Posted by: Tohar | January 11, 2010

Sakitpun ladang ampunan dan pahala


Siapa yang mau sakit? Pasti tidak ada yang mau. Siapa mau hadiah Motor? Pasti banyak yang berebutan untuk mendapatkannya. Singkatnya, susah jangan, senang ayo datang terus. Ini adalah patokan DAGANG, maunya senang terus. Padahal kalau mau menyelami lebih dalam lagi, sakitpun ladang ampunan dan pahala dari Allah. Kuncinya disini adalah RELA menerima semua keadaan dengan ikhlas. Sakit, ya di terima saja, lalu instropeksi diri untuk mencari kenapa sakit, asalnya dari mana, terus maksud sebenarnya ALLAH itu apa, kenapa sakit ini diturunkan. Ketika dirunut maka akan ada satu cerita yang sangat panjang dan sangat indah dan itulah skenario Allah yang sangat sempurna.

Ketika sakit diturunkan, maka disisi yang lain sebenarnya Allah menurunkan rezeki kepada umat yang lain. Coba kita runut. Dari si pasien diantar ke RS, jadi butuh motor atau mobil, berarti ada andil bensin berarti bisa melewati pom bensin atau penjual bensin eceran. Dari bensin saja sudah melibatkan karyawan pom bensin, PERTAMINA, sopir truk tangki pertamina dan secara otomatis menyangkut keluarga seluruh pertamina dan truk tangki. Kemudian melibatkan tukang parkir di RS, ada satpam, ada karyawan RS (paramedis), apotik, plus warung di sekitar rumah sakit bagi yang menjenguk karena membeli jajan. Dari obat yang digunakan sudah menyangkut detailer, pabrik obat, toko kimia, pabrik alat-alat medis spt suntik, infus, plester, kain kasa, kursi roda, tabung oksigen, keluarga karyawan pabrik obat dsb. Jika dirunut satu demi satu, maka akan mencapai rantai yang sangat panjang dan tidak akan ketemu karena jaringannya bisa mencapai luar negeri. Coba bayangkan jika salah satu obat itu komponenya harus import, berarti akan melibatkan perbankan, jasa logistik impor, jasa clearance, kapal laut atau udara dsb.

Allah sudah merencanakan semuanya dengan sangat sempurna, dan semuanya itu ada hitungannya. Jadi ketika tertimpa sakit ataupun musibah apapun, tetaplah bersyukur karena dengan bersyukur akan melahirkan nikmat-nikmat yang tidak terkirakan sebelumnya. Dengan mau bersyukur menerima kondisi apapun, sesungguhnya kita sudah menjalankan Rukun Iman yang ke 5 yaitu Percaya kepada TAKDIR.

Singkatnya tidak ada sesuatu yang tidak ENAK, semuanya itu ENAK tergantung dari pola menyikapinya. Sakit mau menjadi nikmat, ya syukuri, mau laknat ya khianati saja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: