Posted by: Tohar | May 17, 2010

Mengambang di atas air


Hidup seperti halnya kita masuk ke dalam air yang dalam dan ketika kita bergerak tidak beraturan, maka tubuh akan menjadi berat dan pusaran air seperti menarik tubuh ini kebawah sampai kita tidak bisa bernafas lagi. Semakin bergerak cepat dan tidak teratur maka semakin tenggelam ditelan air. Namun ketika kita bisa tenang, tidak panik maka perlahan ada daya yang mendorong tubuh ini bergerak naik dan tubuh ini akan menjadi ringan bahkan akhirnya bisa mengambang. Bahkan ketika tidak bergerak sedikitpun, tubuh ini tetap mengambang. Kondisi tenang ini adalah awalnya titik kesadaran mulai berjalan dan ketika semakin tenang maka sebenarnya organ tubuh mulai bekerja dengan otomatis. Unsur air dalam tubuh akan mencari keseimbangan dengan unsur air yang ada di luar tubuh. Unsur udara juga mulai mengembangkan diri sehingga tubuh akhirnya menjadi ringan. Tubuh ini tidak ubahnya sebuah batang pohon yang dimasukkan ke air, pertama kali masuk, maka pastilah tenggelam, tetapi tidak lama dia akan muncul ke permukaan. Karena apa?? Karena tidak ada daya menolak, hanya mengikuti saja. Mengikuti disini adalah sebuah kesadaran yang akhirnya menuju kepada kepasrahan.

Setelah tubuh ini mengambang, maka kita tinggal bergerak teratur, menggerakkan tangan dan kaki maka kita akan terus berada di permukaan air, mau mengarah kemana tinggal kita arahkan gerak ini. Mau ke tengah, mau ke pinggir bahkan mau menyelam, tinggal mengarahkan gerak saja.

Ini adalah sebuah analogi kehidupan sehari-hari yang kita alami. Semakin terperosok kita mengejar kehidupan duniawi tanpa mengandalkan Allah, maka sesungguhnya kita akan semakin dalam tenggelam di dalamnya dan kita akan menjadi semakin terbelenggu dan susah untuk lepas darinya. Namun ketika kita bisa tenang dalam menghadapi setiap permasalahan, maka sesungguhnya tidak ada HAL yang tidak MUNGKIN terjadi. Apapun permasalahannya, dasar kita cuma satu ayat wastainu bisshobri wassholah (Al Baqoroh 45), dan minta tolonglah kamu lewat sabar dan sholat…


Responses

  1. salam,,

    bagaimana untuk mendapatkan

    jiwa dan pikiran yang tenang,,

    dan bagaimanakah hubungkait fungsi (cara kerja )

    antara jiwa dan fikiran.

  2. Kuncinya adalah iman kepada Allah. Yakin kepada Allah.

  3. Trm ksh mas Much, smg aq dimampukan Allah SWT untuk bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata sehari hari apa yang mas Much sampaikan tsb. Wass wr wb.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: