Posted by: Tohar | April 25, 2010

Kang Jafar di warung kopi


Seperti biasanya Kang Jafar setiap jam 11 malam selalu nongkrong di Warung Kopi Mbah Marwan yang terkenal dengan kopi lelet, campuran kopi dengan beras dan kelapa lalu disangrai dan ditumbuk. Aroma yang khas dengan kopi pedesaan, di lereng Gunung Muria.

Ketika Kang Jafar sedang asyik-asyiknya nyruput kopinya, Kang Hadi nyeletuk, Kang Jafar kok tidak pernah ke Masjid. Kok Kang Jafar ndak pernah sholat. Kang Hadi ini sudah 3 kali pergi Haji, seorang pengusaha sukses. “Iya Kang Haji”, aku belum bisa sholat, jadi aku malu kalao sholat di Masjid, jawab Kang Jafar. “Kang Jafar ki piye to, apa sih sulitnya sholat, tinggal datang ke Masjid, ikuti Imam, kan berer”, lanjut Haji Hadi. Kang Jafar tersenyum mendengar perkataan Haji Hadi, lalu Kang Jafar bertanya,” jadi cuma itu ya Kang, sholat itu. Wah nek gitu gampang sekali sholat, tidak seperti yang tak bayangkan. Jawab Kang Hadi,” Iya Kang, gampang, ndak usah susah-sudah”.

Kopi leletnya tinggal setengah lalu, Kang Jafar minta tambah kopi ke Mbah Marwan. Setelah menyeduh kopi, Kang Jafar, bertanya kepada Haji Hadi. “Mas Haji, saya mau tanya, tapi maaf, wong saya ini memang bodo, tidak tahu apa-apa, maaf lho mas. Jawab Haji Hadi, tenang Mas Jafar, tak jawab pertanyaanmu, jelek-jelek gini kan aku jebolan pesantren dan juga sudah naik haji 3 kali. “Begini Kang Haji, sebenarnya tujuan dari sholat itu apa, terus siapa yang kita temui dalam sholat itu”, tanya Kang Jafar. Haji Hadi tersentak mendengar pertanyaan itu. Blaik…kok takone Kang Jafar mantep tenan, pikirnya. Sholat adalah menjalankan kewajiban dari rukun Islam. Tujuan sholat ya menghadap Allah,” Jawab Kang Hadi sambil mengusap keringat di dahi yg mulai menetes.

Kang Haji, setahuku, sholat itu agar kita bisa terhindar juga mencegah dari keji dan mungkar. Juga sholat itu adalah untuk bertemu dengan Allah, lalu Kang Jafar membaca ayat wasta’inu bi shobri was sholah, wa innaha lakabirotun illa alal khosyisin. wala yandhununa annahum mulqu robbihim wa annahum illaihi rojiun. Artinya adalah Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Nah sekarang saya bertanya kepada Mas Haji,” Mas Haji sholat, sudah takbir tetapi kok pikirane Mas Haji malah teringat kepada proyek rumah yg sedang dibangun, teringat sama sate kambing di meja makan, teringat sama Mobil Innova baru yg ada di garasi, apa itu yg disebut menghadap Allah’, tanya Kang Jafar. “Apa itu tidak juga disebut dengan menyekutukan Allah, sudah takbir kok tidak ke Allah malah ke Mobil, ke Proyek dsb,” lanjut Kang Jafar. Kedua.. jarene, sholat itu untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, lha kok Kang Haji masih sering marah sama anak buah, kadang sok jengkel sama istrinya, isih marah ketika mobil yang masih kinyis-kinyis itu hampir di srempet orang di jalan. Kadang pas antri bensin di Pom Bensin lalu disrobot orang saja masih suka marah dan menggerutu. Marah, jengkel itu keji dan mungkar atau bukan, Kang Hadi,” tanya Kang Jafar. Kang Hadi bingung mendengar pertanyaan Kang Jafar dan cuma nyengir sama sambil nyeletuk,” Bener juga Kang Jafar, selama ini aku sholat cuma jungkar-jungkir, ingat bukan ke Allah, juga masih gampang marah dan jengkel”. “Maaf Kang Haji, saya cuma bertanya, maklum saya kan orang bodoh, ndak pernah nyantri, malah belum haji. Gak duwe duit Kang. Tadi itu saya cuma ngambil dari yg saya dengar di Radio,” celetuk Kang Jafar. Udah ya Kang, saya tak pulang, sudah jam 12, sudah waktunya pulang, kasihan istri sendirian di rumah,” lanjut Kang Jafar.

Haji Hadi masih terdiam, mengingat dan merenungi semua yang disampaikan Kang Jafar, tetangganya yang miskin, tinggal di gubug reot, dan juga jarang ke masjid itu, tetapi ternyata menyimpan banyak kawruh.


Responses

  1. Perenungan yg mendalam, mas..

  2. Sedikit mengurai, mengingatkan diri sendiri.

  3. 060610, YS M DIN WAWAN / ST HABIBAH

  4. salam mas tohar, kemarin saya naruh komentar sekaligus pertanyaan mas namun ada kesalahan atau apa..ternyata komentar itu gak muncul…kalo pertanyaan saya dianggap nyeleneh dan kurang layak untuk tampil disini, mungkin bisa dijawab via email mas..pertanyaan saya berkaitan dengan tauhid. disaat saudara kita ada yang kecurian bagaimana cara kita untuk membantu dengan meminta pertolongan kepada Allah?, sedangkan saudara kita itu saat terjadi kemalingan, dalam pikirannya langsung “DUKUN” tau “paranormal” tempat untuk bertanya..jadi disini saya mau tanyakan bagaimana cara kita meminta pertolongan Allah untuk mengetahui pencuri atau bagaimana solusinya… terima kasih sebelumnya mas.
    wassalam

  5. Pertanyaan saya adalah untuk apa kita pengin mengetahui siapa pencurinya?? Yang kedua, ketika ada sanak famili kita yang meninggal dunia kenapa kita tidak bertanya ke Allah kenapa Allah mengambil saudaraku ini?? Sama-sama kehilangan kan, cuma casenya beda, tetapi intisarinya sama, yaitu sama-sama di ambil ALLAH. Ini adalah sebuah kesadaran dan semoga kesadaran ini akan membuat kita semakin menyadari bahwa semua terjadi karena ALLAH memang menghendaki semua ini terjadi.

    Yang saya takutkan adalah ketika kita diberi petunjuk yang mencuri adalah si A, maka akan muncul rasa benci kepada si A itu dsb, bukankah itu akan menambah dosa kita dihadapan ALLAH.

    Kalau memang pengin mengetahui namun saya berharap itu hanya ingin tahu saja dan tidak lebih dari itu, sebenarnya caranya mudah, bisa lewat sholat hajat, insyaallah akan ada petunjuk. Tetapi bagi saya, menyikapi kejadian kehilangan dsb, ada baiknya kita sendiri instropeksi diri, adakah sesuatu yang kurang pas pada diri kita sendiri, semisal perilaku, ibadah dsb. Selanjutnya adalah minta ampunlah ke ALLAH kalau memang ada hal yang kurang pas, dan bersyukurlah karena ada sesuatu yang direncanakan ALLAH kepada kita. Demikian mas, kalau kurang jelas, bisa saya sambung ke Email Mas.

  6. terima kasih mas atas saran dan pencerahannya..sebenarnya kalo saya sendiri kadang nyampe di kesadaran seperti itu mas, jika ada barang yang hilang mungkin memang ada hak orang lain dlm harta kita yang belum kita sampaikan atau kita melakukan kesalahan jadi saya sadari semua yang terjadi di alam ini adalah karena izin Allah yang berdasarkan perbuatan kita (cuma dalam bentuk yang berbeda-beda seperti kehilangan, sakit, kecelakaan, susah, senang dll, bersumber dari yang SATU) mungkin ini yang dimaksud jawaban mas tohar)..tapi pada saat lain seperti ada teman atau saudara kita membutuhkan bantuan kita untuk menanyakan sesuatu hal (seperti kasus perncurian) atau lainnya yang bersifat pasti dan tidak bisa dinalar dengan logika kita kadang merasa kebingungan, sehingga banyak saudara2 kita yang jika menghadapi hal tersebut larinya ya macam2 (Menjauh dari Tauhid)..dan ini sedikit cerita kebetulan ada saudara ipar saya (saya gak mau nyebutkan alirannya karena non islam cuma kerohanian) dia dengan begitu lugas menyampaikan bahwa orang yang bisa menghadap & berkomunikasi dengan tuhan, pasti apapun pertanyaannya selalu dijawab oleh tuhan tentang hal apapun dan itu pasti benar apalagi untuk menolong sesama, ..dan setelah saya membaca artikel2 dari sdr. Yusdeka (pengasuh milis dzikrullah) bahwa patrap atau orang berspiritualpun akan sangat bisa untuk melakukan hal itu walaupun itu bukan tujuannya.
    jadi disini jika mas tohar berkenan saya ingin belajar tentang itu, tapi kalo keinginan ini salah yaa mohon dikoreksi mas karena saya cuma nyampaikan unek2 apa yang di hati aja,,masak dia yang gak pernah jalankan syariat atau tahu islam malah bisa masuk ke wilayah itu (yang sedikit banyak dari ceritanya hampir mirip dengan patrap), sedangkan saya cuma bisa pasrah he…..

  7. Insyaallah hal seperti itu bisa Mas, tetapi semuanya kembali berpulang ALLAH mengijinkan atau TIDAK. Kita sifatnya cuma meminta, soal diberi atau tidak itu wewenang ALLAH. Allah sudah menjawab semua permintaan manusia, tetapi manusia yang TIDAK pernah mau bisa mengerti kehendak ALLAH. Nafsunya manusia adalah minta motor maka diberikan motor, meminta mobil maka diberikan mobil dsb, kalau itu yang dimaksud maka itu sama saja kita MENYETIR ALLAH. Orang berspiritual tidak seperti itu Mas. Itulah bedanya Islam dengan yg yg lainnya.

    Patrap beda dengan ilmu terawangan, karena patrap adalah metoda pendekatan diri kita ke ALLAH, kalau terawangan adalah ilmu yg dipakai oleh paranormal atau dukun dan untuk mempelajari ilmu itu tidaklah sulit, tetapi akan banyak dimensi yang bermain disitu, dan itu yang tidak dikehendaki. Sedangkan dalam patrap tidak demikian, meskipun jika dikehendaki juga insyaallah bisa.

  8. Makasih banget penyegarannya mas, saya semakin sadar deh dengan unek2 kemarin..saya ingin belajar patrap dan sholat khusyu’ langsung mas atau kepada orang yang pernah ikut pelatihan patrap itu langsung namun untuk di pamekasan mungkin masih belum ada yang bisa saya temui, sehingga saya belajar sendiri melalui metode yang ada di buku2, cd atau internet..namun jika ada yang ganggu di pikiran atau uneg2 saya kadang juga bingung untuk tempat konsultasi..jadinya saya adukan semua ke Allah..oh ya mas saya mau tanya lagi, kalo waktu patrap ato sholat kadang terasa gimana yaa, sadar tapi juga kayak tidak sadar (maksudnya tidak merasakan sensasi tubuh kayak sakitnya tangan karena digigit nyamuk, sampai kadang2 saya buka mata untuk membuktikan bahwa tangan saya sedang dinikmati beberapa nyamuk) apa keadaan seperti itu yang dimaksud kosong/suwung mas, tapi saat itu pikiran saya masih sadar dan normal bahkan dengan suasana sekeliling masih tau, karena saya baca2 di internet puncaknya spiritual adalah suwung/kosong yang ada hanya Allah..namun anehnya saat saya berniat menyudahi/selesai untuk patrap bekas gigitan nyamuk itu sangat terasa sekali, jadinya saya cuma tanya2 sendi kok bisa ya tadi saya gak ngerasain gigitan nyamuk itu?…

    maaf yaa mas kalo saya banyak tanya, habis mungkin ini sarana untuk tempat saya bertanya.
    semoga selalu melimpahkan rahmatnya untuk mas tohar

  9. Suwung adalah atau bisa disebut juga dengan khusyuk adalah satu keadaan bahwa kita hanya ingat ke Allah, jadi tidak memperdulikan hal lain selain DIA. Keadaaan khusyuk adalah SANGAT SADAR bukan tidak sadar, kalau tidak sadar disebut juga PINGSAN. Jadi nyamuk menggigit ya tidak terasa karena memang perhatina kita bukan di Nyamuk, melainkan ke ALLAH. Demikian Mas.

    Jika Mas Ipul mau belajar lebih dalam lagi, Mas Ipul bisa kontak dengan Shalat Center Surabaya, nanti bisa dihubungkan dengan teman-teman SC di Madura (Pamekasan dan sekitarnya) :

    SHALAT CENTER SURABAYA:
    Jl. Raya Kutisari No. 16 C, Surabaya
    Telp. (031) 7000 4732
    Email : surabaya@shalatcenter.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: