Posted by: Tohar | December 10, 2009

Fenomena Sawanen


Saya tertarik dengan fenomena sawanan dan kebetulan ada salah satu teman yang sehabis melayat, lalu jatuh sakit selama 3 hari dan ketika berobat ke dokter, dokternya malah menjawab, wah obat saya ndak bisa menyembuhkan, anda terkena sawan, kasih sawan saja. Oleh dokter akhirnya hanya dikasih vitamin saja, tetapi ternyata dalam waktu 3 hari, belum sembuh juga.

Bagi orang Jawa, sawanen bukan hal yang aneh. Ciri-ciri dari sawanen adalah badan terasa panas, meriang, tetapi telapak kaki dan telinga terasa dingin, dan meskipun sudah berobat ke dokter, sakit seperti belum sembuh juga. Lalu kenapa bisa sawanen?

Seringkali sawanen ini timbul setelah seseorang pergi melayat dan sepulang dari melayat ini lalu sakit seperti tersebut di atas. Pertanyaannya adalah kenapa bisa sawanen dan prosesnya seperti apa?

Jika dianalisa dari segi psikoterapi, sawanen ini adalah timbul karena faktor pikiran, perasaan yang ikut terlarut dalam suasana duka, sehingga ketika mendengar seseorang meninggal dunia, apalagi itu famili atau teman, maka reaksi yang pertama kali adalah kaget, setelah kaget, muncul rasa kasihan kepada keluarga, dsb. Nah, rasa-rasa mendalam yang semacam inilah yang akhirnya mempengaruhi sistem syaraf dan dari sistem syaraf ini akhirnya mempengaruhi kinerja organ tubuh. Jadilah sakit panas, meriang, tidak doyan makan dll. Solusinya adalah tenang dan yakin kepada ALLAH, maka sawanen ini akan hilang dengan sendirinya. Kalau obat tradisional, sederhana, ambil sawanan yang terdiri atas daun dlingi, bengkle, tanah, bawang merah, semua ditumbuk jadi satu, kasih air dan borehkan di tengkuk, telapak kaki, belakang pergelangan tangan dan dahi. Inyaallah sakit sawanan segera sembuh. Jika dianalisa secara syaraf, titik-titik tadi adalah pusat syaraf, ketika syaraf tersebut normal kembali, maka tubuh ini kembali sehat.

Jika dianalisa dari segi metafisika, sakit karena sawan ini prinsipnya hampir sama dengan orang kesurupan. Fikiran kosong, sehingga makhluk dari dimensi yang lain ikut bermain disini, ingin masuk ke dalam tubuh, sedangkan dalam tubuh ini ada jiwa yang sudah mengisi, maka terjadilah pertarungan antara dimensi luar dan dimensi dalam tubuh ini, seperti halnya ketika ada luka ditubuh, maka secara otomatis pasukan anti bodi bekerja melawan kuman yang masuk melalui luka itu. Jadilah nanah.

Nah, sebagai efek dari pertarungan antara dimensi luar (baca : jin atau makhluk halus tsb), jadilah tubuh ini meriang dsb. Solusinya adalah banyak berdoa kepada Allah dan insyaallah sawan ini PASTI sembuh. Bagi yang bisa “melihat” maka orang yang terkena sawan ini tidak ubahnya sedang dikelilingi oleh makhluk-makhluk halus tersebut, maka itulah yg menyebabkan terjadinya sakit karena ada dua gelombang elektromagnetik yang saling berlawanan.

Lalu kenapa hanya di beri sawan kok bisa sembuh. Kalau di analisa secara medis, sawan-sawan ini terdiri atas unsur tumbuh-tumbuhan, tanah, dan air mengandung zat-zat penurun panas, astigen dsb. Jika dianalisa secara metafisik lagi, bahwa unsur tumbuh-tumbuhan spt bengle, daun dlingo, bawang merah, tanah, air bisa meredam api. Maka panas tubuhpun akhirnya turun.

Trik biar tidak terkena sawan adalah TAUHID ini yang harus di pertebal. Menghadapi kondisi apapun, harus tetap tenang, tidak usah muncul rasa was-was, pikiran tetap terisi dengan ALLAH, jangan biarkan kosong atau banyak melamun. Jadi kuncinya cuma satu ALLAH.


Responses

  1. “sawanen ini adalah timbul karena faktor pikiran, perasaan yang ikut terlarut dalam suasana duka, sehingga ketika mendengar seseorang meninggal dunia, apalagi itu famili atau teman, maka reaksi yang pertama kali adalah kaget, setelah kaget, muncul rasa kasihan kepada keluarga, dsb”
    terus terang mas saya tdk terlalu berduka yg dalam ketika kakek saya meninggal, bagaimanapun juga beliau sudah dikersake Gusti Alloh.
    saya sebenarnya udah merasa jauh beberapa bulan sebelumnya kalau kakek saya akan meninggal. sehingga saya udah menyiapkan hati ini sebelumnya.

  2. kang tohar mau tanya nih, kalau untuk menghilangkan atau mengurangi tidur mendengkur/ngorok, gimana caranya ya kang, biasanya penyebabnya apa ya kang? maturnuwun sebelumnya ya kang

  3. sebab pasti, saya ndak tahu kang, tp kalo solusinya bisa dicoba untuk tetap sadar selama tidur. tidur tp sadar, sadar tapi tidur.

  4. anak saya bayi badannya kok bintik bintik merah kenapa ya,sori anak pertama

  5. Bintik-bintik dimana? Kalau di tubuh bisa jadi karena lembab. Kalau di wajah bisa jadi karena susu dsb. Atau juga kulitnya tidak tahan terhadap bedak bayi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: