Posted by: Tohar | October 27, 2009

Bukan sekedar wajib tetapi cinta


Kerjakan apapun dengan dasar cinta bukan kewajiban. Kewajiban hanya akan melahirkan beban dan tekanan. Melaksanakan kewajiban hanya akan menggugurkan kewajiban itu sendiri. Melainkan, lakukan apapun halnya dengan dasar CINTA karena cinta itu adalah ridho, dan cinta tidak mengharapkan balas dan jasa seperti halnya orang tua yang menafkahi rumah tangganya, seorang bapak membesarkan anak-anaknya.

Hai, jiwa yang tenang, datanglah kamu kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi. Enak kan? Maka berlama-lama dalam sholat, dzikir pun tidak terasa. Sedekah setiap saat pun tidak terasa, karena disitu ada CINTA, yaitu cinta kepada ALLAH karena ingin kembali kepada-NYA dengan RIDHO dan Di RIDHOI.. Alangkah indahnya hidup ini jika semua didasari dengan bentuk CINTA.


Responses

  1. cinta adalah ridho????
    cinta = cinta
    ridho = ridho
    cinta tidak sama dengan ridho

  2. tidak sama bukan berarti beda. itu hanyalah sebuah permainan kata.

  3. cinta lahir dari ridho
    namun serigkali
    ridho lahir dari cinta

  4. aku dan tohar menjadi satu. toharnya mana.. toharnya disini..seperti berdiri didepan cermin…

  5. aih..aih..aih, bagai kata dan tulisan dipapan, tulisan dipapan menjadi ujud kata, tanpa ada kata maka tulisanpun tidak ada, tapi kata tidak terikat tulisan.

    An Nafs dan tubuh

  6. bagai air, teh dan gula… manis, sedap, enak, lezat…saling terikat dan tidak bisa terpisahkan..

  7. Setiap anak tangga pasti berbeda ketinggian
    Tangga pertama pasti lebih rendah dari tangga kedua .. dan begitu seterusnya

    Saling mencintai wajib didahului pertemuan..
    kalau belum ketemuan tidak mungkin jatuh cinta

    Yang rela…
    Nikmat diperintah2 dan Nikmat dilarang2
    Berdirinya, duduknya dan berbaringnya [hidupnya] semuanya terasakan nikmat..

    Karena semuanya sudah jadi nikmat.. maka jadi rela
    Wong semuanya enak kok? Gimana ndak rela..

  8. mendaki puncak akan melewati tangga pertama dan tangga pertama adalah wajib. tetapi jangan berhenti di tangga pertama ini karena kalao berhenti menapak, tidak akan sampai puncak. Puncak hanya akan bisa dicapai dengan cinta, kerelaan dengan kursi pelaminan rodiyatan mardiyah…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: