Posted by: Tohar | November 9, 2009

Adakah ALLAH?


Artikel ini saya tulis sebagai hasil sebuah perbicangan dengan salah satu customer saya dari Malaysia. Seorang pengusaha yang sukses dengan omzet jutaan dollar yang mengawali karirnya hanya sebagai seorang sales di perusahaan garmen. Dalam perbincangan tersebut, dia mengatakan bahwa semua kesuksesan dan kekayaan yang diraih itu berkat usahanya dan satu hal yang menjadi Topik yang hangat adalah dia ini tidak percaya sama TUHAN. Intinya adalah dia tidak percaya TUHAN dan TUHAN itu tidak ADA. Dia menyebutnya GOD, dan karena saya muslim saya mengartikannya sebagai ALLAH. Di bawah ini adalah petikan dari perbincangan saya dengan customer saya ini.

Pertama, kamu bilang ALLAH itu tidak ada?? Mau tahu ALLAH itu ada? Sederhana saja. Coba ambil gula, gelas, kopi dan air panas. Masukkan air, kopi dan gula ke dalam gelas, lalu aduk jadi satu. Lalu minum. Apakah yang diminum tadi?? Kopi?? Kalau kopi, mana kopinya? Kalau air, mana airnya? Kalau gula, mana gulanya?? Tetapi terasa kan? Enak ndak?? Rasa enak itu yg seperti apa? Dia tidak bisa jawab..

Kedua, Lihat daun-daun yang bergoyang? Kenapa bergoyang? Karena ada angin? Jadi sebenarnya yang bergerak itu siapa? Daun ataukah angin? Yang bergerak sebenarnya adalah angin dan daun hanya kena efeknya saja. Lalu, anginnya mana? Lihat.. itu debu-debu berterbangan? Apakah itu angin? Bukan, debu-debu itu diterbangkan oleh angin. Apakah angin bergerak sendiri? Meskipun tanpa debu, apakah anda merasakan sentuhan angin ini? Di jawab iya, terasa.

Ketiga, Cinta, seperti apakah cinta itu? Bisa melihat cinta? Bisa, mana buktinya? Tuh, lihat orang pacaran, saling berdekatan. Apakah itu cinta?? Bukan, itu adalah efek dari cinta. Terasa ndak kalau jatuh cinta? Jelas terasa. Apakah menggunakan otak untuk merasakan cinta?? Tidak bukan, merasakan cinta adalah menggunakan hati, yaitu hati yang tenang. Orang yang marah tidak akan merasakan cinta.

Mau merasakan hadirnya ALLAH, mau tahu ALLAH itu ADA, gunakankan hati, rasakan seperti kita merasakan adanya cinta itu. Rasakan angin yang sejuk semilir menerpa kulit. Seperti itulah kita merasakah kasih ALLAH. Manisnya kopi, lezatnya makanan yang kita makan, tidak bisa kita gambarkan dengan rupa, seperti itu pulalah ALLAH yang merengkuh diri ini, ada getar yang sangat kuat..ada tangisan..ada senyuman dan itu terasa.

Saya tidak memaksa dia untuk mengakui keberadaan ALLAH, mau percaya atau tidak, itu adalah urusan dia sendiri. Saya hanya menyampaikan analogi yang sangat sederhana. Di akhir kata, dia mengakui semua fakta di atas itu benar, tetapi tetap dia tidak percaya sama ALLAH, dia percaya sama dirinya sendiri. Ya Silahkan saja.. lakum dinukum waliyadin…


Responses

  1. Kang kopi gak manis yang manis itu gula

  2. kopi memang tidak manis. ketika cak mamad bertamu dan ditawari minuman, mau kopi apa teh….identik dengan kopi atau teh manis ataukah tidak he he he ketika ditawari kopi, mosok cuma gelas dan kopi bubuk saja?? tentu tidak ya cak?

  3. ha..ha..ha..šŸ™‚ ya itulah bahasa, terkadang hanya isyarat saja sudah menunjuk maksud, tapi isyarat satu orang dan yang lain bisa tak sepaham padahal maksudnya ya sama.

  4. bener mas. tidak semua sepaham. biar paham dan tidak menimbulkan persepsi lain, makanya artikel itu saya edit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: