Posted by: Tohar | October 14, 2009

Jebakan patrap (2)


Pertanyaan lanjutan, kalau sudah patrap, lalu apalagi? Setelah patrap ya patrap lagi dan lagi, tidak ada kata berhenti karena patrap adalah juga sarana untuk berdizikir kepada ALLAH. Penyakit yang harus dihindari oleh patrapist adalah…. jangan berhenti ditempat…jangan dipakai sendiri..melainkan harus bermanfaat buat orang lain. Pemahaman apapun yang diberikan oleh ALLAH.. maka sampaikanlah juga kepada orang lain. Ibaratnya air sumur.. semakin sering ditimba.. atau disedot.. maka airnya akan semakin jernih.

Jangan pula merasa kalau sudah patrap itu sudah joss.. sudah hebat..sudah jempol. Tidak….patrap adalah bagian dari proses perjalanan bukan tujuan.. kalau patrap dijadikan tujuan…maka tidak ubahnya hanya akan mencapai taraf hening saja


Responses

  1. Tiada yang sia2 yang Tuhan ciptakan. Semuanya bermanfaat meskipun tak nampak oleh mata.

    Awan cuma mengikuti angin bergerak.. kalau orang haus akan bergerak mencari air minum. Bergerak mengikuti keinginannya, melangkah untuk memenuhi keinginannya minum air. Air apa? Disini tidak semua orang keinginannya sama, ada yang ingin minum air minral dingin, air kendi, air sumur, dst.

    Lalu sikap yang bagaimana yang pas, yang tepat, positioning nya untuk santun kepada yang lagi maha menggerakkan keinginan2 itu, sopankah kita menyetopnya?

  2. keinginan manusia tidak akan pernah habis. selama nafas ini masih ada, maka keinginan itu akan selalu ada. untuk mengendalikannya, maka keinginan harus diikuti dengan syukur sehingga berbuah nikmat.syukur adalah mengunakan sesuatu sesuai dengan porsinya, dan dengan cara yg benar. alias samikna wa atokna juga naan amta….inggih sendiko dawuh Gusti.. saya terima.

  3. Yang samikna wa atokna itu yang inline mas… yang selaras dengan maunya Tuhan [petunjuk dan bimbingan-Nya]. juga memproses prasangka2 yang belum inline, pun memproses keinginan2 yang mengaku tidak berTuhan. Dst.

    Keragaman keinginan orang per orang ini yang mesti dihormati keadaan hakikinya, yaitu kepada yang maha sibuk memenuhi keinginan2 itu ke arah me-wujud. Dan me-wujudnya ini karena berkat rahmat dan karunia-Nya saja itu jadi me-wujud.

    Kalau orang tidak merasa dibantu/ ditolong mana mungkin bisa berucap terima kasih. Dan takkan mungkin pula dapat merasakan suasana nikmat pertolongan karena tidak merasa ditolong.

  4. dari rela inilah akan menimbulkan kesadaran. kesadaran akan melahirkan pengertian, pemahaman dst. karena sadar… dan ngerti… dan paham..maka kita akan tahu sesuatu dengan tahu… akan menuju ke syukur..syukur sendiri bermakna.. menempatkan dan menggunakan sesuatu yang sesuai dengan porsinya, dengan cara yang benar.

  5. bila Allah meridhoi… maka hamba menjadi ridho dengan segala ketentuan-Nya
    Bila orang bersyukur pasti dia merasakan nikmat-NYA
    Bila sang aku sadar [ruh] pasti [basiroh] sedang menjadi pengamat atas dirinya

    Sang aku tahu ….
    diri ini lagi taqwa atau sedang ditarik2 ke fujur
    diri ini lagi rela atau sedang ditarik2 oleh file membangkangnya
    diri ini lagi merasakan nikmat atau siksa

    Sang aku tahu ….
    diri ini sedang digenangi nikmat-NYA
    maka sang aku menyampaikan
    puja-puja atas kemaha-kebesaran-NYA
    puji-puji atas kemaha-sucian-NYA
    lalu bersyukur dalam lautan nikmat-NYA
    yang tiada terhitung bilangan jumlahnya..

  6. karena aku tidak tahu..maka aku kembalikan pada yang Maha Tahu. karena aku lemah, maka aku kembali kepada Yang Maha Kuat. karena aku masih buta, maka aku kembali kepada Yang Maha Melihat. aku fakir, maka aku kembali kepada Yang Maha Kaya. kuserahkan semua kepada-NYA….alhamdulillahi robbil alamin….

  7. tidak tahu
    dengan mengosongkan rasa mengakui tahu
    menjadi kosong pengakuan tahu

    yang kosong pengakuan tahu
    adalah awalnya
    diisi tahu
    oleh Yang Maha Tahu

    bila dari tahu merasakan menjadi tahuku
    maka kembalikan akunya
    inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
    dan
    tahunya kepada pemiliknya
    Yang Maha Tahu
    akuku
    tidak mengakui tahu itu tahuku

    kembali..
    tidak tahu
    kosong dari pengakuan tahu
    bersedia diisi tahu
    oleh Yang Maha Tahu
    karena selain-NYA
    tidak tahu

    ………diam………

  8. yang tahu hanyalah Yang Maha Tahu. aku hanya meminjam tahu dari Yang Maha Tahu sehingga bisa mengetahui dan memberi tahu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: