Posted by: Tohar | March 6, 2010

An Nafs (1)


Terinspirasi dengan pertanyaan saudaraku tentang “Nafsu itu melekatnya dimana? Apakah melekat jadi satu dalam sifat dalam An Nafs ataukah ia menjadi atribut jasad? Satu pertanyaan yang menggelitik. Tiba-tiba teringat akan kopi yang dimasukkan ke dalam gelas kaca lalu dituangi dengan air mendidih. Jadilah segelas kopi. Lalu, yang manakah gelas dan yang manakah kopinya, mana airnya? Gelas adalah jasad ini dengan atribut yang ada di dalam gelas itu adalah kopi. Isi dari gelas adalah nafs itu sendiri,dan jasad hanyalah wadah apapun bentuknya. Kopi adalah nafsu-nafsu ego dll dan air bening adalah jiwa yang tenang itu (an nafsul mutmainah itu).

Teringat juga dengan buah mangga yang ketika dikupas ternyata seekor ulat sudah berdiam didalam mangga ini. Kulit mangga adalah jasad dan dagingnya adalah nafsu mutmainah, ulatnya adalah nafsunya serta bijinya adalah ruh suci itu. Yang terkungkung, yang menderita adalah an nafs itu sendiri. Yang tersiksa ya an nafs itu juga. Karena ruh tidak mengenal sedih atau susah.. ruh selalu ke illahiyah terus. Apakah demikian???

Mangan kupat nang Jeporo, menawi lepat, kulo nyuwun pangapuro…


Responses

  1. iya saudaraku.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: