Posted by: Tohar | June 16, 2010

Titik awal kembali ke titik awal


Sebuah garis diawali oleh sebuah titik. Apapun bentuknya selalu diawali oleh titik dan bahkan tubuh ini pun tersusun atas sedemikian kecilnya sel-sel tubuh yang bergerak dengan teratur. Sebuah lingkaran pun diawali oleh sebuah titik dan titik itu berputar dan akhirnya kembali kepada titik awal tadi. Ketika tidak kembali tepat ke titik awal lagi, maka tidak akan terbentuk lingkaran yang sempurna bahkan bisa tidak menjadi sebuah lingkaran. Itu adala sebuah analogi bahwa titik awal adalah kondisi saat terlahir ke dunia dalam keadaan suci dan titik akhir adalah kondisi ketika mati juga harus dalam keadaan suci pula. Ketika mati juga harus bisa berada pada titik awal tadi dan kalau tidak bisa maka akan tersesatlah kita nantinya. Titik-titik ini adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak bisa berhenti dan tujuannya harus jelas yaitu HARUS kembali ke starting point awal ketika setelah berjalan dan berhenti bergerak maka sangat jelas tidak akan bisa sampai ke titik awal tadi. Artinya setelah awalnya berjanji untuk kepada ALLAH namun dalam perjalanan terhenti dan melupakan ALLAH maka tentunya tidak akan kembali ke ALLAH karena sudah menyengajakan diri berhenti untuk tidak kembali ke titik awal tadi itu. Idealnya adalah kita membentuk sebuah lingkaran yang sempurna sehingga enak dipandang mata, kalaupun tidak bisa menjadi sebuah lingkaran yang sempurnya, paling tidak bisa kembali ke titik awal tadi, bisa jadi menjadi elips. Ketidak sempurnaan bentuk lingkaran adalah sebuah perjalanan jiwa untuk kembali menuju ke ALLAH, ada jatuh bangun tetapi selalu bergerak menuju ke ALLAH. Ketika titik itu melenceng, maka lalu di tips eks dengan istighfar lalu dibentuk titik-titik lagi, tidak apa. Nah, niat juga berupa titik awal, titik tengah sampai ke titik akhir itu. Syahadat juga dari awal sampai akhir, bukan terhenti di awal lalu di akhir, tidak bisa karena akan terputus.


Responses

  1. asslm. wr. wb. membaca tulisan tsb diatas sy jd tersenyum sendiri dan merasa malu pd diri sy ini memang sy pernah melakukan spt itu yah sy manusia biasa tak luput dr slh kilaf lupa. insyaallah sy lks sadar dan mohon ampun dgn istighfar. PAs banget apa yg Bp tulis ini sangat menyentuh hati nurani sy. Mks. Wasslm.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: