Posted by: Tohar | May 19, 2010

Sholat jangan berhenti di niat


Sadar atau tidak sadar bahwa seringkali sholat kita hanya berhenti di niat saja. Niat untuk sholat dhuhur atau ashar dan sebagainya. Setelah takbir maka bergeserlah dari niat itu. Ketika niat sudah diikrarkan maka perhatian haruslah tertuju kepada Allah maka takbirlah Allahu Akbar. Ada penghormatan, puji dan puja kita kepada Allah disini, tidak ada Tuhan selain Allah dan sholat memang ajang pertemuan dengan Allah bukan ajang pertemuan dengan yang lainnya. Allah bukan tulisan ALLAH yang ditempel di dinding, Allah juga bukan cahaya maka Allah bukan sebuah persepsi. Jadi hadapkan saja dan hadapkan ke Allah terus. Namun tanpa kita sadari yang muncul dalam fikiran, terlintas dalam angan adalah pekerjaan yang masih menumpuk, uang di bank, hutang yang belum terbayar, anak, istri yang cantik dsb. Dess…. jika kita ditanya kita sholat itu menghadap Allah ataukah malah mikir ke hal lain selain Allah. Seadainya kita mendengar suara Allah “kamu sudah menduakanku, kamu tidak menyembahku, melainkan kamu sudah mengingat selain aku”. Apa yang bisa kita jawab ke Allah? Bisakah kita dituduh sudah menduakan Allah? Jadi, seandainya dinilai, maka nilai tertinggi dari sholat yang kita lakukan barangkali ada di NIAT itu karena waktu itu kita teguh ke ALLAH. Selepas NIAT maka nilainya barangkali kosong melompong karena seringkali kita malah mikir ke hal-hal lain urusan duniawi.

Ini bukanlah tudingan melainkan seribu macam pertanyaan yang sering berkecamuk di dalam diri saya sendiri. Sudah benarkah aku menghadap Allah dalam ibadahku?? Sudahkah aku menghadap Allah dengan penuh ketundukan dan kehambaan serta kepasrahan??


Responses

  1. Niat itu ada dikeseluruhan rangkaian mulai dari takbir hingga salam. Sering bila itu yang kang Tohar ceritakan terjadi maka saya menyebutnya saya telah kecurian niat, siapa yang mencuri ? yang paling lihai dan banyak mencuri niat saya ya syahwat saya yang berupa lintasan hati. Sungguh malu dan bingung bila Allah sampai nanya pada diri kita, kamu itu shalat menghadap kemana? sungguh perkara yang mungkin terlihata enteng tapi sangat berat dan sulit menegakkannya adalah shalat.

  2. Untuk tahapan tertentu ada yang menyebutnya kita telah syirik kepada Allah. Sekali lagi kita di test kejujuran di hadapan Allah. Menilai diri sendiri sebelum dinilai. Menghisab diri sebelum di hisab.

  3. betul kang pada tingkatan maqam tertentu tidak khusu’nya hati (mendua nya yang kita hadapi saat shalat) adalah syirik.

    Semua berawal dari niat…sedang niat butuh ke-ikhlasan…sebuah niat ikhlas akan membawa khusu’ dalam setiap keadaan ibadah yang kita lakukan.

    Bagaimana dapat Ikhlas?, butuh kesabaran…kesabaran dalam ibdah salah satu bentuknya adalah istiqomahan ibadah kita.

    menata niat, melakukan ibadah, istiqomah (menjaga) niat dan ibadah kita sampai nafas akhir ditubuh kita.

  4. Suatu proses yang membutuhkan begitu banyak perjuangan. Bisa disimpulkan bahwa kuncinya disini adalah keikhlasan.

  5. Inggih Kang, ke-Ikhlasan. Sederhana namun butuh pembuktian dengan mujahadah yang bener-bener lurus ke gusti Allah.

  6. Kalau dinilai dari situ, jujur saja bahwa sholat kita tidak ada artinya, lebih banyak goyahnya dari pada lurusnya. Hanya karena kemurahan serta ampunan Allah lah yang bisa menolong kita. La haula wala quwata illa billah.

  7. lah ternyata memang bener, kuncinya ada di kalimat la haula walla quwata illa billahil aliyil adhim.

    ternyata kita gak bisa ngapa-ngapain bahkan mencoba meluruskan niat pun kita gak bisa jika bukan karena daya nya Allah (terutama Ar rahman dan Ar rahim-Nya) kita gak bisa selamat.

  8. ndherek ngangsu kawruh mas Tohar lan cak Mamad. Pada kenyataanya keseharian waktu sholat saya masih spt yang mas tulis “…Namun tanpa kita sadari yang muncul dalam fikiran, terlintas dalam angan adalah pekerjaan yang masih menumpuk, hutang yang belum terbayar, anak, istri yang cantik dsb. …” Bagaimana kiat2 nya untuk bisa keluar dari gangguan tsb. waktu sedang sholat. Trm ksh sekali atas bimbingannya. Wass wr wb.

  9. Saling asah, asih, asuh, monggo sesarengan pados kesaenan, saged diparingi istiqomah saking Gusti, mugi diparingi kekuatan saben dintenipun. Mekaten Mas Wi.

  10. Kagem mas Wi, kulo kadang ngih goyah…tapi berdasar pengalaman…khusuk niku mboten saget kita pekso saking menungso, lha wong khusuk niku ilmu sing sampun wonten saking sisi nipun gusti Allah, manusia cuma bisa menerima khusuk niku…seperti menerima dan merasakan perasaan cinta atau rindu.

    Pasrah total saat shalat kepada gusti Allah, jangan dipasrah-pasrahkan insya Allah mangke gusti Allah akan me mi’raj kan an nafs kita kepada kehadirat gusti Allah.

    Asshalatu mi’rajtul mukminin

    Pasrah total insya Allah niat dan ke-ikhlasan akan menyertai saat kita sudah total pasrah.

  11. salam kenal mas tohar..saya belajar patrap dan sholat khusyu lewat buku2 Ust. Abu sangkan dan dari internet termasuk blog mas tohar ini, entah udah benar atau hanya ilusi saya, selama ini udah banyak pemahaman2 yang saya dapat tentang hidup ini dan saya sangat bersyukur pada Allah..kemarin ada tetanggaku yang kecurian sampe 2 kali dan ada perasaan saya ingin membantu tapi gak tau apa yang harus diperbuat, sedangkan orangnya langsung pergi kedukun atau kiai lah untuk liat ato mau tau siapa yang mencuri atau barangnya bisa kembali dan saya pun ingin melarangnya tapi gak tau harus ngasih solusi gmn (mau ngasih saran ==sholat==langsung tanyakan ke Allah, ee.. saya sendiri aja belum tau caranya (Patrap atao sholat) hee..jadi saya mau tanyakan gmn caranya untuk bertanya ke Allah jika kita kena masalah kecurian atau ada saudara yang hilang/minggat? maaf kalo pertanyaan saya dianggap nyeleneh atau janggal yaa,, masak patrap dan sholat hanya untuk sabar dan ilkhlas terus, sedangkan dilain waktu kita membutuhkan Allah untuk keperluan yang lain, yaa misalnya bantu saudara2 kita. (dari pada ke dukun ntar syirik berat, ya kan mass)
    OK terima kasih.. wassalam

  12. Kasihlah masukan ketika dimintai. Janganlah langsung kasih masukan atau saran karena bisa jadi itu menyebabkan orang tersebut tersinggung dsb. Kasihlah masukan di saat yang tepat.

    Untuk ke ALLAH tidak perlu cara yang neko-neko, cukup niat yang KUAT dan IKHLAS.

  13. trm ksh mas Tohar dan cak Mamad atas sharingnya, maaf baru sempat mampir hari ini. Semoga rahmat taufiq dan hidayah Allah swt selalu dilimpahkan pd qta semua.

  14. assalam…..
    izin meyimak menyimak mas.

  15. maaf,,saya masih dan slalu blajar,
    sdikit cuap2 ne,
    saya prnah dapat psan,klo kta harap rido alah..
    maka jalanilah ingin nya gsti allah,,
    karna stiap kjadian yg terlawati,dan yg sdng di jlani
    jga yg kan dtng adlah khendak na yg esa,.
    loh!, ko aq gak rido kehendak na?
    dapat susah ku protes,dapat enak q diamin,,
    SUDAH KAH AKU MRIDOI RIDO NA?
    tiap kali q brdoa jrang yg terlupa tuk mhon rido na,
    skarang Q malu,stelah 26th umurQ,
    ternyata allah ridoi kbradaan Q,
    tpi knapa Q tak ridoi keadaanQ!
    BUkan kah sgAla ssuatu itu khendak na dan sgala ssuatu milik na?shalat khusuk mlik na,hidup khusuk mlik na,,AKU MILIK NA,,
    KARNA TIADA q TANPA KARNA NA,TIADA KE KHUSUKAN TANPA KEHENdak nya yg esa.

  16. Allah sudah memberikan ridho kepada semua makhluknya. Namun yang menjadi permasalahan adalah manusia itu sering tidak ridho dengan permberian ALLAH ini. Sederhana sekali.

  17. Asalamualaikum mas tohar…..saya mau copy pencerahan yang sangat mengena di hati saya, boleh kan…???? buat catatan di Fb saya. Sebelumnya trimakasih

  18. monggo mbak


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: