Posted by: Tohar | January 29, 2010

Hukum islam kejam?


Banyak yang komentar miring bahkan sinis soal hukum rajam, atau hukum pancung dsb merupakan hukum yang tidak berperikemanusian, atau bahkan cenderung memojokkan hukum islam itu kejam. Jika hanya dilihat dari satu sisi, memang kelihatan kejam, memang benar dan tidak salah. Tapi coba sesekali berpikir seandainya anak yang kita cintai ini diperkosa lalu dibunuh, bagaimana perasaan kita? Andaikata orang tua kita yang dibunuh oleh perampok, apa yg bisa kita rasakan? Ketika ada nenek-nenek tua naik angkot dan akan pergi ke RS untuk membayar biaya rumah sakit, lalu di tengah jalan di copet dan uang uang itu adalah hasil pinjaman kanan-kiri, apa yang bisa kita rasakan? Andai nenek tua itu adalah kita sendiri? Apakah kejam ketika pencopet itu dipotong tangannya? Apakah kejam perampok itu akhirnya dipenggal kepalanya? Imbang bukan??

Coba amati kasus korupsi ratusan milyar rupiah, malah enak-enak menikmati hukuman dalam penjara yang disulapnya menjadi ruang karaoke dll? Lalu bandingkan pencuri ayam yang akhirnya meregang nyawa karena dihajar massa. Coba lihat bagaimana hukum koruptor di China, ditembak mati. Lalu lihat apa efeknya bagi negara dan masyarakat?

Selalu ada pro dan kontra, ini adalah hidup yang nyata. Lihatlah sesuatu dari sisi yang lain biar tidak gampang menuduh hukum islam itu kejam.


Responses

  1. Hukum islam itu membuat orang yang melihat jadi takut untuk melakukan hal yang sama. Sejatinya hukum memang harus seperti itu.
    tidak seperti sekarang, orang bersalah, masuk penjara eh.. di penjara tiduran dapat makan gratis….
    mana keadilannya mana efek jeranya??
    bahkan ada orang yang tidak punya kerja berkata,” enak dipenjara makan gratis setiap hari”.

    Tahukah anda bahwa hukum potong kepala itu sebetulnya bagi yang mengalaminya, kematiannya tidak menyakitkan. karena apa?? semua saraf yang terhubung kekepala langsung putus sehingga orang yang terpenggal tidak akan merasakan sakit saat kematiaannya.
    beda dengan hukum mati tapi dengan ditembak ato di setrum listrik….sakitnya luar biasa.
    Tapi bagi yang melihat memang sangat mengerikan…

    benar2 Allah Maha Besar!!

  2. Maka melihatlah jangan dari bungkusnya, cobalah selalu melihat dari sisi yang lain. Ibarat sebuah rumah yang bercat kusam, apakah sudah bisa disimpulkan cat bagian dalam rumah juga kusam? Seperti halnya buah kedondong, luarnya licin, ternyata dalamnya berserabut. Seperti halnya buah durian, durinya tajam tetapi ternyata buahnya manis dan enak rasanya.

  3. setuju. kadang orang mengatakan hukum islam kejam karena pemerkosa akan dihukum penggal. padahal kalo ia ditanya, seandainya istri/ibu/saudara perempuannya diperkosa seseorang, pemerkosa didatangkan di depannya, kemudian ia ditanya mau diapain pemerkosanya, dia akan bilang “bunuh”, atau “siksa hingga mati”.
    coba liat di amerika, negara yg katanya paling maju/beradab, tingkat perkosaan 2.713 setiap hari dg peluang pemerkosa akan dipenjara hanya 1 banding 125 (bayangkan! orang melakukan pemerkosaan 125 kali hanya dihukum sekali!), itupun 50% dari yg dipenjara akan bebas sebelum 1 tahun. bayangkan kalo hukum penggal diberlakukan bagi pemerkosa di amerika. apakah tingkat perkosaan akan tetap setinggi itu?

    silahkan baca: http://www.islambasics.com/view.php?bkID=154&chapter=1

  4. hukum kalo memang benar2 ditujukan untuk keadilan memang harus tegas. karena hukum yg tidak tegas akhirnya tidak akan berfungsi, mlempem, bisa dibeli, dan tujuan pemberlakuan hukum tersebut akhirnya tidak tercapai. hasil yang kita lihat, hukum hanya menjadi “Hukuman UntuK Urang [M]iskin” saja.

  5. wah…kita disuruh liat dari sisi yang berbeda tapi ente lupa ya”kemanusiaan yang adil dan beradab”di cina kagak ada tuh!!!mau kata dia pelaku kejahatan tetap aja dia manusia,coba kalo pelaku kejahatan itu keluarga ente,emang ente udah siap kepalanya dipancung en menggelinding kaya bola hanya karena mencuri dompet yang isinya cuma seribu rupiah??*geleng2*

  6. Terima kasih Mas sudah kasih komentar tapi kelihatannya Mas tidak PAHAM sama sekali dengan hukum Islam. Kalo mencuri dompet tidak dipancung kepalanya Mas, tapi yang dipotong itu tangannya. TAPI, sepanjang yang saya tahu dan selama ini berjalan di ARAB sono, ada aturan-aturannya tidak asal main potong begitu. Hakim juga mempertimbangkannya. Nah pertanyaan saya adalah seandainya ada keluarga Mas yang dibunuh, terus hanya divonis cuma 5 tahun kira-kira Mas rela ndak????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: