Posted by: Tohar | April 27, 2010

An-Nafs, Ruh dan Kereta Kuda


Ada kereta kuda lengkap dengan Kuda Hitam yang gagah, Pak Kusir dan juga Penumpangnya sekaligus juragan yg punya kereta kuda itu. Sang Juragan minta ke Pak Kusir untuk pergi ke Pasar Kliwon. Tetapi Pak Kusir tidak perduli dan malah mengarahkan ke Pasar Yaik. Akhirnya bukan ke Pasar Kliwon malah sampai ke Pasar Yaik.Yang salah siapakah?? Apakah Pak Kusirnya ataukah Sang Juragan? Yang salah adalah Pak Kusirnya karena sudah diingatkan untuk ke Pasar Kliwon malah diarahkan ke Pasar Yaik. Apakah Kudanya salah, tidak, dia cuma diarahkan oleh Pak Kusir.

Itu adalah sebuah analogi bahwa Kuda dan Kereta adalah Jasad ini dan ketika mati maka jasad ini ada di kubur. Pak Kusir adalah An-Nafs, dia yg dimintai pertanggung jawaban, dia yang akan ditanya macem-macem di dalam Kubur dan Juragan yang memiliki kereta kuda itu adalah Ruh itu sendiri. Dan, Ruh akan kembali lagi ke Allah, lepas merdeka.

Ketupat di bumboni jinten, Kulo lepat nyuwun ngapunten.

Terinspirasi dari apa yang disampaikan oleh Mas Setiyo (Shalat Center Solo).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: