Posted by: Tohar | March 12, 2010

Batas pandangan mata


Mata seringkali menipu, apapun itu. Mobil kelihatan bercat bagus, ketika didekati ternyata ada gores-goresan kecil. Gunung yang kelihatan hijau dan indah ketika didatangi ternyata ada tebingnya, ada jurangnya dan ada gundukannya. Jadi padangan mata yang membatasi adalah mata itu sendiri. Kalau mau pandangan mata ini menjadi tidak terbatas, maka mulailah mengaktifkan yang tidak terbatas. Caranya…mulailah menyadari bahwa yang melihat ini bukanlah mata ini melainkan mata ini hanyalah sebagai alat melihat dari Aku yang bergerak. Ketika yang melihat adalah Aku bukan mataku maka melihat apapun akan tampak seperti kenyataannya. Melihat seorang pengemis bukan sebagai pengemis, melainkan akan melihat seseorang yang benar-benar membutuhkan uluran tangan pertolongan. Demikian juga melihat cewek cantik dan seksi bukan lagi menggiurkan dan membangkitkan syahwat melainkan melihat makhluk ciptaan Tuhan yang harus dilindungi bukan dianiaya dsb.


Responses

  1. Assalamu’alaikum mas haji.. Dlm setiap kita melihat segala sesuatu apakah yg dilihat adalah hakekatnya?

  2. Pandangan pertama adalah kulitnya, itu pasti. Untuk mengetahui wujud yang asli, lihat secara hakekat, yaitu dalamnya.. yang tersembunyi.. yang kasat mata.

  3. Ikan akan mencari air di dalam air.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: