Posted by: Tohar | September 23, 2009

Berebut salah bukan berebut benar


Manfaatkan momen lebaran dengan berebut salah, mengakui “aku sing salah”. Aku minta maaf ya dsb. Dengan mengakui “aku yang salah”, maka tingkat EGO akan turun bahkan luntur. Manusia tempatnya salah, jangan saling mengaku benar, tetapi akuilah kesalahan. Sebaik apapun manusia, tetap ada kesalahan. Maka budaya saling silaturahmi khususnya selama lebaran, haruslah selalu dijaga bahkan harus dijalankan kapan saja sempat.

Tradisi anjangsana antar keluarga bagi masyarakat Jawa sangatlah kental. Satu keluarga saling bersilaturahmi ke tetangga demikian sebaliknya akan semakin menambah eratnya hubungan kekeluargaan. Namun yang harus disadari adalah tradisi ini bukanlah sekedar tradisi bibir, tetapi harus masuk sampai ke hati, sehingga ketika tangan saling berjabatan erat, maka hati akan saling sambung, ruh akan sambung ke ruh, saling mengakui kesalahan dan akhirnya satu sama lain akan saling PLONG, tidak ada beban lagi dan akhirnya MAGFIROH ALLAH pun diturunkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: