Posted by: Tohar | June 7, 2010

Luna Maya oh Luna Maya


Minggu kemarin Televisi diramaikan dengan kerusuhan Koja maupun kerusuhan massa yang menelan korban jiwa salah satu pengurus Forkabi, minggu ini yang lagi santer adalah berita tentang film porno Luna Maya dan Ariel. Dua sosok selebritis ngetop, yang satu bintang LUX, Dahsyat serta yang satunya anak band yang tidak kalah ngetopnya. Masyarakat seolah tersihir tidak percaya dengan kasus yang menghebohkan ini. Tidak perlu kaget itulah dunia artis. Sebenarnya simple saja pembuktian apakah itu benar Luna Maya ataukah tidak. Ada gambar tatto di pinggang Luna Maya. Kalaulah itu tatto asli alias permanen, maka untuk membuktikan itu benar atau tidak, Polisi tinggal memanggil Luna Maya, lalu membuka pakaiannya. Tentunya penyidik ini adalah wanita dan yang melihat juga wanita. Kalau tidak ada, maka dugaan tentang pelaku film porno itu Luna Maya jelas salah. Atau.. cara yang kedua adalah melakukan test keperawanan. Karena Luna Maya masih single, maka asumsinya adalah dia adalah masih perawan. Dokter bisa melakukan pemeriksaan dan dokter akan tahu apakah dia masih perawan ataukah tidak. Dan, ataukah dia sudah sering berhubungan seks. Tidak terlalu susah untuk membuktikan. Sederhana, kenapa dibuat rumit pake sistem grafik komputer dsb.

Dan, kita sebagai orang tua, selayaknya mengawasi putra-putri kita untuk selektif dalam melihat TV. Juga menekankan untuk tidak menokohkah figur-figur seperti mereka karena masih ada figur-figur lain yang lebih pas. Dan kalaulah memang itu adalah Luna Maya dan Ariel, semoga mereka cepat bertobat dan sebaiknya segera menikah saja.


Responses

  1. Mereka sudah melakukan ayat-ayat setan yang seharusnya hanya dilakukan oleh Iblis belaka, apakah mereka itu lebih baik dari hewan atau memang mereka adalah makluk yang terkutuk sehingga membuat bencana bagi negara Pancasila………………………

  2. Tidak perlu menghujat karena setiap manusia bisa berbuat salah. Bisa juga saja, bisa juga Mas. Bersyukurlah karena kita dilindungi Allah agar tidak berbuat seperti mereka. Satu hal, jika perbuatan mereka itu membuat bencana bagi negara Pancasila, sedemikan parahkah efeknya dibandingkan dengan korupsi yang dilakukan oleh orang2 tertentu???

  3. Assalammualaikum Wr Wb,
    Dua duanya sama-sama parah dan berdampak sistemik, coba mas Tohar renungkan kembali mengenai rentetan kejadian yang mungkin akan terjadi dari dua perilaku (korupsi oleh pejabat publik yang tadinya adalah panutan dan perbuatan asusila yang menjadi tontonan oleh selebritis yang juga panutan kawula muda) Menurut saya (subyektif), dua perilaku ini tidak dapat dibandingkan yang mana lebih buruk dampaknya. Saya hakkul yakin, sangat buruk sekali bahkan sanngat super buruk-ruk sekali dampaknya, perilaku yang mereka peragakan bagi kemaslahatan umat. Untuk kerugian materiil:
    -pelaku korupsi, berapa uang negara yang mereka hisap, yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan ekonomi.
    -Sedangkan untuk perbuatan asusila, berapa uang masyarakat yang dibelanjakan untuk membeli vcd porno mereka dari sabang sampai merauke, yang seharusnya juga dapat digunakan untuk sesuatu yang lebih maslahat. Belum lagi efek domino dari mencontoh perbuatan dosa mereka.
    Belum lagi kerugian imateriil, kemerosotan moral, peningkatan kejahatan seksual, konotasi buruk bangsa lain terhadap bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim, …. atau kemungkinan peringatan Allah atas bangsa ini (saya berlindung kepada Allah)
    Mohon maaf, kali ini saya sangat tidak setuju dengan pendapat (kalimat terakhir) Mas Tohar. Wassalammualaikum Wr Wb.

  4. Terim kasih atas masukan, pendapat ataupun koreksi dari Mas Sadewa. Saya sependapat dengan Mas Sadewa tetapi titik permasalahan adalah kenapa “menghujat” dan seperti nya hujatan itu sebuah rekayasa atau bahkan sepertinya menjadi pahlawan kesiangan. Takutnya maling teriak maling alias senang menonton film porno, alias suka menikmati tubuh seksi cewek-cewek di jalan, tetapi ikut teriak-teriak tidak setuju. Bahkan… dari rasia yg dilakukan oleh Satpol PP dan Polisi terhadap pada PNS dan Guru-guru, mereka juga menyimpan film porno LM dan AR. Hem.. lagi-lagi alasan klasik yg diungkapkan. Tidak perlu menghujat krn takutnya yg keluar adalah emosi dan artinya kita sudah melakukan kesalahan juga. Itu adalah sebuah contoh besar dan memang itu dikehendaki oleh Allah utk terjadi kenapa, buat kita semua utk semakin berpikir jernih, buat cermin bagi para tokoh agama utk lebih berjuang utk umat. Pertanyaan saya adalah apakah sebelum adanya LM and AR ini kondisi bangsa Indonesia lebih baik dr sekarang ataukah dengan adanya film LM and AR moral remaja2 semakin rusak. Stop sampai disini bagi saya lebih baik kita memperbaiki akhlak kita sendiri dr pada hujat sana dan hujat sini tetapi dibalik itu di laptop, komputer masih banyak tersimpan foto2 porno dsb.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: