kepadamu. Begitu sang makhluk datang berlari satu meter maka ALLAH akan mendekat 2 meter dan seterusnya. Begitu kita meminta.. wajburni.. Ya ALLAH tutupi semua aib-aibku, semua kejelekannku, maka ALLAH langsung menutup semua kejelekan ini dengan rapat. Andai saja semua aib ini dibuka oleh ALLAH tanpa tedeng aling-aling, beranikah kita berjalan di muka bumi??? Jadi pahala ini kontan, tidak perlu menunggu nanti, TIDAK. Pahala adalah sekarang. Jangan sekali-kali berasumsi pahala itu dengan wujud MATERI berupa uang atau derajat dan pangkat. Tanpa berasumsi pada wujud MATERI, ALLAH sudah mewujudkan materi itu dengan memberikan kesehatan.. WA AFINI… coba kalau tidak di beri WA AFINI…jadinya kita ke dokter atau opname karena sakit. Setiap detik kita bernafas.. itu adalah wujud dari WAR ZUQNI… berilah aku rezeki. Nafas, angin adalah rezeki. MATA ini adalah rezeki. Bisa mencium adalah REZEKI. Bisa merasakan rasa di lidah adalah REZEKI. Itu semua adalah KONTAN. Buah IBADAH adalah KONTAN, tidak perlu menunggu nanti di surga, itu adalah NYATA bukan KATANYA.


Responses

  1. anda terlalu berhayal…apakah anda tahu allah menjawab anda seperti itu???jangan jangan allah menjawab lain….pakai hadits sohih mas…Menurut saya anda terlalu berani mencampuri urusan Allah.Apakah anda sadar yang anda ucapkan tentang pahala adalah bukan urusan anda?????minta maaflah kepada Allah karena kelancangan Anda

  2. saya tidak berhayal justru kalau mas bastomi tidak percaya pahala itu kontan, maka anda sendiri tidak percaya dengan rahman dan rahimnya ALLAH, tidak percaya dengan Ghofur ALLAH. ingat mas, apa yg kita perbuat saat ini apapun itu tidak lepas dari ALLAH. artinya setiap muslim yang berbuat baik karena ALLAH, maka ALLAH “PASTI” akan memberikan pahala kontan. itu sangat jelas. mas bastomi sholat, lalu mas merasa tenang, nyaman, itu PAHALA ataukah tidak???? mas bastomi bersedekah kepada fakir, dan mas merasa plong, senang dan bahagia, itu PAHALA ataukah tidak? siapa yg memberikan rasa bahagia itu, anda sendiri ataukah ALLAH??? mas bastomi, tanpa anda mintapun saya selalu mohon ampun kepada ALLAH setiap waktu, setiap detik nafas ini mengalir… sekali lagi, maaf mas bastomi, memandang sesuatu janganlah dari luarnya terus, ntar jenengan terkotak-kotak sendiri dan sepertinya anda merasa diri anda yang paling benar, paling syar’i. maaf lho mas. santai saja. anda suka, silahkan baca, tidak suka, ndak usah buka blog ini. OK.

  3. Pak Bastomi, akhlak pengikut Nabi itu hrsnya yg santun. Kalo menurut p’bastomi tdk sesuai hadist sohih, lha yg shohih itu gmn? Muslim yg baik kalo nasehat menasehati haruslah dgn sabar & rendah hati….

  4. Pahala adalah sebuah adalah sebuah konsep manusia – bukankah Allah dan rosulnya berpesan berbuat baiklah, setiap amal perbuatan akan dicatat dan diberi balasan.

    kalau amal perbuatan baik ya tentu saja balasan dari Allah adalah rahmad-Nya meliputi manusia, baik itu langsung seketika itu dan nanti saat di akhirat manusia akan dimasukan ke surganya Allah dengan Rahmad-Nya bukan dengan pahala manusia.

    nah kalau beramal buruk ya tentu saja balasan dari Allah adalah murka Allah, perbuatan buruk ini Allah namakan dosa. akibatnya ya tentu saja kegelisahan didunia dan azab yang pedih di akhirat nantinya.

    terus menurt pak bastomi itu seperti apa ya?

  5. setuju cak mamad. nambahi saja biar mas bastomi jelas, pahala dibagi 2 macam, yaitu sekarang dan nanti di akhirat. kalau yang diberikan sekarang itu cuma bonusnya, hadiah yang real nanti di akherat.

  6. Oh indahnya forum ini.
    Penuh dgn pengetahuan dan perdebatan. Ada yang bersifat text-book, disisi laen ada yg penuh nalar sekaligus ‘rasa’. Yg saya yakin bhw yg penuh nalar+rasa tersebut tentu sdh katam kitab2.
    Semoga forum ini bisa mnjdi pencerahan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: