Posted by: Tohar | November 19, 2009

Benarkah kita sudah benar-benar beragama?


Ada yang mengaku dirinya Islam karena ketika ditanya, menjawab, saya sudah sholat 5 waktu, sudah zakat bahkan sudah haji. Apakah dengan menjalankan semua itu sudah bisa dikatakan ISLAM???

Jangan berani mengaku dirinya Islam jika dalam keseharian masih suka jengkel, masih suka memusuhi orang lain, masih mau berbohong, masih mencuri, masih korupsi, masih suka berzinah, masih suka maksiat, masih takut dengan masa depan. Karena, ISLAM adalah rahmatan lil alamin, berbuat rakmat atau keselamatan kepada seluruh alam. Pertanyaan lanjutan sederhana saja, marah itu rakhmat ataukah tidak? Jengkel itu rakhmat ataukah tidak? Mencuri itu rakhmat ataukah tidak? Memfitnah orang lain itu rakhmat ataukah tidak? Tidak menjalankan tugas dengan baik itu rakhmat ataukah tidak? Memarahi anak itu rakhmat ataukah tidak? Suka mengadu domba itu rakhmat ataukah tidak?

Berani mengaku ISLAM harus mau beriman kepada TAKDIR ALLAH. Ketika mendapat musibah entah sakit, kehilangan uang, kehilangan jabatan, lalu stress dan bingung, termasuk menolak Rukun Iman yang ke 6 ataukah tidak? Sakit, kehilangan harta benda, pangkat, derajat, siapa yang menentukan?? Semua bisa terjadi karena ijin ALLAH. Tidak mau menerima sesuatu yang tidak enak (musibah), maka sama saja dengan PROTES kepada ALLAH. Ingatlah bahwa IBLIS dicoret dan diusir dari SURGA karena tidak mau menerima TAKDIR ALLAH yaitu tidak menerima dengan adanya ADAM, tidak mau bersujud kepada ADAM. Menerima kondisi setidak enak apapun, maka biasa saja, kembalikan semuanya kepada ALLAH, instropeksi dirilah karena sesungguhnya manusia itu setiap hari berbuat salah. Jangan suka mengaku DIRI INI SELALU BENAR, melainkan AKU YANG SALAH.

Jangan berani mengaku aku ISLAM jika hal-hal sederhana diatas masih belum dijalankan…….karena kita akan dimintai PERTANGGUNG JAWABAN atas pengakuan itu. Bukankah akhir dari sholat itu ASALAMU ALAIKUM…….artinya SELAMAT…. sudahkah kita menjalankan Asalamu alaikum ini??????

Jangan pula mengaku dirinya KRISTEN jika dalam kesehariannya tidak menjalankan kasih sayang. Membenci orang lain disebut kasih sayang ataukah tidak? Berzina itu melanggar 10 perintah Tuhan ataukah tidak? Tidak berbakti kepada orang tua termasuk melanggar perintah Tuhan ataukah tidak? Marah kepada anak buah, marah kepada karyawan tanpa alasan yang jelas, disebut kasih sayang ataukah tidak? Kalau memang ada kata-kata lain yang lebih santun, kenapa mesti BERTERIAK???? Marah tidak akan menyelesaikan masalah bahkan akan melahirkan kemarahan-kemarahan yang baru.

Masihkah kita berbohong?? Apakah ada perintah untuk berbohong? Masih beranikah kita mengaku umat KRISTUS??? Jangan asal mengaku karena sesungguhnya pengakuan ini juga akan DIPERTANGGUNG JAWABKAN kelak.

Bagi yang sedang mendapatkan suatu musibah atau suatu yang tidak enak menurut ukuran diri kita sendiri, maka janganlah bersedih, karena sesungguhnya permasalahan yang kita hadapi saat ini adalah bagian dari PERJALANAN hidup. Karena sesungguhnya kita sedang menjalankan peran kita masing-masing. Ada yang berperan ANTAGONIS, ada yang berperan UTAMA, peran PEMBANTU, ada yang sedang menshooting, ada yang mencatat dan ada yang menonton sandiwara ini. Jadi biasa saja. Sesuatu yang kita anggap tidak baik sesungguhnya itu BAIK, tergantung dari sudut mata kita memandangnya. Berprasangkalah yang baik karena sesungguhnya prasangka ALLAH tergantung prasangka kita sendiri.

Bagi yang sedang mendapatkan satu masalah, itu tidak ubahnya adalah orang yang sedang berpuasa dan orang berpuasa pasti ada hari rayanya alias LEBARAN… artinya setiap permasalahan PASTI akan selesai. Jadi tidak usah bingung. Masalah bukan untuk dihindari, tetapi dihadapi dan dicari solusinya. Hidup dan Mati ini bukan milik manusia, tetapi MILIK Allah. Serahkan kepada-NYA dan DIA akan mengembalikan kembali kepada kita.

Bagi yang sedang saling tidak suka satu sama lain, hapus saja, karena itu tidak akan ada manfaatnya. Sambung kembali kasih sayang ini kepada siapa saja di sekitar kita. Belajarlah mencintai, bukan saling membenci. Suatu saat kita akan berpulang kepada ALLAH, jangan sampai rasa benci kepada sesama ini masih bersemayam di dalam hati karena itu akan menjadi PENGHAMBAT kita menuju kepada – NYA. Lahir dalam keadaan bersih dan suci, maka sudah seharusnya kita KEMBALI juga dalam keadaan yang sama pula.


Responses

  1. Subhanallah, moga2 dgn setitik cahaya yg diberikan kpd mas H Tohar bisa menerangi alam semesta dan seisinya khususnya saya yg sedang mencari dan ingin kembali ke Titik Cahaya Ilahi itu..

  2. saya juga sama seperti mas Purnomo, ingin kembali kepada Allah dengan ridho dan diridhoi. ayo mas sama2 berbuat kebaikan kepada siapa saja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: